Tampilkan postingan dengan label mama soya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mama soya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Desember 2014

PENGUMUMAN HARGA BARU MULAI 6 DESEMBER 2014

Pengumuman kenaikan harga produk mama soya, soyamil, dan kids soya **IMBAS BBM Naik :(
Berlaku mulai sabtu 6 Desember 2014:

Retail Rp.30.000 (eceran/satuan konsumen terendah),
Grosir 4 kotak @28.000,
Grosir 8 kotak @26.000,
Grosir 12 kotak @25.000,
Grosir 24 kotak @24.000,
Agen 50 kotak @23.000,
Agen 150 kotak @21500,

Pembelian sebelum tanggal 6 Desember masih dikenakan harga lama.
Terimakasih.

Sabtu, 01 Maret 2014

Bayi ASI Miliki IQ Lebih Tinggi dari Bayi Susu Botol

Satu lagi bukti pentingnya ASI eksklusif bagi kesehatan anak, yaitu ASI menyebabkan anak menjadi lebih pintar. Anak-anak yang sewaktu bayi diberi ASI lebih dari enam bulan mendapat rata-rata skor IQ (Intelligence Quotient) 3,8 poin lebih tinggi dari anak yang mendapat susu dari botol.
Pakar epidemologi kedokteran Wieslaw Jedrychowski dan rekannya mengamati 468 orang bayi yang lahir dari ibu bukan perokok. Anak-anak tersebut diberi tes sebanyak lima kali dengan interval yang teratur sejak bayi sampai usia prasekolah.

Hasilnya, anak-anak prasekolah yang diberi ASI mendapat skor IQ lebih tinggi daripada anak yang diberi susu botol.

Skor IQ yang diperoleh berbanding lurus dengan berapa lama bayi mendapat ASI. Skor IQ lebih tinggi 2,1 poin pada anak-anak yang disusui selama tiga bulan, 2,6 poin lebih tinggi ketika disusui selama empat sampai enam bulan, dan 3,8 poin lebih tinggi pada anak yang disusui lebih dari enam bulan.

Penelitian ini menegaskan pengamatan yang pernah dilaporkan 70 tahun lalu oleh Carolyn Hoefer dan Mattie Hardy di Journal of American Medical Association, serta banyak penelitian setelahnya.

Penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi Organisasi Kesehatan Dunia untuk merekomendasikan agar semua bayi mendapat ASI eksklusif selama enam bulan pertama sejak dilahirkan.

"Bayi yang disusui dari payudara ibu tidak hanya menerima makanan, tetapi terlibat dialog biologis yang dinamis secara dua arah. Ini adalah ikatan fisik, psikologis, dan interaksi antara bayi dengan ibunya selama menyusui dan memelihara perkembangan kemampuan mental bayi," kata Tonse Raju, dokter anak dan neonatalogist (ahli bayi) di Institut Nasional Anak Kesehatan dan Pembangunan Manusia yang tidak ikut dalam penelitian.

Selama tahun pertama kehidupan, berat otak bayi bertambah hampir dua kali lipat. Sebagian besar pertambahan itu berasal dari pertumbuhan materi putih. Kecepatan transmisi impuls listrik pada serat saraf yang diselubingi lapisan mielin 50 kali lebih cepat daripada yang tidak terselubung.

Penelitian ini memberikan wawasan tentang mengapa pembentukan selubung mielin terjadi setelah kelahiran dan tidak ketika masa kanak-kanak atau remaja. Pengalaman anak usia dini mempengaruhi pembentukan mielin dan membantu perkembangan otak untuk beradaptasi terhadap lingkungannya.

Sumber : detikHealth.com

Kamis, 19 Desember 2013

SOYAMIL dan MAMA SOYA untuk Masa Penting Ibu (Hamil dan Menyusui)

Menyusui adalah ungkapan kasih sayang ibu yang membentuk ikatan lahir-batin antara ibu dan anak. Menyusui merupakan masa penting bagi ibu untuk memberikan yang terbaik untuk bayi, sehingga ibu butuh dukungan sepenuhnya dari luar dan dalam.

MAMA SOYA hadir untuk mendukung masa penting ibu dan bayi, susu bubuk kedelai instan plus ekstrak herbal pilihan yang direkomendasikan karena terbukti khasiatnya meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI ibu menyusui.

Saran dari Tim Ahli SHN untuk Masa Penting Ibu:
1. Minum rutin SOYAMIL 2 kali sehari (pagi dan sore) sejak persiapan menuju kehamilan, hingga bulan ke sembilan kehamilan.
2. Lanjutkan dengan minum rutin MAMA SOYA mulai pertengahan akhir bulan ke sembilan usia kehamilan (1 kali sehari -pagi atau sore).
3. Jangan lewatkan masa IMD dengan sesegera mungkin memberikan ASI pertama setelah melahirkan, YAKIN BISA dengan dukungan MAMA SOYA!
4. Teruskan dengan minum rutin MAMA SOYA setiap hari 2 kali sehari sampai SUKSES ASI EKSKLUSIF 6 bulan.
5. Tetap minum rutin MAMA SOYA (minimal 1 kali sehari, atau 2 kali sehari jika dibutuhkan) selepas 6 bulan ASI EKSKLUSIF sampai genap masa menyusui 2 tahun.

Sumber :Soyaherba

Sabtu, 07 Desember 2013

MAMA SOYA SUSU KEDELAI PELANCAR ASI

Mama Soya adalah susu bubuk kedelai instan yang diperkaya dengan ekstrak daun katuk, ekstrak fenugreek/hulba, ekstrak habbatussauda, ekstrak kurma, dan beepollen. Sangat cocok untuk wanita, nutrisi ibu hamil, nutrisi ibu menyusui (melancarkan ASI).
Mama Soya adalah minuman kesehatan yang merupakan perpaduan dari sari kedelai pilihan berkualitas, daun katuk, bee polen, dan fenugrek. Cocok bagi mereka para wanita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Diproses dengan teknologi canggih dan hygienis menjadikan Mama Soya sari kedelai yan terjaga kandungan gizinya, ampas sedikit, tekstur lembut, dan tidak langu. Kaya akan kandungan protein Nabati, Isoflavon, asam amino esensial, vitamin, dan mineral.
Kandungan Mama Soya
Kedelai
Mengatasi intoleransi laktosa, minuman bagi penderita autisme, minuman nabati sarat gizi, mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Mencegah arteriosklerosis, hipertensi, jantung koroner, dan stroke. Mencegah diabetes melitus, menghambat menapause dan cegah osteoporosis, mencegah migrane, minuman anti kanker, mencegah penuaan dini/anti aging, anti oksidan. Kaya isoflavon, asam amino esensial, lesitin, vitamin dan mineral.
Daun Katuk
Sudah diketahui secara luas bahwa daun katuk secara tradisional digunakan untuk melancarkan ASI (air susu ibu), membantu penyembuhan borok, bisul, sembelit, demam, flu, dan darah kotor. Membangkitkan vitalitas seks, meningkatkan jumlah & mutu sperma, mencegah osteoporosis, anemia, menurunkan lemak/kolesterol. Daun katuk juga kaya akan vitamin C, vitamin A, mineral kalsium, dimana ketiganya sangat penting bagi metabolisme tubuh.
Habbatussauda’
Menguatkan sistem kekebalan tubuh, daya ingat, konsentrasi, bioaktivitas hormon, menetralkan racun dalam tubuh. Mengatasi gangguan tidur & stress, anti histamin, memperbaiki saluran pencernaan, anti bakteri, melancarkan ASI, suplemen ibu hamil dan balita. Meremajakan sel-sel kulit dan menunda proses penuaan. Nutrisi bagi lansia, meningkatkan antibodi, mencegah tumor, mengatasi alergi, neuradermitis, dan asma.
Bee Pollen
Meningkatkan IQ, mencegah serangan kanker, impoten, menapause, ketidaksuburan. Membantu penyembuhan arthritis, diabetes, tekanan darah tinggi, anemia, asthma, penyakit tukak lambung, gangguan prostat, varicose veins. Menguatkan pembuluh kapiler yang lemah, sebagai nutrisi diet, vitamin dan mineral bagi ibu hamil dan menyusui, balita, dan anak-anak.
Fenugreek
Merangsang/menstabilkan hormon dan libido pria & wanita, meningkatkan stamina, mengatasi masalah kesuburan/kemandulan, nutrisi bagi ibu hamil & menyusui, sistem peredaran darah/kardiovaskular, mengurangi rasa sakit & pelancar haid, menguatkan jantung, ginjal, dan paru-paru. Mencegah atau mengobati asma, TBC, radang tenggorokan, stress, diabetes, asam urat, kanker usus, kolesterol, luka, radang kulit, antiinflamasi, bisul, masalah menopouse, masalah, nafsu makan, resiko kanker.

Harga                : Rp.27.000,-
Netto                 : 200 gr.
Produsen            : Soya Herba Nusantara

DINKES P-IRT NO. 615351519016A

Kamis, 14 November 2013

Susu Bubuk Kedelai MAMA SOYA Berhasil Meraih TOP BRAND Award 2013


Alhamdulillah, Susu Bubuk Kedelai MAMA SOYA telah berhasil meraih TOP BRAND Award 2013 yang diadakan oleh Fontier Consulting Group & Majalah Marketing, yaitu untuk kategori susu bubuk kedelai.

Sabtu, 15 Juni 2013

Asap Rokok Ancam Bayi dan ASI

Sekalipun tak merokok, paparan asap rokok dari orang lain terhadap ibu menyusui atau bayinya tetap bisa merusak kesehatan.

Perokok Pasif Beresiko. Akibat paparan asap rokok seseorang terhadap kesehatan orang lain sampai sekarang masih sering disepelekan. Selama ini, orang hanya melarang seorang wanita yang perokok karena dapat membahayakan janin maupun bayinya yang sudah lahir. Padahal, bukan hanya si ibu yang sedang menyusui saja yang perlu menghentikan merokok. Ayah maupun orang di sekitar ibu dan bayinya, juga harus menghentikan kegiatan merokok itu. Apa pasalnya? Kalau seseorang merokok, itu berarti dia hanya mengisap asap rokoknya sekitar 15 persen saja, sementara yang 85 persen lainnya dilepaskan untuk diisap para perokok pasif. Tak adil, bukan?

WHO, badan kesehatan dunia, bahkan memperkirakan hampir sekitar 700 juta anak atau sekitar setengah dari seluruh anak di dunia ini, termasuk bayi yang masih menyusu pada ibunya, terpaksa mengisap udara yang terpolusi asap rokok. Ironisnya, hal itu justru terjadi lebih banyak di dalam rumah mereka sendiri.
Nikotin masuk ke bayi. Nikotin yang ada dalam rokok terserap dengan cepat dari saluran pernapasan ke aliran pembuluh darah ibu dan langsung ditransfer ke ASI dengan cara difusi. Jika ada orang luar yang merokok di dekat bayi, maka selain nikotin terserap dari ASI ibu yang terpapar asap rokok, juga diserap langsung melalui pernapasan (udara) si kecil. Nah, nikotin pun (bersama dengan ribuan bahan beracun asap rokok lainnya) masuk ke saluran pernapasan bayi. Nikotin yang terhirup melalui saluran pernapasan dan masuk ke tubuh melalui ASI ibunya akan berakumulasi di tubuh bayi dan membahayakan kesehatan bayi. Bukan hanya itu. Nikotin ternyata juga dapat mengubah rasa ASI, dan membahayakan kesehatan bayi. Biasanya, bayi akan rewel dan menolak menyusu jika ibunya baru merokok atau menghirup asap rokok. Akibat gangguan asap rokok pada bayi antara lain: muntah, diare, kolik, denyut jantung meningkat, dan lain-lain.
Penelitian membuktikan:
  • Penelitian di Santiago, Chili, menunjukkan bahwa asap rokok yang terhirup oleh ibu menyusui dapat menghambat produksi ASI. Dalam waktu tiga bulan, terlihat berat badan bayi dari ibu yang perokok atau menghirup asap rokok, juga tidak menunjukkan pertumbuhan yang optimal.
  • Asap rokok yang terpaksa diisap perokok pasif, ternyata mempunyai kandungan bahan kimia yang lebih tinggi dibandingkan dengan asap rokok yang diisap oleh si perokok. Hal ini karena ketika rokok sedang diisap, tembakau terbakar pada temperatur lebih rendah. Kondisi ini membuat pembakaran menjadi kurang lengkap dan mengeluarkan banyak bahan kimia.
  • Asap rokok itu sendiri mengandung sekitar 3.000-an bahan kimia beracun, 43 di antaranya jelas-jelas bersifat karsinogen (penyebab kanker). Tak heran jika pengaruh asap rokok pada perokok pasif itu tiga kali lebih buruk daripada debu batu bara.
  • Berbagai penelitian membuktikan asap rokok yang ditebarkan orang lain, imbasnya bisa menyebabkan berbagai penyakit, bukan saja pada orang dewasa, tapi terutama pada bayi dan anak-anak. Mulai dari aneka gangguan pernapasan pada bayi, infeksi paru dan telinga, gangguan pertumbuhan, sampai kolik (gangguan pada saluran pencernaan bayi).
Oleh karena itu, jangan ambil risiko. Hindarkan buah hati Anda dan Anda sendiri dari asap rokok, dimana saja Anda berada!

Sumber : ayahbunda.co.id

Kamis, 27 September 2012

TANYA JAWAB SEPUTAR MAMA SOYA

Berikut beberapa pertanyaan yang sering masuk untuk produk Mama Soya :
1.  Kedelai yang digunakan untuk Mama Soya kedelai organik atau transgenik?
     Jawab : Kedelai organik lokal
2. Apakah Mama Soya bisa untuk menambah produksi ASI?
    Jawab : Banyak konsumen Mama Soya telah membuktikan sendiri bahwa konsumsi Mama Soya dapat
                 meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI
3. Bagaimana cara mengkonsumsi Mama Soya dan berapa takarannya ?
    Jawab : takaran sekitar 2 sendok makan (20gr) per sajian diseduh dengan 200 ml air hangat.
4. Apakah Mama Soya boleh dikonsumsi oleh ibu hamil muda?
    Jawab : tidak ada masalah, kadar kandungan sudah kami ramu sedemikian rupa sehingga aman untuk ibu
                 hamil dan insya Allah tidak ada efek samping kecuali bagi wanita yg memiliki alergi thd salah satu
                 bahan Mama Soya.
5. Apakah kandungan gizi Mama Soya sudah mencukupi kebutuhan ibu hamil yang belum menyusui?
    Jawab : Tentu saja sebagai suplemen sifatnya hanya sebagai pelengkap dan penambah nutrisi, adapun
                 untuk kecukupan gizi ada banyak faktor lain dan yang utama asupan gizi ibu hamil adalah dari
                 makanan sehari-hari.
6. Di dalam mama soya terkandung fenugreek yang katanya tidak bagus untuk ibu hamil, apakah tidak apa2
    apabila ibu hamil mengkonsumsi mama soya yg sudah mengandung fenugreek?
    Jawab :  Tidak ada masalah sama sekali, bahkan itu mungkin hanya ‘katanya’ alias isu saja yang tidak ada
                  bukti ilmiahnya. Justru keunggulan ramuan produk kami yang telah diproses sedemikian rupa
                  sehingga sangat aman bagi ibu hamil bahkan bermanfaat.
7. Apakah mama soya bisa di konsumsi berbarengan dengan susu ibu hamil?
    Jawab : Bisa

Kamis, 16 Februari 2012

ASI vs SUFOR

Jadi inget, dulu pernah bikin riset ttg susu formula merek X, buatan Eropa di pertengahan tahun 2008. Interviewnya sama dokter-dokter anak di Indonesia, pas banget ketika saya sedang hamil.

Ketika saya ikut serta dalam riset ini, saya belum kebayang sama sekali bakal kasih ASI sampai 22bulan, dan kasih homemade food ke Alika; anak saya, dan gak memberikan susu formula sama sekali. Boro-boro kebayang pumping ASI dan bawa-bawa pompa dan segambreng peralatan perang ASI lainnya, wong dulu tuh mikirnya pasti soal "merek susu apa ya yg bagus?" atau nanya ke orang-orang: "Merek susu apa ya yang bagus?".

Sampai suatu hari Saya dapat kesempatan untuk bantu di project riset tentang susu formula merek ini. Fyi: ini adalah salah satu merek susu buatan Eropa yang terkenal di Indonesia.

Dan sebelum fieldwork dimulai, saya seperti biasa melakukan brainstorming meeting bersama orang brand (Orang Swiss) dan orang R&D yg menjadi salah satu peracik formula susunya (Dokter asal New Zealand).

Dari hasil brainstorming meeting ternyata diketahui bahwa alasan mereka membuat study pemasaran di Indonesia karena pangsa pasar susu formula di Indonesia itu sangat besar, termasuk dalam 5 besar di dunia. Sementara, di Eropa sendiri para produsen susu formula sangat susah buat jualan produk susu formula, karena pemerintahnya sangat galak dan sangat ketat dalam mengatur penjualan susu formula.

Hal ini berbeda dengan pemerintah Indonesia yang belum galak dan masih "Pro" Susu formula. Belum lagi ditambah dengan adanya stigma dari orang Eropa mengenai susu formula yang dianggap "rubbish product" - karena terlalu banyaknya process dalam pembuatannya: dari cair ke bubuk dan terlalu banyak bahan kimia yang dibutuhkan dalam proses pengubahan bentuknya dan terlalu banyak fortifikasi yang artinya terlalu banyak bahan kimia di dalamnya.  Makanya produk X ini mau meningkatkan penjualannya di Indonesia, karena memang lebih mudah dan lebih gampang :p

Ketika Saya mendengar cerita itu di meeting itu, Saya sebenarnya sudah agak shock dengan keterangan mereka, karena pemahaman saya mengenai susu formula "yang sangat sehat" ternyata salah.


Namun memang, meski sudah mendengar penjelasan orang Brand dan R&D tersebut, penjelasan tersebut masih belum begitu bisamembuat hati saya tergerak untuk memberikan ASI pada calon Bayi Saya. Saya bahkan masih terpikir untuk tetap kasih formula.... Mungkin campur laah 50% ASI : 50% formula. Kan saya kerja..?? *alesan*

Setelah selesai brainstorming meeting, saya iseng bertanya pada orang R&D yg meracik susu formula merek ini, karena beliau adalah Ibu dari 1 anak, dan anaknya berusia 3thn. Tujuannya seperti biasa, karena saya ingin cari referensi mengenai merek susu formula, soalnya dia kan dokter dan R&D susu formula. Jadi pastinya referensinya OK :p

Jadi langsung saja Saya tanya ke beliau, "Kalau Anda dulu kasih susu formula merek apa?" (dengan keyakinan, pasti dia akan bilang merek yang dia racik).

Ternyata saya mendengar jawaban diluar harapan saya, karena dia bilang:"Saya tidak kasih susu formula sama sekali" *Saya bengong*.

Lalu saya tanya lagi: "Terus dikasih apa? Susu UHT?"

Dijawab sama beliau: "Tidak, saya baru kasih UHT ketika umur 2 tahun" *dan saya makin bingung dan shock*

Saya tanya lagi: "Terus dari 0 - 2 tahun anak Anda dikasih apa?"

Dia jawab sambil tersenyum: "Saya kasih ASI, karena susu formula itu nutrisinya itu tidak sebanding dengan ASI."

Agak shock denger jawaban dari si ibu R&d itu. Apalagi pas denger dia bilang lagi:"Saya menyusui smp anak saya umur 24bln, setelah itu langsung saya kasih UHT. No formula at all!" *Dan saya pun menganga*

Saya tanya lagi" seriously?"

Dia jawab lagi: "Yup. Very serious". Dan semua orang mendorong saya untuk memberikan ASI. Jadi masa menyusui Saya menjadi lebih mudah"

Tetapi tetep aja... Meski sudah denger pengakuan si R&D itu... Saya masih agak tidak percaya dengan pengakuan dia, sampai pada akhirnya saya menginterview 5 dokter anak di Indonesia: 3 yang Pro ASI, dan 2 Yang Tidak Pro ASI.

Hasilnya? Semua dokter anak yg diinterview itu mengakui hal yg sama: ASI is the best dan paling cocok dengan metabolisme bayi. Dan susu formula cuma bisa diserap 0,sekian persen oleh tubuh bayi.

Bahkan 2 dari 3 dokter yg pro ASI kasih urutan gimana nutrisi diserap bayi dari bayi msh dlm kandungan sampai dia 2 thn:

ketika bayi di kandungan: bayi akan menyerap semua nutrisi dari sari makanan (bukan susu ya) yg dikonsumsi ibunya. Dan nutrisi yang dibutuhkan oleh si Bayi ketika dalam kandungan itu cuma sedikit, gak perlu jumlah yang banyak, karena si janin itu kan juga ukurannya masih sangat kecil jika dibandingkan kebutuhan manusia biasa.

Jadi even Susu hamil juga tidak perlu, karena kebutuhan kalcium/folat/AA/DHA/Kolin itu bisa didapat dari makanan yang dikonsumsi oleh si Ibu. Jadi, asal Ibu makan makanan yang sehat (sayur, ikan, telur, daging, buah) secukupnya, pasti kebutuhan nutrisi sang janin dan sang Ibu akan terpenuhi.

Dan dokter kandungan biasanya sudah kasih vitamin dan supplement yang menunjang nutrisi sang janin. Jadi minum susu hamil sebenarnya malah bisa membuat Ibu obesitas karena kelebihan kalori (bukan nutrisi).

Ketika bayi umur 0-6bln: Bayi cuma bisa menyerap ASI, karena ASI sangat sesuai dengan pencernaan bayi yang masih sangat rentan dan sangat sensitif, karena kandungan ASI yang sangat spesifik. Dan AA, DHA, AA, dsb yang di dalam ASI-lah yang cuma bisa diserap sempurna oleh otak Bayi :). Sementara kandungan dalam susu formula secara umum cuma bisa diserap bayi 5-10%kl gak salah (lupa euy, udah lama bgt soalnya risetnya) CMIIW.

Ketika bayi usia 6-12bln: Bayi  menyerap 70%ASI, dan 30%nya adalah sari makanan.

Oleh karena dari itu, buat Ibu-ibu yang anak-anaknya usia 6-12bulan, sebenarnya di masa ini tidak perlu terlalu khawatir kalau anaknya ketika di usia ini masih susah makan, karena di masa ini sebenarnya adalah masa untuk mulai mengajarkan anak dan mengenalkan anak makanan padat, bukan untuk memenuhi kebutuhan total nutrisi harian anak. Sementara susu formula? Cuma bisa diserap sekitar 15-20% (CMIIW).

Ketika bayi usia 12 - 18bln: Bayi bisa menyerap ASI 50% dan sari makanan 50%

Ketika bayi usia 18-24bln:Bayi menyerap ASI sebesar 30% dan sari makanan 70%, dan disini peran ASI lebih pada daya tahan/body immunity, karena di usia ini bayi sangat rentan terkena virus/bakteri karena sudah mulai lebih banyak memakan makanan padat dan mulai mengalami fase oral alias mulai memasukkan semua barang ke mulut :p

Dan  AA, DHA, Kolin, Prebiotik yang dibutuhkan Bayi di rentang usia ini hanya bisa diserap sempurna 100% kalau sumbernya dari sari makanan yang dimakan oleh bayi dan dari ASI (dari sari makanan yang dikonsumsi Ibu yang menyusui).

Sementara ketika  anak berusia 2thn ke atas, sebenarnya susu formula sudah tidak bisa diserap lagi karena memang sudah tidak ada perannya dalam pertumbuhan anak, sementara ASI msh bisa diserap untuk kepentingan daya tahan tubuh/body immunity.

Oleh karena itu, bayi yang mengkonsumsi susu formula biasanya akan sangat jauh lebih gemuk, karena memang kandungannya tidak terpakai dan tidak terserap dengan sempurna, sehingga berubah bentuk jadi lemak, sementara ASI terserap sempurna oleh tiap elemen dalam tubuh bayi, terutama oleh otak si Bayi :)

Oleh karena itu juga, menurut pengakuan 2 dokter yang tidak Pro ASI, mereka biasanya kalau menyarankan susu formula pasti selalu dengan alasan: "Biar anak Ibu lebih gemuk/tidak kekurangan berat badan" (itu pengakuan para dokter itu loh.. :p)

Dan... DHA, AA, Kolin, Spengomiolyn yg ada di susu formula sampai sekarang belum diketahui manfaatnya..atau bahkan efek sampingnya!! (Dan menurut orang brand dan orang R&D brand X ini, WHO juga sudah menyatakan hal yang sama soal ini).

Kenapa dikatakan belum ketahuan manfaat dan efek sampingnya? Karena bayi-bayi yang mengkonsumsi susu dengan kandungan AA, DHA, Kolin, dsb ini rata2 lahir dr th 2000 ke atas, tahun-tahun di mana kandungan-kandungan ini mulai diperkenalkan oleh para produsen susu formula.

Dan bayi-bayi yg mengkonsumsi AA, DHA, LA dsb yang ada dalam susu formula ini BELUM ADA yang menjadi ibu, sehingga belum tahu efek jangka panjang dan efek domino yang dihasilkan oleh kandungan-kandungan itu.

Dan pengakuan yang paling menakutkan buat saya sebenarnya adalah ketika orang brand dan R&D dari brand susu formula X ini menceritakan kalau semua kandungan itu tidak ada yang pernah diuji cobakan ke bayi manusia sebelumnya!!! (Scary huh?!!)

Akhirnya, sejak saya tahu info-info soal itu, mata saya jadi terbuka sangat-sangat lebar.... Dan sejak saat itu juga saya langsung mengubah niat saya untuk kasih ASIX, karena Saya pikir "Yang membuat racikan susu formula saja kasih ASI, masa Saya engga?"

Demikian sharing pengalaman Saya. Mohon maaf ya kalau ada yang tidak berkenan atau salah-salah info. Maklum, risetnya dibuat thn 2008 pertengahan :)

Sumber : http://afraamalia.multiply.com/journal/item/202/Pengalaman_pribadi_studi_Riset_Pemasaran_tentang_ASI_VS_Sufor?utm_source=facebook&utm_medium=addthis&utm_campaign=afraamalia

Rabu, 08 Februari 2012

Jika Seorang Bayi Bisa Bicara

By Dr. Henny Zainal, BC, CHt

(Jika seorang bayi dapat berbicara, di antara tatapan cintanya dan di setiap tangisannya)

Wahai ayah bunda tercinta..
...
Aku telah hadir di tengah-tengahmu..
Aku telah menjadi bukti cinta kasihmu..
Aku telah turun ke dunia demi memenuhi tugas dari Tuhanku..

Wahai ayah bunda tercinta..
Letakkanlah aku di atas perut dan dadamu begitu ku lahir..
Biarkanlah aku merangkak di atas perut dan dadamu..
Sesungguhnya aku ingin menyelamatkan ibuku dari perdarahan..
Sesungguhnya aku ingin membuat air susu dari Tuhanku keluar semakin banyak..

Wahai ayah bunda tercinta..
Biarkanlah aku tidur bersamamu segera setelah ku lahir didalam hari-harimu..
Biarkanlah aku menikmati suaramu, nafasmu, dan aroma tubuhmu..
Sesungguhnya bersama denganmu setiap hari pada awal kehidupanku memberikan kenyamanan dan ketenangan bagiku..

Wahai ayah bunda tercinta..
Peluklah aku..
Sesungguhnya aku kedinginan di dunia yang baru ini..
Bukanlah selimut atau pakaian tebal yang kubutuhkan..
Namun, biarkanlah aku menikmati kehangatan tubuhmu dan kasihmu

Wahai ayah bunda tercinta..
Dekaplah aku dengan penuh kasih..
Biarkanlah aku mendengar suara detak jantungmu..
Biarkanlah aku tetap berada dalam rengkuhanmu..
Sesungguhnya aku sangat ketakutan karena banyaknya suara-suarayang tidak aku kenal..

Wahai ayah bunda tercinta..
Berikanlah hanya air susu ibu bagiku..
Biarkanlah aku menikmati setiap tegukan air susu ibuku..
Sesungguhnya Tuhanku mengatakan bahwa hanya air susu ibukulah yang akan membuatku sehat, cerdas, dan tangguh..

Wahai ayah bundaku..
Bersabarlah akan diriku, tangisanku, dan segala perilakuku..
Bertawakallah pada Tuhanku..
Istiqomahlah akan apa yang engkau lakukan..
Sesungguhnya, Tuhanku amatlah dekat dan mintalah pertolonganNya..

Wahai ayah bundaku tercinta..
Terima kasih untuk kasih sayangmu..
Terima kasih untuk kesabaranmu..
Terima kasih untuk pelukanmu..
Terima kasih untuk bisikan kasih sayangmu..
Terima kasih untuk dekapan cintamu..
Terima kasih untuk doá - doá yang tiap waktu engkau panjatkan bagiku..
Terima kasih untuk keyakinanmu pada Tuhanmu..

Wahai Ayah bundaku tercinta..
Tiadalah cukup ucapan terima kasihku padamu..
Sungguh surga di telapak kakimu, sesuai dengan janji Tuhanku..

Wahai Ibuku Kekasih Hatiku..
Wahai Ayah Pelindungku..
Doá yang kupinta pada Tuhanku..
Ya Tuhanku, ampunilah aku dan juga untuk kedua orang tuaku..
Dan, kasihilah mereka semua sebagaimana mereka telah mengasihi aku ketika kecil..

Wahai ayah bundaku tercinta..
Biarkanlah Tuhanku membalas setiap tetes airmata dan keringat lelahmu saat engkau beranjak tua nanti..
Biarkanlah kasih sayang Tuhanku menyayangimu, sebagaimana engkau menyayangi diriku sewaktu kecil..
Sungguh aku sangat mencintaimu..

Rabu, 01 Februari 2012

Tips Memberi ASI Eksklusif Pasca Cuti

Usia cukup bagi bayi manusia untuk mendapat makanan lain selain air susu ibu adalah setelah 6 bulan. Dari usia 0 hingga 6 bulan bayi harus mendapat ASI eksklusif, yakni pemberian ASI murni tanpa bayi diberi tambahan lain seperti cairan air putih, teh, madu, buah-buahan, maupun makanan tambahan seperti bubur susu atau bubur saring dsb., sampai usia bayi 6 bulan, menurut hasil penelitian, positif membuat bayi mendapat nutrisi terbaik; meningkat daya tahan tubuhnya, meningkat kecerdasannya, dan meningkat jalinan kasih (bonding) dengan bunda (dan ayah).
Sayangnya, pada ibu yang bekerja, masa cuti melahirkan hanya 3 atau 4 bulan saja. Masih ada ada 2 - 3 bulan lagi untuk memberikan ASI Eksklusif. Itu memang dilema. Bagaimana melanjutkan pemberian ASI eksklusif atau hanya malam hari memberi ASI, siang dengan susu formula?

Beri ASI Perah

Namun, Dr. Utami Roesli SpA, MBA.IBCLC, pakar ASI, meyakinkan bahwa setelah masa cuti berakhir, ibu masih bisa memberikan ASI eksklusif. “Rugi sekali jika ibu hentikan. Sebab, usus bayi usia 3 bulan belum siap mencerna makanan selain air susu ibu. Selain itu. ASI merupakan sumber gizi ideal dengan komposisi seimbang, yang jika diberikan secara eksklusif bayi akan lebih sehat dan lebih cerdas dibanding bayi yang tidak mendapatkannya,” tegas Utami.
Untuk buah hati tercinta, seharusnya bekerja di luar rumah bukanlah halangan untuk memberikan yang terbaik untuknya, termasuk memberikan ASI secara eksklusif. “Ibu tetap bisa memberikan ASI perah, yakni ASI yang diperas dari payudara, lalu diberikan pada bayi saat ibu bekerja di kantor,” ujar Utami yang juga ketua Lembaga Peningkatan dan Pengembangan (LPP) ASI Rumah Sakit St. Carolus.
ASI perah adalah ASI yang diambil dengan cara diperas dari payudara untuk kemudian disimpan dan nantinya diberikan pada bayi. Apa tidak basi? Menurut Utami, sampai waktu tertentu dan dengan penyimpanan yang benar, ASI tidak akan basi. Misalnya, ASI tahan disimpan di dalam suhu ruangan sampai 6 jam. Jika disimpan di thermos yang diberi es batu, bisa tahan hingga 24 jam. Bahkan, kalau disimpan di kulkas ketahanannya meningkat hingga 2 minggu dengan suhu kulkas yang bervariasi. Jika disimpan di frezeer yang tidak terpisah dari kulkas, dan sering dibuka, ASI tahan 3-4 bulan. Sedangkan pada freezer dengan pintu terpisah dari kulkas dan suhu bisa dijaga dengan konstan, maka ketahanan ASI mencapai 6 bulan.
Memerah ASI bukanlah hal yang sulit, bahkan tidak selalu membutuhkan alat khusus atau pompa ASI. Cukup dengan pijitan dua jari sendiri, ASI bisa keluar lancar car! Memang membutuhkan waktu, yakni masing-masing payudara 15 menit. ASI ini bisa diberikan untuk bayi keesokan harinya. Tampung ASI tersebut di sebuah wadah, misalnya plastik gula, lalu tandai setiap wadah dengan spidol sesuai waktu pemerahan, misal plastik pertama, kedua, dst. Berikan pada bayi sesuai urutan pemerahan.

Persiapan dan Pemberian

Untuk memberi bayi ASI perahan, jauh-jauh hari sebelum masa cuti berakhir ibu memang harus menyiapkan diri sendiri dan bayi. Apalagi jika si buah hati merupakan anak pertama. Beratnya meninggalkannya memang luar biasa. Apalagi siang hari tak bersamanya dan tak menyusuinya pasti berat. Di kantor, saat payudara membengkak karena produksi ASI tak disusu bayi, ingatan ibu pastilah pada buah hati di rumah.
Mempersiapkan diri sendiri menjadi penting. Pertama, adalah mempersiapkan mental untuk meninggalkan bayi dan memupuk rasa percaya bahwa ia akan baik-baik saja di rumah. Kedua, persiapan dengan mulai belajar memerah dua minggu sebelum cuti berakhir. Ketika bayi tidur dan payudara mulai terasa membengkak, segera perahlah payudara lalu simpan di kulkas. Esok siang, ASI perah tersebut bisa ibu berikan pada bayi.
Sedangkan untuk mempersiapkan bayi, ibu harus memulai membiasakan bayi diberi ASI perahan dengan sendok, bukan botol susu. “Berikan dengan cara menyuapinya dengan sendok agar bayi tidak bingung putting. Sampai bayi usia 5 bulan, bisa terjadi bingung putting,” tegas Utami. Bingung putting terjadi jika ibu yang biasa memberi Asi lewat payudara, lalu bayi disusui dengan botol, maka ketika akan diberikan lewat payudara lagi bayi kemungkinan menolaknya. Ini lantaran, dot botol lebih lancar mengeluarkan susu dibandingkan lewat payudara.

Persiapkan Mental ‘Pengasuh’
Tetap memberi ASI selama ibu bekerja di kantor berarti ibu harus memupuk kerjasama dengan pengasuh. Ini bukan hal mudah. Apalagi jika yang ibu percayai merawatnya adalah orangtua sendiri atau mertua. Kalau mereka tidak punya pemahaman yang sama tentang pemberian dan manfaat ASI eksklusif, ditambah pengalaman mereka dulu mungkin menyusui sambil dicampur susu atau makanan padat, akan sedikit menyulitkan.
“Tapi, jangan menyerah. Pelan-pelan jelaskan sama ibu atau ibu mertua tentang pentingnya ASI eksklusif, dan bahwa usus bayi belum siap mencerna makanan. Begitu juga jelaskan pada pengasuh, kerjasama orangtua dengan pengasuh di rumah ini juga menentukan keberhasilan menyusui secara eksklusif ” tegas Utami.
Memang di hari-hari pertama pemberian susu perah dengan sendok, bayi mungkin menolaknya. Ia bahkan bisa cemas dan gelisah. Namun, janganlah khawatir, 3 atau 4 hari setelahnya bayi akan terbiasa. Itu sebabnya, sebelum masa cuti berakhir bayi perlu dilatih disuapi susu dengan sendok. Jadi, tak perlu resah jika harus kembali bekerja, bukan? 

Pemberian ASI Perahan
  • Ambil ASI berdasarkan waktu pemerahan (yang pertama diperah yang diberikan lebih dahulu).
  • Jika ASI beku, cairkan di bawah air hangat mengalir. Untuk menghangatkan, tuang ASI dalam wadah, tempatkan di atas wadah lain berisi air panas.
  • Kocok dulu sebelum mengetes suhu ASI. Lalu tes dengan cara meneteskan ASI di punggung tangan. Jika terlalu panas, angin-anginkan agar panas turun.
  • Jangan gunakan oven microwave untuk menghangatkan agar zatzat penting ASI tidak larut/hilang.
  • Berikan dengan sendok.
Simpan ASI Praktis dan Awet
  • Taruh ASI dalam kantung plastik polietilen (misl plastik gula); atau wadah plastik untuk makanan atau yang bisa dimasukkan dalam microwave, wadah melamin, gelas, cangkir keramik. Jangan masukkan dalam gelas plastik minuman kemasan maupun plastik styrofoam.
  • Beri tanggal dan jam pada masing-masing wadah.
  • Dinginkan dalam refrigerator (kulkas). Simpan sampai batas waktu yang diijinkan (+ 2 minggu).
  • Jika hendak dibekukan, masukkan dulu dalam refrigerator selama semalam, baru masukkan ke freezer (bagian kulkas untuk membekukan makanan), gunakan sebelum batas maksimal yang diijinkan. (+3-6 bulan)
  • Jika ASI beku akan dicairkan, pindahkan ASI ke refrigerator semalam sebelumnya, esoknya baru cairkan dan hangatkan. Jangan membekukan kembali ASI yang sudah dipindah ke refrigerator. 
Sumber : Tabloid ibu dan anak

Sabtu, 24 Desember 2011

SUSU KEDELAI SANGAT BERMANFAAT UNTUK IBU HAMIL

Sekarang bunda tidak perlu khawatir mengkonsumsi susu kedelai. Menurut penelitian yang telah telah dilakukan selama bertahun-tahun, susu kedelai dipercaya juga mengandung banyak sekali nutrisi khususnya nutrisi yang dibutuhkan oleh ibu hamil. Susu kedelai juga sangat cocok untuk ibu hamil yang alergi terhadap lactosa (biasa dikenal sebagai kondisi lactose intolerant). Beberapa kandungan nutrisi yang terdapat di dalam susu kedelai antara lain :
Protein. Berguna untuk pertumbuhan janin, perbaikan jaringan yang rusak, mengoptimalkan pertumbuhan organ pada janin, memelihara fungsi organ-organ pada ibu hamil, serta menambah imunitas (daya tahan) tubuh. Protein pada susu kedelai tersusun oleh sejumlah asam amino penting (lesitin, arginin, lisin, glisin, niasin, leusin, isoleusin, treonin, triptofan, fenilalanin).
Asam Folat. Banyak terdapat pada sayuran hijau serta kacang-kacangan. Asam folat berguna untuk meningkatkan pertumbuhan sel-sel syaraf pada janin (sangat diperlukan pada persiapan kehamilan dan kehamilan trimester 1).
Lemak Nabati sebagai cadangan lemak yang baik untuk tubuh ibu hamil dan janin.
Karbohidrat sebagai sumber energi untuk tubuh.
Serat. Berguna untuk kelancaran sistem pencernaan dalam tubuh. Untuk ibu hamil, kelancaran sistem pencernaan penting agar penyerapan zat-zat gizi yang bermanfaat dapat optimal. Sistem pencernaan yang tidak lancar akan mempengaruhi metabolisme tubuh dan zat-zat gizi pada ibu hamil yang dapat berakibat langsung pada perkembangan janin.
Vitamin A. Biji kedelai mengandung karoten, yang merupakan bahan dasar vitamin A, membantu kelancaran fungsi organ penglihatan dan pertumbuhan tulang pada janin.
Vitamin B. Vitamin B1 atau yang sering disebut thiamine sangat berperan dalam reaksi-reaksi dalam tubuh yang menghasilkan energi untuk kelancaran moms dalam beraktifitas sehari-hari. Vitamin B2, disebut juga flavin, merupakan pigmen yang banyak terdapat pada susu, baik susu sapi, ASI, maupun susu kedelai.
Vitamin E. Meningkatkan profil kesuburan, bisa mencegah keguguran, dan penyakit jantung kardiovaskuler, meningkatkan produksi air susu, dan juga memiliki fungsi sebagai antioksidan.
Isoflavon. Ikatan sejumlah asam amino dengan vitamin dan beberapa zat gizi lainnya dalam biji kedelai ada yang membentuk flavonoid. Dan salah satu jenis flavonoid yang sangat banyak terdapat pada biji kedelai dan amat bermanfaat bagi kesehatan adalah isoflavon. Isoflavon diantaranya berperan mempercepat metabolisme, melancarkan pencernaan, meningkatkan sistem imunitas, memperkuat struktur matriks tulang, meningkatkan fungsi kognitif, dan lain-lain.
Kalsium. Salah satu mikro mineral yang berguna bagi tubuh manusia. 99% dari kalsium dapat ditemukan pada tulang dan 1% dialirkan pada selaput cair, di dalam struktur sel dan selaput sel. Fungsi kalsium cukup penting, apalagi di masa kehamilan, yaitu untuk pertumbuhan tulang janin.

Jadi, kalau ibu hamil ingin mencoba variasi lain selain susu sapi, tapi tetap bergizi, saatnya mencoba susu kedelai!