Bila Mama mulai kewalahan meluangkan waktu untuk memompa ASI di
sela-sela waktu bekerja, simak hal-hal berikut ini yang dijamin
mengingatkan Mama betapa pentingnya ASI untuk si kecil, baik untuk saat
ini maupun sampai ketika dia dewasa.
ASI lebih dari sekedar makanan dan minuman untuk si kecil, tapi juga
zat hidup yang mengandung zat aktif yang melawan kuman dan membantu
kesehatan, sehingga melindungi bayi dari berbagai jenis infeksi. Setetes
ASI mengandung sekitar 1 juta sel darah putih. Sel ini disebut macrophages dan membasmi kuman. ASI juga banyak mengandung immunoglobulin A (IgA) yang melapisi pencernaan bayi yang belum dewasa sehingga mencegah masuknya kuman, serta mencegah alergi makanan. Colostrum, alias ASI yang dikeluarkan Mama pada beberapa hari pertama setelah kelahiran, sangat kaya mengandung IgA.
Dengan mengonsumsi ASI, kekebalan si kecil disiapkan sesuai
kebutuhannya. Ketika si kecil terkena kuman penyakit, tubuh Mama
memproduksi antibodi untuk melawan kuman penyakit tersebut dan
disalurkan kepada si kecil melalui ASI.
ASI adalah kombinasi unik berbagai nutrisi yang penting untuk
kesehatan si kecil dan tidak bisa ditiru oleh susu formula manapun. Hal
ini memberikan berbagai keuntungan untuk kesehatan si kecil sejak dia
lahir sampai saat dia dewasa. Semakin lama Mama menyusui si kecil,
semakin besar manfaat yang didapat si kecil dari menyusui. Manfaat ASI
untuk kesehatan si kecil di antaranya adalah:
- IQ lebih tinggi. Kolesterol dan jenis lemak lain dalam ASI mendukung tumbuhnya jaringan syaraf
- Ketajaman pandangan yang lebih baik
- Resiko lebih kecil terkena infeksi telinga
- Penelitian menemukan pada 10.000 anak menemukan bahwa bayi yang
menyusui sampai lebih dari umur 1 tahun memiliki resiko 40% lebih kecil
untuk memakai kawat gigi saat dia dewasa. Perkembangan otot pada wajah
juga lebih baik akibat proses penghisapan saat menyusui, sehingga
memperkecil resiko mendengkur dan sleep apnea. Perubahan pada rasa ASI juga mempersiapkan bayi untuk menerima lebih banyak variasi makanan saat dia mulai mengkonsumsi MPASI
- Resiko lebih kecil membutuhkan operasi amandel
- Resiko lebih kecil terkena infeksi saluran pernapasan, pneumonia, dan influenza.
Studi yang berbeda menemukan bahwa bayi yang mengkonsumsi susu formula
menghadapi resiko 3 kali lebih besar untuk terkena infeksi saluran
pernafasan sampai paling tidak 4 bulan bila dibandingkan dengan bayi
yang mengonsumsi ASI
- Diare, sembelit, dan alergi makanan 3-4 kali lebih mungkin terjadi
pada bayi yang mengonsumsi susu formula dibandingkan bayi yang
mengonsumsi ASI
- Merespon lebih baik terhadap vaksinasi karena ASI membantu
mematangkan sistem imun tubuh bayi karena saat menyusui Mama menyalurkan
antibodinya kepada si kecil, sehingga membantu si kecil melawan
penyakit dan membantu meningkatkan respon imun alami terhadap beberapa
vaksin
- Memperkecil resiko kanker pada masa di bawah umur 15 tahun, diabetes (resiko menurun sampai 34%), infeksi saluran kencing, arthritis
- Bayi yang mengkonsumsi ASI akan lebih langsing dan memiliki resiko
lebih kecil untuk obesitas sejak si kecil balita sampai dewasa. Hal ini
disebabkan karena bayi yang menyusui mengontrol berapa banyak ASI yang
mereka minum, sehingga dia belajar mempercayai sinyal dari tubuhnya
untuk mengetahui seberapa banyak makanan yang perlu dia makan dan kapan
dia memerlukannya. Hal ini membangun kebiasaan makan yang sehat sejak
dia masih kecil.
- Penurunan resiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS)
- Beberapa studi menunjukkan bahwa orang dewasa yang mengkonsumsi ASI
saat mereka masih kecil memiliki tekanan darah lebih rendah secara
rata-rata dibandingkan orang dewasa yang mengkonsumsi susu formula
- Mengurangi resiko masalah psikologis, perilaku, dan masalah
pembelajaran saat dewasa. Selain itu, anak-anak yang saat kecil disusui
secara rata-rata lebih dewasa, tegas, dan percaya diri saat berkembang.
- Meningkatkan perkembangan kognitif si kecil.
- Beberapa peneliti percaya bahwa bayi yang menyusui memperkecil resiko serangan jantung dan stroke
saat dia dewasa. Hal ini disebabkan oleh ASI memiliki kadar kolesterol
yang lebih tinggi, sehingga bayi yang menyusui belajar memproses
kolesterol dengan lebih baik dibanding bayi yang mengonsumsi susu
formula. Akibatnya saat mereka dewasa, mereka akan memiliki tingkat
kolesterol yang lebih rendah dan memiliki resiko lebih rendah untuk
terkena penyakit jantung.
- Memperkecil resiko terkena Multiple Sclerosis, penyakit
penurunan fungsi otot yang menyerang orang dewasa. Penyakit ini lebih
jarang terjadi pada negara-negara yang tingkat kebiasaan menyusuinya
lebih tinggi.
Dengan penjelasan ini, apa Mama masih terpikir untuk tidak memberikan ASI Eksklusif untuk si kecil?
Sumber:
http://www.askdrsears.com/topics/breastfeeding/why-breast-best/breastfeeding-benefits-top-bottom
http://www.askdrsears.com/topics/breastfeeding/why-breast-best/7-ways-breastfed-babies-become-healthier-adults
http://www.askdrsears.com/topics/breastfeeding/why-breast-best/how-human-milk-protects-babies-illness
http://www.nrdc.org/breastmilk/benefits.asp
http://www.lactamilmama.com/2012/06/manfaat-asi-hingga-si-kecil-dewasa/