Tampilkan postingan dengan label makanan bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makanan bayi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Desember 2012

POLA MAKAN BAYI USIA 9-12 BULAN

sumber foto : kliniksehatmadani.wordpress.com
Bayi usia 9 – 12 bulan sudah mulai mengalami kemajuan dalam perkembangan makan. Meskipun demikian orang tua harus memberi perhatian pada komposisi makanan. Agar bayi memperoleh gizi yang cukup: tidak kurang atau berlebih.

Makanan penunjang ASI (MPASI) seperti apa yang bisa kita berikan untuk bayi yang mulai memasuki 9 bulan? Pada saat itu Anda mulai bisa mengenalkan makanan dengan tekstur yang lebih kental dan kasar seperti nasi tim. Gunanya agar bayi  berlatih mengunyah ketika  gigi susunya mulai tumbuh.

Orang tua juga harus memberikan berbagai variasi makanan yang lengkap dan seimbang gizinya untuk menunjang proses tumbuh kembang bayi. Selain itu juga untuk memperkuat daya tahan tubuhnya dari berbagai serangan penyakit.

Hati-hati pada kelebihan atau kekurangan zat gizi tertentu karena kelebihan atau kekurangan zat gizi ini bisa berpengaruh terhadap perrtumbuhan bayi. Misalnya, kelebihan lemak pada bayi akan menyebabkan obesitas yang bisa memicu penyakit yang berbahaya di kemudian hari. Dan, seterusnya. Berikut adalah sebuah contoh pola pemberian makan untuk bayi usia 9 – 12 bulan:
WaktuMakanan/Minuman
05.00ASI
07.00Bubur Susu
09.00Nasi Tim
10.00ASI
12.00Nasi Tim
14.00ASI
16.00Buah
17.00Nasi Tim
19.00ASI
Tengah MalamASI
Beri perhatian khusus:
  • Hindari kacang, kecuali dalam tekstur yang halus.
  • Periksa apakah masih ada duri ikan bila hendak memakan daging ikan. Perkenalkan ikan setelah anak berusia 12 bulan.
  • Sedapat mungkin hindari daging yang berlemak dan garam yang dapat memicu terjadinya obesitas, tekanan darah tinggi dan jantung (kecuali daging ayam rendah lemak bertekstur lembut dan daging sapi cincang yang mengandung zat besi).
  • Hindari makanan pedas atau asam karena dapat memicu alergi pada usia ini. Makanan jenis ini bisa diperkenal setelah anak berusia 12 bulan.

Kamis, 27 September 2012

MEMANASKAN DAN MENGHANGATKAN MAKANAN BAYI

Ibu sebaiknya memanaskan makanan dengan sempurna dan kemudian mendinginkannya, sebelum memberi makan bayi. Bayi biasanya tidak akan menolak makanan hangat atau makanan yang memiliki suhu ruang.
 
  • Panaskan makanan dengan microwave atau dengan panci di atas kompor sampai mendidih. Jangan tergoda untuk asal hangat saja. Periksa dengan baik apakah makanan itu sudah matang. Kemudian, pastikan agar makanan tidak terlalu panas sebelum diberikan pada bayi.

  • Jika Ibu menggunakan kontainer makanan, letakkan kontainer tersebut dalam air panas untuk memanaskannya.

  • Jangan memanaskan makanan lebih dari sekali dan buanglah makanan yang tersisa.  Makanan yang telah disentuh mulut bayi atau sendok mungkin telah mengandung bakteri.

  • Jika Ibu sudah memanaskan makanan itu sebelumnya, jangan terlalu lama membiarkankannya berada dalam suhu ruang. Bakteri mulai berkembang dalam dua jam dan berlipat ganda dengan cepat.
 Menyimpan makanan buatan sendiri

Pada awalnya, bayi Ibu mungkin hanya makan sedikit saja dari makanan lumat yang Ibu masak. Namun, ada baiknya membuat persediaan dan membekukannya untuk menghemat waktu  keesokan harinya. Pembekuan menyimpan vitamin sehingga bayi tidak kehilangan manfaatnya, tapi beberapa petunjuk pengamanan yang perlu diperhatikan:

  • Setelah dingin, bekukan makanan secepat mungkin.
  • Suhu freezer harus 18°C atau lebih dingin.
  • Gunakan wadah plastik dengan tutup rapat/zip-lock atau kontainer makanan. Tandai dengan jelas isi dan tanggalnya tanggal pembuatannya.
  • Makanan bayi tidak mengalami perubahan apapun selama tiga bulan dalam freezer. Bila ingin menggunakannya, Ibu dapat mencairkan atau memanaskannya.
  • Jangan membekukan ulang makanan yang telah dihangatkan. Bila sudah dipanaskan, berikan pada bayi atau buang.
Sumber : www.clubnutricia.com
 

Selasa, 05 Juni 2012

7 Makanan Super Untuk Si Kecil

Sewaktu buah hati Mama masih bayi, ASI bisa diandalkan untuk menjadi sumber gizinya. Tapi saat anak sudah tumbuh besar, sumber asupan nutrisi utama untuk pertumbuhan pastinya adalah Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang penuh gizi.
Bila Mama adalah Mama bekerja yang tidak bisa memperhatikan langsung kebiasaan makan si kecil, pastikan saja si kecil mau mengkonsumsi paling tidak salah satu dari 7 makanan super berikut ini:
  1. Alpukat. Alpukat adalah satu-satunya buah yang mengandung lemak baik yang bisa membantu menurunkan kadar kolesterol yang bisa membahayakan jantung. Alpukat juga merupakan sumber serat yang menstabilkan kadar gula darah, dan sumber vitamin E yang melindungi sel tubuh Mama dan si kecil dari radikal bebas.
  2. Blueberry. Kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan, Blueberry dapat membantu menurunkan kolesterol jahat, meningkatkan daya ingat, dan mencegah jenis kanker tertentu.
  3. Gandum. Selain membantu stabilitas kadar gula dalam darah, Gandum juga bahan makanan yang kaya akan serat
  4. Salmon. Tak hanya kaya protein, ikan Salmon juga mengandung omega 3 yang mengurangi resiko sakit jantung
  5. Bayam.  Kaya akan zat besi, kalsium, Asam Folat, vitamin A dan C, Bayam sangat baik untuk perkembangan tulang dan otak
  6. Ubi jalar. Ubi jalar kaya akan vitamin B, C, E, kalsium, potassium, zat besi, karbohidrat, dan serat, sehingga menjaga pencernaan tetap sehat.
  7. Yoghurt. Bahan makanan yang berasal dari susu fermentasi ini kaya akan kalsium dan protein, sehingga sangat baik untuk pencernaan dan membantu melawan bakteri buruk dalam perut. Sebaiknya Mama membeli yoghurt tanpa rasa dan menambahkan buah-buahan segar ke dalam yoghurt tersebut.
7 makanan ini adalah 7 makanan super alias super foods yang sangat baik untuk perkembangan si kecil. Bila si kecil termasuk anak yang pemilih dalam hal makanan, temukan makanan pengganti yang divariasikan dengan 7 makanan super ini sehingga makannya bisa semakin lahap. Semoga si kecil akan terus tumbuh sebagai anak yang sehat.
                                
Sumber: www.babycenter.com

Senin, 20 Februari 2012

Mitos tentang BAYAM


(Copas dr milis AFB ttg BAYAM)
Setelah baca beberapa artikel, ternyata bayam nggak boleh dipanaskan cuma beredar di Belanda dan karena Jerman, Swiss dan Indo adalah negara koloninya, ikut-ikutan juga. Jadi bisa jadi ini turun-temurun nih. Beberapa sayuran yang banyak mengandung nitrat adalah bayam, wortel, brokoli, kol. Kalau bayam nggak boleh, yang lain mestinya juga nggak boleh dipanaskan dong ya? Nitrat akan diubah oleh bakteri di tubuh manusia menjadi nitrit, nitrit jika diserap oleh tubuh, akan menyebabkan blue baby syndromeatau cyanosis (yaitu warna kulit sekitar mulut dan mata menjadi biru).Namun sebenarnya penyebab Blue baby syndrome yang pernah terjadi bukan disebabkan oleh sayuran, setelah ditelusuri ternyata air dari sumur pribadi yang banyak mengandung nitrat. AAP merekomendasikan jangan memberikan makanan yang mengandung nitrat kepada bayi sebelum 3 bulan (lah, siapa yang kasih MPASI pas bayi 3bulan :)). Untuk anak usia 6 bulan, sudah tidak jadi masalah, karena sistem pencernaannya sudah bisa mencegah konversi nitrat menjadi nitrit. Jadi dalam kondisi normal, sayuran tidak akan menyebabkan keracunan nitrit pada bayi usia 6 bulan ke atas apalagi orang dewasa.Lain halnya kalau sayur dimasak dengan air sumur yang kadar nitratnya tinggi, maka baru bisa menyebabkan cyanosis. Disamping itu, sayuran/bayam disimpan di kotak tertutup rapat dan disimpan di kulkas menurut saya juga oke aja. Jika dibiarkan terbuka selama 5 jam, yang dikhawatirkan adalah tumbuhnya bakteri, bukankeracunan nitrit. Makanya ada saran, secepatnya setelah disajikan,jangan biarkan makanan ditaruh di ruangan lebih dari 2 jam (untuk bayi).Di sini ada cara-cara menyajikan makanan bayi: Home-Prepared Baby Food http://www.fns.usda.gov/tn/resources/feedinginfants-ch12.pdf. Bacaan lain mengenai bayam, sayuran dalam hubungannya dengan keracunan nitrit: Reheating Spinach Dangerous in Holland, Fine in Rest of Worldhttp://www.wolfstad.com/2009/05/reheating-spinach-dangerous-in-holland-fine-in-rest-of-world/http://www.wolfstad.com/2009/05/reheating-spinach-dangerous-in-holland-fine-in-rest-of-world/Myths and Facts About Nitrates and Homemade Baby Foodhttp://wholesomebabyfood.momtastic.com/nitratearticle.htm