Tampilkan postingan dengan label manfaat asi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manfaat asi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Maret 2014

Bayi ASI Miliki IQ Lebih Tinggi dari Bayi Susu Botol

Satu lagi bukti pentingnya ASI eksklusif bagi kesehatan anak, yaitu ASI menyebabkan anak menjadi lebih pintar. Anak-anak yang sewaktu bayi diberi ASI lebih dari enam bulan mendapat rata-rata skor IQ (Intelligence Quotient) 3,8 poin lebih tinggi dari anak yang mendapat susu dari botol.
Pakar epidemologi kedokteran Wieslaw Jedrychowski dan rekannya mengamati 468 orang bayi yang lahir dari ibu bukan perokok. Anak-anak tersebut diberi tes sebanyak lima kali dengan interval yang teratur sejak bayi sampai usia prasekolah.

Hasilnya, anak-anak prasekolah yang diberi ASI mendapat skor IQ lebih tinggi daripada anak yang diberi susu botol.

Skor IQ yang diperoleh berbanding lurus dengan berapa lama bayi mendapat ASI. Skor IQ lebih tinggi 2,1 poin pada anak-anak yang disusui selama tiga bulan, 2,6 poin lebih tinggi ketika disusui selama empat sampai enam bulan, dan 3,8 poin lebih tinggi pada anak yang disusui lebih dari enam bulan.

Penelitian ini menegaskan pengamatan yang pernah dilaporkan 70 tahun lalu oleh Carolyn Hoefer dan Mattie Hardy di Journal of American Medical Association, serta banyak penelitian setelahnya.

Penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi Organisasi Kesehatan Dunia untuk merekomendasikan agar semua bayi mendapat ASI eksklusif selama enam bulan pertama sejak dilahirkan.

"Bayi yang disusui dari payudara ibu tidak hanya menerima makanan, tetapi terlibat dialog biologis yang dinamis secara dua arah. Ini adalah ikatan fisik, psikologis, dan interaksi antara bayi dengan ibunya selama menyusui dan memelihara perkembangan kemampuan mental bayi," kata Tonse Raju, dokter anak dan neonatalogist (ahli bayi) di Institut Nasional Anak Kesehatan dan Pembangunan Manusia yang tidak ikut dalam penelitian.

Selama tahun pertama kehidupan, berat otak bayi bertambah hampir dua kali lipat. Sebagian besar pertambahan itu berasal dari pertumbuhan materi putih. Kecepatan transmisi impuls listrik pada serat saraf yang diselubingi lapisan mielin 50 kali lebih cepat daripada yang tidak terselubung.

Penelitian ini memberikan wawasan tentang mengapa pembentukan selubung mielin terjadi setelah kelahiran dan tidak ketika masa kanak-kanak atau remaja. Pengalaman anak usia dini mempengaruhi pembentukan mielin dan membantu perkembangan otak untuk beradaptasi terhadap lingkungannya.

Sumber : detikHealth.com

Jumat, 04 Oktober 2013

Manfaat ASI Hingga si Kecil Dewasa

Bila Mama mulai kewalahan meluangkan waktu untuk memompa ASI di sela-sela waktu bekerja, simak hal-hal berikut ini yang dijamin mengingatkan Mama betapa pentingnya ASI untuk si kecil, baik untuk saat ini maupun sampai ketika dia dewasa.
ASI lebih dari sekedar makanan dan minuman untuk si kecil, tapi juga zat hidup yang mengandung zat aktif yang melawan kuman dan membantu kesehatan, sehingga melindungi bayi dari berbagai jenis infeksi. Setetes ASI mengandung sekitar 1 juta sel darah putih. Sel ini disebut macrophages dan membasmi kuman. ASI juga banyak mengandung immunoglobulin A (IgA) yang melapisi pencernaan bayi yang belum dewasa sehingga mencegah masuknya kuman, serta mencegah alergi makanan. Colostrum, alias ASI yang dikeluarkan Mama pada beberapa hari pertama setelah kelahiran, sangat kaya mengandung IgA.
Dengan mengonsumsi ASI, kekebalan si kecil disiapkan sesuai kebutuhannya. Ketika si kecil terkena kuman penyakit, tubuh Mama memproduksi antibodi untuk melawan kuman penyakit tersebut dan disalurkan kepada si kecil melalui ASI.
ASI adalah kombinasi unik berbagai nutrisi yang penting untuk kesehatan si kecil dan tidak bisa ditiru oleh susu formula manapun. Hal ini memberikan berbagai keuntungan untuk kesehatan si kecil sejak dia lahir sampai saat dia dewasa. Semakin lama Mama menyusui si kecil, semakin besar manfaat yang didapat si kecil dari menyusui. Manfaat ASI untuk kesehatan si kecil di antaranya adalah:
  1. IQ lebih tinggi. Kolesterol dan jenis lemak lain dalam ASI mendukung tumbuhnya jaringan syaraf
  2. Ketajaman pandangan yang lebih baik
  3. Resiko lebih kecil terkena infeksi telinga
  4. Penelitian menemukan pada 10.000 anak menemukan bahwa bayi yang menyusui sampai lebih dari umur 1 tahun memiliki resiko 40% lebih kecil untuk memakai kawat gigi saat dia dewasa. Perkembangan otot pada wajah juga lebih baik akibat proses penghisapan saat menyusui, sehingga memperkecil resiko mendengkur dan sleep apnea. Perubahan pada rasa ASI juga mempersiapkan bayi untuk menerima lebih banyak variasi makanan saat dia mulai mengkonsumsi MPASI
  5. Resiko lebih kecil membutuhkan operasi amandel
  6. Resiko lebih kecil terkena infeksi saluran pernapasan, pneumonia, dan influenza. Studi yang berbeda menemukan bahwa bayi yang mengkonsumsi susu formula menghadapi resiko 3 kali lebih besar untuk terkena infeksi saluran pernafasan sampai paling tidak 4 bulan bila dibandingkan dengan bayi yang mengonsumsi ASI
  7. Diare, sembelit, dan alergi makanan 3-4 kali lebih mungkin terjadi pada bayi yang mengonsumsi susu formula dibandingkan bayi yang mengonsumsi ASI
  8. Merespon lebih baik terhadap vaksinasi karena ASI membantu mematangkan sistem imun tubuh bayi karena saat menyusui Mama menyalurkan antibodinya kepada si kecil, sehingga membantu si kecil melawan penyakit dan membantu meningkatkan respon imun alami terhadap beberapa vaksin
  9. Memperkecil resiko kanker pada masa di bawah umur 15 tahun, diabetes (resiko menurun sampai 34%), infeksi saluran kencing, arthritis
  10. Bayi yang mengkonsumsi ASI akan lebih langsing dan memiliki resiko lebih kecil untuk obesitas sejak si kecil balita sampai dewasa. Hal ini disebabkan karena bayi yang menyusui mengontrol berapa banyak ASI yang mereka minum, sehingga dia belajar mempercayai sinyal dari tubuhnya untuk mengetahui seberapa banyak makanan yang perlu dia makan dan kapan dia memerlukannya. Hal ini membangun kebiasaan makan yang sehat sejak dia masih kecil.
  11. Penurunan resiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS)
  12. Beberapa studi menunjukkan bahwa orang dewasa yang mengkonsumsi ASI saat mereka masih kecil memiliki tekanan darah lebih rendah secara rata-rata dibandingkan orang dewasa yang mengkonsumsi susu formula
  13. Mengurangi resiko masalah psikologis, perilaku, dan masalah pembelajaran saat dewasa. Selain itu, anak-anak yang saat kecil disusui secara rata-rata lebih dewasa, tegas, dan percaya diri saat berkembang.
  14. Meningkatkan perkembangan kognitif si kecil.
  15. Beberapa peneliti percaya bahwa bayi yang menyusui memperkecil resiko serangan jantung dan stroke saat dia dewasa. Hal ini disebabkan oleh ASI memiliki kadar kolesterol yang lebih tinggi, sehingga bayi yang menyusui belajar memproses kolesterol dengan lebih baik dibanding bayi yang mengonsumsi susu formula. Akibatnya saat mereka dewasa, mereka akan memiliki tingkat kolesterol yang lebih rendah dan memiliki resiko lebih rendah untuk terkena penyakit jantung.
  16. Memperkecil resiko terkena Multiple Sclerosis, penyakit penurunan fungsi otot yang menyerang orang dewasa. Penyakit ini lebih jarang terjadi pada negara-negara yang tingkat kebiasaan menyusuinya lebih tinggi.
Dengan penjelasan ini, apa Mama masih terpikir untuk tidak memberikan ASI Eksklusif untuk si kecil?
Sumber:
http://www.askdrsears.com/topics/breastfeeding/why-breast-best/breastfeeding-benefits-top-bottom
http://www.askdrsears.com/topics/breastfeeding/why-breast-best/7-ways-breastfed-babies-become-healthier-adults
http://www.askdrsears.com/topics/breastfeeding/why-breast-best/how-human-milk-protects-babies-illness
http://www.nrdc.org/breastmilk/benefits.asp
http://www.lactamilmama.com/2012/06/manfaat-asi-hingga-si-kecil-dewasa/

Sabtu, 03 Agustus 2013

Kandungan Nutrisi Pada ASI

Semua tahu bahwa ASI punya sejuta manfaat bagi tumbuh kembang dan kesehatan bayi.  Karena ASI adalah nutrisi terbaik dan paling lengkap.  Kandungan nutrisinya yang unik menyebabkan ASI memiliki keunggulan yang tidak akan dimiliki oleh jenis susu formula apapun.  Ini beberapa di antaranya:
  • Immunoglobulin A (IgA) yang banyak terdapat pada kolostrum yakni ASI berwana kekuningan yang keluar pertama dari payudara. Zat ini melindungi bayi dari serangan infeksi. IgA melapisi saluran cerna agar kuman tidak dapat masuk ke dalam aliran darah dan akan melindungi bayi  hingga sistem kekebalan tubuhnya berfungsi dengan baik.
  • Ganfliosida (GA) yang berperan dalam pembentukan memori dan fungsi otak besar serta sebagai alat konektivitas sel otak bayi. GA sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Ketika lahir, bayi memiliki 100 miliar sel otak yang belum terhubung dan GA diperlukan untuk menghubungkan sel-sel otak tersebut.
  • Protein yang disebut protein kasein dan whey. Protein yang terdapat dalam ASI ini bersifat lebih mudah dicerna oleh tubuh bayi, dibandingkan dengan protein yang berasal dari susu mamalia lainnya.
  • Lemak ASI terdiri dari beberapa jenis namun yang paling esensial adalah asam lemak yang merupakan komponen dari semua jaringan tubuh dan diperlukan untuk perkembangan jaringan sel, otak, retina dan susunan saraf. ASI mengandung asam lemak tidak jenuh ganda berantai panjang (long-chain polyunsanturated fatty acid atau LC-PUFA) yang terdiri dari DHA (docosahexaneoic acid atau asam dokosaheksaenoat), LA ( linoleic acid atau asam linoleat), ALA (alfa linoleic atau asam alfa linoleat) dan AA (arachidonic acid atau asam arakidonat).