Tampilkan postingan dengan label asi untuk bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asi untuk bayi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Mei 2012

PERAWATAN BAYI DENGAN ASI

Untuk masa depan anak yang lebih baik, persiapkan dasar yang sehat dan kuat pada 3 tahun pertama kehidupan anak merupakan hal yang penting. Pastikan bahwa bayi anda mendapatkan zat-zat nutrisi yang tepat, perlindungan kekebalan dengan imunisasi dan curahan kasih sayang!

Air Susu Ibu adalah yang terbaik! Menyusui adalah cara alamiah untuk memberikan kebutuhan makanan kepada bayi baru lahir. Dalam beberapa aspek, menyusui bayi adalah hal yang paling ideal baik bagi ibu maupun bayinya. ASI mudah dicerna oleh bayi. ASI mengandung antibodi yang melindungi bayi terhadap infeksi dan alergi. Bayi yang mendapatkan ASI lebih jarang menderita sakit dan sedikit mengalami gangguan gizi dibanding dengan bayi yang mendapatkan makanan lain. Pesan-pesan mengenai ASI yang perlu diketahui untuk menghindari ancaman penyakit serta untuk meningkatkan tumbuh kembang seorang bayi:
  1. ASI merupakan satu-satunya makanan terbaik untuk bayi umur 0-4 bulan.
  2. Bayi harus dideteksi sedini mungkin setelah lahir dan sesungguhnya setiap ibu mampu meneteki bayinya.
  3. Seing meneteki diperlukan untuk produksi cukup ASI sesuai kebutuhan bayi.
Bayi harus diberi ASI sedini mungkin setelah lahir, meneteki segera setelah lahir akan memacu produksi ASI. Sebaiknya meneteki dilakukan ½ jam setelah bayi lahir. Selama menunggu keluarnya ASI, tidak dibutuhkan minuman atau makanan apapun untuk bayi.

Untuk Ibu:
  1. Air Susu Ibu (ASI) dapat disusukan kepada bayi setiap saat tanpa membutuhkan persiapan apapun.
  2. Menyusui bayi membantu pengecilan rahim kembali ke ukuran yang normal.
  3. Menyusui bayi memperlambat datangnya haid lagi sesudah melahirkan. Ini berarti mencegah terjadinya kehamilan. Dengan demikian pemberian ASI berarti pula mendukung program kependudukan pemerintah.
  4. Menyusui bayi mempercepat mengembalikan bentuk tubuh ibu.
  5. Menyusui bayi merupakan peristiwa dan pengalaman yang indah dan sangat didambakan oleh para ibu.

Untuk Bayi :
  1. Air Susu Ibu mengandung semua zat nutrisi yang dibutuhkan bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi normal.
  2. Komposisi Air Susu Ibu bisa berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan bayi. Mula-mula setelah persalinan, akan dihasilkan kolostrum yaitu cairan berwarna kuning jernih yang kaya akan protein. Kemudian dalam beberapa minggu cairan akan berubah menjadi air susu biasa.
  3. Air Susu Ibu mengandung zat-zat kekebalan (antibodi) yang akan melindungi bayi dari berbagai jenis infeksi.
  4. Air Susu Ibu mudah dicerna oleh bayi.
  5. Air Susu Ibu selalu tersedia dalam suhu yang tepat dimana dan kapan saja.
  6. Menyusui bayi adalah penting sekali untuk membangun ikatan batin antara ibu dan anak. Tidak ada cara lain yang bisa memberikan kehangatan ibu dan rasa aman kepada bayi selain waktu menghisap air susu ibu. Bahwa dengan terdengarnya detak jantung yang sudah lama ia kenali; yaitu sejak di dalam kandungan ibu ikatan batin antara ibu dan anak menjadi lebih kuat lagi.
  7. Sebelum mulai menyusui bayi anda, pastikan posisi anda dan bayi dalam keadaan nyaman

Tanda bahwa bayi dalam posisi yang baik dalam meneteki:
  1. Seluruh badan menghadap dalam dekapan ibunya
  2. Bayi menetek cukup lama dan isapannya cukup dalam
  3. Bayi relaks dan senang
  4. Ibu tidak merasakan sakit putting

Bagaimana saya mengetahui bahwa bayi saya cukup mendapatkan ASI?
  1. Dalam satu sampai dua hari pertama, para ibu akan khawatir, apakah ASI yang diberikan kepada bayinya cukup? lebih - lebih lagi bila bayi tampaknya tidak ingin lepas dari payudara atau tetap rewel setelah menyusui. Setelah bayi tidur, biasanya bayi akan merasa lapar, oleh karena susu dicerna pada saat bayi tertidur.
  2. Pada umumnya bayi menyusui 8 hingga 15 kali dalam sehari pada usia 3-5 hari pertama. Susui bayi sesering mungkin selama bayi masih menginginkan ASI. Jangan membuat jadwal yang ketat.

Kesehatan ibu hari ini menentukan esehatan anak di hari esok.

Tanda - tanda bahwa bayi telah mendapatkan ASI yang cukup:
  1. Bayi minum ASI tiap 2-3 jam atau adalam 24 jam minimal mendapatkan ASI 8 kali pada 2-3 minggu pertama.
  2. Warna kotoran berwarna kuning dengan frekuensi sering, dan warna menjadi lebih muda pada hari kelima setelah lahir.
  3. Popok basah minimal 8 kali perhari.(bila bayi menggunakan "pampers", bandingkan dengan berat pampers yang baru; papmpers baru tentunya lebih ringan)
  4. Ibu dapat mendengarkan pada saat bayi menelan ASI.
  5. Payudara terasa lebih lembek, yang menandakan ASI telah habis.
  6. Warna bayi merah (tidak kuning) dan kulit terasa kenyal.

Kondisi ibu yang tidak dapat memberi ASI adalah:
  1. Ibu meninggal.
  2. Ibu sakit keras.
  3. Atas indikasi medis.

Pada kondisi tersebut bayi dapat diberikan Pengganti Air Susu Ibu (PASI)/susu formula sesuai petunjuk petugas kesehatan. Tidak diperkenankan menggunakan susu kental manis sebagai PASI.

Cara memberikan Pengganti Air Susu Ibu/susu formula:
  1. Berikan PASI sesuai pentunjuk tanaga kesehatan.
  2. Gunakan takaran dalam pengenceran PASI sesuai dengan label yang ada dalam kaleng PASI.
  3. Air yang digunakan untuk pengenceran PASI adalah air yang sebelumnya dimasak mendidih/air mineral.
  4. Peralatan yang digunakan untuk mengenceran dan memberikan PASI sebaiknya dibilas dengan air panas mendidih.
  5. Disamping pemberian PASI, berikan makanan pendamping ASI setelah bayi berumur 4 bulan.

Segera setelah ibu sembuh, upayakan menyusui kembali (relaktasi). Untuk pemberian PASI sementara ibu sakit, usahakan tidak menggunakan botol dan dot, tapi gunakan gelas dan sendok agar bayi tidak bingung dengan puting ibu yang biasanya dihisap. Pemberian susu botol dan dot bersama-sama dengan ASI dapat menyebabkan bayi berhenti menetek, dan biasanya akan memilih minum susu botol yang membutuhkan sedikit isapan.

Akibat yang merugikan pemberian PASI:
Bagi ibu: tidak ekonomis dan tidak praktis.
Bagi bayi:
  • Bayi tidak memperoleh zat kekebalan yang ada pada ASI, dengan demikian dapat meningkatkan resiko infeksi.
  • Ancaman kekurangan gizi, apabila diberikan tidak sesuai dengan ketentuan petunjuk penggunaan PASI.
  • Ancaman kegemukan, apabila diberikan secara berlebihan.
  • Lebih mudah terserang diare dan alergi.
  • Pertumbuhan mulut, rahang dan gigi tidak baik.
  • Mengurangi hubungan kasih sayang ibu dan anak yang dapat menghambat perkembangan mental selanjutnya.

Pengganti ASI / susu formula dibuat dari susu sapi yang susunan nutriennya sudah diubah sehingga sesuai dengan kebutuhan bayi selama masa pertumbuhan dan perkembangannya. Terdapat bermacam - macam jenis susu formula bayi dan mintalah nasehat kepada dokter jenis yang terbaik buat bayi anda.

Pada beberapa minggu pertama, bayi perlu minum setiap 2-3 jam. Kemudian setelah beberapa waktu, frekuensi makan berkurang menjadi setiap 4 jam. Apabila bayi nampak lapar di antara waktu minum, berilah sedikit air masak yang sudah didinginkan. Apabila bayi telah memalingkan muka dari botol atau menolak untuk menghisap, itu adalah tanda bahwa pemberian minuman telah cukup. Sebaiknya jangan memaksa bayi untuk minum. Bayi akan bisa mengukur sendiri seberapa banyak minuman yang diperlukan pada setiap saat minum.

Dari mulai umur 6 bulan, bayi akan membutuhkan lebih banyak protein dan zat besi. Formula lanjutan khusus untuk bayi yang lebih tua bisa mulai diperkenalkan pada saat ini.

sumber : www.pediatrik.com

Rabu, 15 Februari 2012

ASI : Kado Istimewa Ibu untuk Sang Buah Hati

Penyusun: Ummu Nabiilah
Untaian doa untuk ibu yang baru saja menimang buah hatinya turut mengawali sebuah harapan agar sang bayi tumbuh menjadi anak yang kuat dan sehat.Salah satu usaha untuk membentuk anak yang sehat tentu saja dengan pemberian asupan nutrisi yang tepat. Nutrisi terbaik bagi bayi yang baru lahir adalah ASI (Air Susu Ibu).

Keistimewaan ASI
ASI merupakan susu sekaligus makanan terbaik bagi bayi manusia. Tidak ada satu susu pun, meskipun susu tersebut adalah susu sapi, kambing, atau susu lain yang telah diformulasi dengan berbagai zat gizi, yang mampu melebihi keunggulan komposisi ASI. Komposisi ASI telah disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bayi sejak awal kehidupannya.
 Pada hari-1 sampai hari-4, ASI yang keluar merupakan kolostrum yang kaya akan protein yang mampu menjaga daya tahan tubuh. Pada hari-3 sampai kurang lebih hari-10, ASI yang keluar disebut sebagai ASI transisi dimana kadar proteinnya berkurang namun kadar karbohidrat, lemak, serta volumenya pun meningkat. Setelah hari-10, ASI mature yang merupakan susu padat sudah mampu memenuhi kebutuhan tumbuh kembang bayi.
 Komposisi ASI juga berbeda dari setiap semburan yang keluar. Semburan yang pertama, yang  keluar pada 5-10 menit pertama disebut foremilk. Susu ini lebih encer dengan kadar lemak yang lebih rendah. Semburan berikutnya disebut hindmilk dengan kandungan protein, karbohidrat, dan lemak yang lebih lengkap. Semburan pertama memang berkomposisi lebih ringan agar pencernaan bayi lebih siap menerima ASI dengan lemak yang lebih tinggi.
 Pemberian ASI kepada bayi secara eksklusif yaitu selama 6 bulan awal kehidupannya kemudian diteruskan hingga 2 tahun bersama makanan pendamping.
 ASI memiliki banyak keistimewaan antara lain:
  1. Merupakan susu yang paling tepat dan lengkap nutrisinya di setiap tahapan pertumbuhan bayi dari hari ke hari. Meski di dalam susu sapi (sebagai contoh susu yang paling banyak diberikan pada bayi dan anak-anak) juga terdapat komponen nutrisi yang sama atau (diklaim) lebih banyak daripada ASI, namun komposisi dan bentuk senyawa nutrien tersebut tidak mampu menyamai kandungan nutrisi dalam ASI.
ASI memiliki lebih dari 200 biofactors system (nutrisi terintegrasi dalam jumlah dan perbandingan yang tepat) sehingga dapat menghasilkan nutrisi tumbuh kembang dan perlindungan/daya tahan tubuh yang optimal. Sebagai contohnya, kandungan laktosa dalam ASI lebih mudah dicerna oleh pencernaan bayi daripada laktosa yang ada pada susu sapi karena di dalamnya terkandung materi laktase sebagai bahan pembentuk enzim laktase yang berfungsi memecah laktosa menjadi senyawa yang lebih sederhana yang lebih mudah dicerna oleh pencernaan bayi. Apabila laktosa tidak dapat dicerna oleh  pencernaan bayi,yang terjadi adalah diare bahkan muntah-muntah yang sering dialami oleh bayi yang mengkonsumsi susu sapi.
  1. ASI mengandung faktor protektif (pelindung) sehingga bayi yang mendapatkan ASI memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik sehingga jarang terkena penyakit.
  2. Tidak ada bayi yang alergi terhadap ASI karena immunoglobulin pada kolostrum selain sebagai antibakteri juga berfungsi untuk mencegah terserapnya makromolekul asing yang dapat memicu alergi.
  3. Berdasar penelitian, anak yang mendapatkan ASI umumnya memiliki kecerdasan lebih dibanding anak yang tidak diberi ASI eksklusif.
  4. Bagi sang ibu, pemberian ASI dapat mempercepat pengecilan rahim dan mencegah terjadinya perdarahan pasca melahirkan melalui mekanisme hormon oksitosin. Selain itu, pemberian ASI mampu mengurangi resiko kanker payudara dan kanker ovarium.
  5. Menyusui mampu memperkuat ikatan emosional antara ibu dengan sang bayi. Bayi akan merasa aman dan nyaman dalam dekapan ibunya. Hubungan kasih sayang yang kokoh ini dapat memberikan efek positif pada perkembangan psikologi anak.
  6. ASI selalu tersedia, praktis, steril, dan selalu dalam suhu yang pas untuk diminum.
  7. Tidak perlu ada dana khusus yang disediakan untuk “membeli” ASI karena ASI bisa didapatkan gratis dari ibu tidak sebagaimana susu formula.
Inisiasi Menyusui Dini (IMD)
Salah satu kunci awal keberhasilan program ASI eksklusif adalah dengan melaksanakan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). IMD adalah bagian dari proses persalinan normal dimana bayi yang lahir dalam satu jam kehidupannya  langsung ditengkurapkan di atas perut ibunya dan dibiarkan mencari sendiri puting ibunya, tanpa bantuan siapapun.
Dengan insting penciumannya, biasanya bayi akan menemukan puting ibunya setelah 30-50 menit. Setelah itu, refleks mengisap yang dimiliki bayi sejak dalam kandungan akan segera difungsikan kembali. Proses IMD masih berlanjut dengan membiarkan sang bayi menyusu minimal setengah jam.
Begitu lahir, tali pusat bayi dipotong dan tubuhnya dibersihkan dari kotoran yang menempel.  Tanpa dibedong, bayi langsung ditengkurapkan di dada atau perut ibu dengan kontak langsung antara kulit bayi dengan kulit ibu (skin to skin contact). Ibu dan bayi diselimuti bersama-sama. Kondisi ini akan menimbulkan kehangatan dan ikatan batin. Tidak perlu khawatir bayi akan kedinginan karena kulit dada ibu yang baru saja melahirkan bersuhu satu derajat lebih hangat daripada ibu yang tidak melahirkan. Kalau bayi kedinginan, suhu tubuhnya pun akan naik secara otomatis dua derajat. Begitu bayi merasa kepanasan, suhu kulit ibu pun akan menyesuaikan dengan turun satu derajat.
 Pengaturan suhu alami dalam skin to skin contact ketika IMD ini, menurut dr. Utami Roesli, Sp.A., MBA, IBCLCC, ketua Sentra Laktasi Indonesia, lebih bagus daripada alat inkubator yang biasa digunakan untuk menghangatkan bayi. Selanjutnya, bayi dibiarkan mencari sendiri puting ibunya dan mengisapnya sedikitnya selama 30 menit. Keluar atau tidaknya ASI pada waktu itu bukanlah suatu masalah. Yang penting adalah memberikan kesempatan bayi untuk menjalankan insting mencari sumber makanannya yaitu puting ibunya.
 IMD memberikan beberapa manfaat baik bagi ibu maupun bayinya. Manfaat tersebut antara lain:
  1. Bayi mendapatkan zat-zat gizi penting yang terkandung dalam kolostrum sehingga terhindar dari berbagai penyakit yang rentan menimpanya.
  2. IMD memberikan kesempatan yang lebih besar bagi bayi untuk mendapatkan ASI eksklusif hingga usia 6 bulan karena sejak awal bayi sudah dikenalkan dengan puting susu ibu sehingga akan terbiasa dan lebih mudah mengisap ASI. Teknik mengisap puting yang benar akan melancarkan produksi ASI selanjutnya sehingga kemungkinan ibu memiliki masalah dengan ASI semakin kecil.
  3. Mempercepat penghentian perdarahan sesudah melahirkan pada ibu melalui mekanisme perangsangan kontraksi otot rahim. Oleh karena itu, rahim ibu akan lebih cepat kembali seperti semula.
Setelah pemaparan di atas mengenai ASI, maka dengan niat serta tekad yang kuat untuk ‘mencetak’ generasi yang sehat, maka ibu yang mau dan mampu memberikan ASI secara eksklusif kepada anaknya, berarti telah memberikan hadiah yang sangat istimewa bagi buah hatinya. Banyak sekali ibu yang dengan rela dan senang hati memberikan susu sapi pada anaknya dengan berbagai alasan yang sesungguhnya masih dapat diatasi.
 Kalaupun ibu tidak mampu memberikan ASI-nya sendiri kepada bayinya karena permasalahan medis (yang sudah ditegakkan diagnosa oleh dokter terutama praktisi laktasi), maka masih ada jalan penyusuan melalui wanita lain (ibu susu). Yang terpenting dalam hal ini, ibu harus memiliki niat untuk selalu memberikan yang terbaik bagi buah hatinya. Dan yang susu yang terbaik adalah ASI, bukan susu yang lain.

Sumber:
Buklet Tabloid Nakita, Bayi ASI, Bayi Gold Medal, no. 488/th. X/9 Agustus 2008
Buklet Tabloid Nakita, Indahnya Tahun Pertama, no.522/th. X/30 Maret 2009
Sunardi, dr., 2008, Ayah, Beri Aku ASI, Aqwamedika : Solo
Tabloid Nakita no.464/th.IX/23 Februari 2008
***
Artikel muslimah.or.id
Top of Form
Bottom of Form

Rabu, 08 Februari 2012

Jika Seorang Bayi Bisa Bicara

By Dr. Henny Zainal, BC, CHt

(Jika seorang bayi dapat berbicara, di antara tatapan cintanya dan di setiap tangisannya)

Wahai ayah bunda tercinta..
...
Aku telah hadir di tengah-tengahmu..
Aku telah menjadi bukti cinta kasihmu..
Aku telah turun ke dunia demi memenuhi tugas dari Tuhanku..

Wahai ayah bunda tercinta..
Letakkanlah aku di atas perut dan dadamu begitu ku lahir..
Biarkanlah aku merangkak di atas perut dan dadamu..
Sesungguhnya aku ingin menyelamatkan ibuku dari perdarahan..
Sesungguhnya aku ingin membuat air susu dari Tuhanku keluar semakin banyak..

Wahai ayah bunda tercinta..
Biarkanlah aku tidur bersamamu segera setelah ku lahir didalam hari-harimu..
Biarkanlah aku menikmati suaramu, nafasmu, dan aroma tubuhmu..
Sesungguhnya bersama denganmu setiap hari pada awal kehidupanku memberikan kenyamanan dan ketenangan bagiku..

Wahai ayah bunda tercinta..
Peluklah aku..
Sesungguhnya aku kedinginan di dunia yang baru ini..
Bukanlah selimut atau pakaian tebal yang kubutuhkan..
Namun, biarkanlah aku menikmati kehangatan tubuhmu dan kasihmu

Wahai ayah bunda tercinta..
Dekaplah aku dengan penuh kasih..
Biarkanlah aku mendengar suara detak jantungmu..
Biarkanlah aku tetap berada dalam rengkuhanmu..
Sesungguhnya aku sangat ketakutan karena banyaknya suara-suarayang tidak aku kenal..

Wahai ayah bunda tercinta..
Berikanlah hanya air susu ibu bagiku..
Biarkanlah aku menikmati setiap tegukan air susu ibuku..
Sesungguhnya Tuhanku mengatakan bahwa hanya air susu ibukulah yang akan membuatku sehat, cerdas, dan tangguh..

Wahai ayah bundaku..
Bersabarlah akan diriku, tangisanku, dan segala perilakuku..
Bertawakallah pada Tuhanku..
Istiqomahlah akan apa yang engkau lakukan..
Sesungguhnya, Tuhanku amatlah dekat dan mintalah pertolonganNya..

Wahai ayah bundaku tercinta..
Terima kasih untuk kasih sayangmu..
Terima kasih untuk kesabaranmu..
Terima kasih untuk pelukanmu..
Terima kasih untuk bisikan kasih sayangmu..
Terima kasih untuk dekapan cintamu..
Terima kasih untuk doá - doá yang tiap waktu engkau panjatkan bagiku..
Terima kasih untuk keyakinanmu pada Tuhanmu..

Wahai Ayah bundaku tercinta..
Tiadalah cukup ucapan terima kasihku padamu..
Sungguh surga di telapak kakimu, sesuai dengan janji Tuhanku..

Wahai Ibuku Kekasih Hatiku..
Wahai Ayah Pelindungku..
Doá yang kupinta pada Tuhanku..
Ya Tuhanku, ampunilah aku dan juga untuk kedua orang tuaku..
Dan, kasihilah mereka semua sebagaimana mereka telah mengasihi aku ketika kecil..

Wahai ayah bundaku tercinta..
Biarkanlah Tuhanku membalas setiap tetes airmata dan keringat lelahmu saat engkau beranjak tua nanti..
Biarkanlah kasih sayang Tuhanku menyayangimu, sebagaimana engkau menyayangi diriku sewaktu kecil..
Sungguh aku sangat mencintaimu..

Selasa, 17 Januari 2012

PERAN ASI TERHADAP PERTUMBUHAN BAYI

ASI  merupakan  satu-satunya  makanan  terbaik  bagi  bayi  sampai  berumur  6 bulan  karena  mempunyai  komposisi  gizi  yang  paling  lengkap  dan  ideal  untuk pertumbuhan  dan  perkembangan  bayi  yang  dapat  memenuhi  kebutuhan  gizi  bayi selama 6 bulan pertama. Rekomendasi pemberian ASI saja yang dikena l dengan ASI eksklusif sampai 6 bulan didasarkan pada bukti ilmiah tercukupinya  kebutuhan bayi dan lebih baiknya pertumbuhan bayi yang mendapat ASI eksklusif serta menurunnya morbiditas  bayi. 
 .
Beberapa  peneliti  menganalisa  perbedaan  kecepatan  pertumbuhan  antara bayi yang disusui dan bayi yang diberi formula selama 1  tahun pertama  dan diamati kemudian.  Birkbeck  (1992)  mengukur  anak  usia  7  tahun  yang  mendapat  ASI sedikitnya 12 minggu dan yang  mendapat formula sejak lahir. Hasilnya  menyatakan bahwa anak yang mendapat ASI lebih tinggi, tetapi secara statistik tidak nyata ketika dikontrol  dengan  berat  lahir,  tinggi  orangtua,  dan  status  sosial  ekonomi.  Selain  itu juga dinyatakan bahwa tidak ada  perbedaan kecepatan pertumbuhan usia 3-12 bulan antara  anak  yang  disusui  sedikitnya  2  bulan  dan  anak  yang  mendapat  formula. Pertumbuhan,  infeksi,  dan  perbedaan  efisiensi  penggunaan  zat  gizi  mempengaruhi kecepatan  penggunaan  zat  gizi  oleh  bayi,  yang  ditentukan  oleh  status  gizi  bayi (WHO,  2002).  Studi-studi  di  beberapa  negara  berkembang  menunjukkan  bahwa penyebab terbesar  defisiensi gizi  dan retardasi pertumbuhan pada  anak  berumur 3 – 15  bulan  adalah  rendahnya  pemberian  ASI  dan  buruknya  pemberian  MPASI (Shrimpton et  al,  2001).  Keunggulan  ASI  yang  be rperan  dalam  pertumbuhan  bayi dilihat dari protein, lemak, elektrolit, enzim, dan hormon dalam ASI.


1. Protein
 Protein ASI dibentuk dalam ribosom pada retikulum endoplasma yang terdiri dari kasein,  alpha laktalbumin dan beta laktoglobulin. Alpha laktalbumin adalah 25 –  30%  dari total  protein ASI yang merupakan  penyedia  terbesar asam amino untuk pertumbuhan bayi. Protein ASI  berkaitan dengan fungsi  tertentu seperti kasein yang membentuk miscellesdengan  kalsium  dan  fosfat yang  merupakan  pengangkut penting  bagi  mineral  tersebut.  Pada  bayi  baru  lahir  (neonatus)  belum  mampu mengelola  protein  dalam  jumlah  besar  seperti  yang  banyak  terdapat  pada  susu formula. Kombinasi  asam  amino  dalam ASI  sangat sesuai  secara  biokimiawi  untuk periode  pertumbuhan  bayi.  


2. Lemak
Lemak  dalam  ASI  berbentuk  gumpalan  yang  terdiri  dari trigliserida  dengan campuran  fosfolipid, kolesterol,  vitamin A, dan  karotenoid.  Trigliserida berasal dari lemak  yang  dimakan  dan  diangkut  dalam  darah  ke  payudara  sebagai  trigliserida dalam  kilomikron.  Susunan  asam  lemak  ASI  tergantung  pada  sumber  lemak  dalam makanan  ibu  dan  keragaman  jumlah  lemak.  Kadar  lemak  juga  tergantung  ada tidaknya cadangan  lemak.  Ibu dengan gizi  kurang  menghasilkan ASI  dengan  ka dari lemak  rendah  dan  asam  lemak  kebanyakan  berantai  pendek,  lemak  ASI  menurun sampai  1  %  tetapi  protein  dan  laktosa  tetap.  Lemak  adalah  bahan  penyusun  yang penting bagi sistem saraf. Asam lemak dalam  ASI memungkinkan bayi memperoleh energi  cukup dan  dapat membentuk  mielin dalam  susunan  saraf. 

.
3. Elektrolit dalam ASI
ASI  mengandung  elektrolit  (natrium,  kalium,  klorida)  sangat  rendah dibanding  susu  sapi  sehingga  tidak  memberatkan  beban  ginjal.  Pada  bayi  yang mendapat  formula  elektrolit  tinggi  akan  mengakibatkan  osmolalitas  plasma  yang tinggi.  Hal  ini  akan membahayakan karena  fungsi ginjal  pada  bayi belum sempurna sehingga  sukar  untuk  diekskresikan.  Pada  bayi  dengan  osmolalitas  plasma  dan natrium  tinggi  bila  demam  atau  diare  ringan  sangat  beresiko  terhadap  dehidrasi hipernatremik.  Selain  itu bayi  yang  osmolalitas  plasma  tinggi  karena  selalu minum beban  larut  yang  berat  akan   sering  merasa  haus  dan  minta  minum.  Apabila  diberi susu  kental  menyebabkan  haus  dan  menginginkan  minum  lagi  dan  seterusnya sehingga  dapat  berakibat  pemberian  kalori  berlebihan  pada  bayi.
   
4. Enzim
Enzim  dalam  ASI  berperan  secara  tidak  langsung  terhadap  pertumbuhan dimana bila fungsi enzim dalam berbagai proses metabolisme tubuh terganggu maka pertumbuhan juga akan terganggu.


5. Hormon
ASI  mengandung  beberapa  hormon dan faktor pertumbuhan.  Hormon  dalam ASI  terdiri  dari  kortisol,  somatostatin,    laktogenik,  oksitosin,  dan  prolaktin.  Faktor pertumbuhan  terdiri  dari  faktor  pertumbuhan  epidermal,  insulin,  laktoferin  dan faktor-faktor  yang  secara  spesifik  berasal  dari  sel  epitel  kelenjar  payudara