Tampilkan postingan dengan label asi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Maret 2014

Bayi ASI Miliki IQ Lebih Tinggi dari Bayi Susu Botol

Satu lagi bukti pentingnya ASI eksklusif bagi kesehatan anak, yaitu ASI menyebabkan anak menjadi lebih pintar. Anak-anak yang sewaktu bayi diberi ASI lebih dari enam bulan mendapat rata-rata skor IQ (Intelligence Quotient) 3,8 poin lebih tinggi dari anak yang mendapat susu dari botol.
Pakar epidemologi kedokteran Wieslaw Jedrychowski dan rekannya mengamati 468 orang bayi yang lahir dari ibu bukan perokok. Anak-anak tersebut diberi tes sebanyak lima kali dengan interval yang teratur sejak bayi sampai usia prasekolah.

Hasilnya, anak-anak prasekolah yang diberi ASI mendapat skor IQ lebih tinggi daripada anak yang diberi susu botol.

Skor IQ yang diperoleh berbanding lurus dengan berapa lama bayi mendapat ASI. Skor IQ lebih tinggi 2,1 poin pada anak-anak yang disusui selama tiga bulan, 2,6 poin lebih tinggi ketika disusui selama empat sampai enam bulan, dan 3,8 poin lebih tinggi pada anak yang disusui lebih dari enam bulan.

Penelitian ini menegaskan pengamatan yang pernah dilaporkan 70 tahun lalu oleh Carolyn Hoefer dan Mattie Hardy di Journal of American Medical Association, serta banyak penelitian setelahnya.

Penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi Organisasi Kesehatan Dunia untuk merekomendasikan agar semua bayi mendapat ASI eksklusif selama enam bulan pertama sejak dilahirkan.

"Bayi yang disusui dari payudara ibu tidak hanya menerima makanan, tetapi terlibat dialog biologis yang dinamis secara dua arah. Ini adalah ikatan fisik, psikologis, dan interaksi antara bayi dengan ibunya selama menyusui dan memelihara perkembangan kemampuan mental bayi," kata Tonse Raju, dokter anak dan neonatalogist (ahli bayi) di Institut Nasional Anak Kesehatan dan Pembangunan Manusia yang tidak ikut dalam penelitian.

Selama tahun pertama kehidupan, berat otak bayi bertambah hampir dua kali lipat. Sebagian besar pertambahan itu berasal dari pertumbuhan materi putih. Kecepatan transmisi impuls listrik pada serat saraf yang diselubingi lapisan mielin 50 kali lebih cepat daripada yang tidak terselubung.

Penelitian ini memberikan wawasan tentang mengapa pembentukan selubung mielin terjadi setelah kelahiran dan tidak ketika masa kanak-kanak atau remaja. Pengalaman anak usia dini mempengaruhi pembentukan mielin dan membantu perkembangan otak untuk beradaptasi terhadap lingkungannya.

Sumber : detikHealth.com

Kamis, 19 Desember 2013

SOYAMIL dan MAMA SOYA untuk Masa Penting Ibu (Hamil dan Menyusui)

Menyusui adalah ungkapan kasih sayang ibu yang membentuk ikatan lahir-batin antara ibu dan anak. Menyusui merupakan masa penting bagi ibu untuk memberikan yang terbaik untuk bayi, sehingga ibu butuh dukungan sepenuhnya dari luar dan dalam.

MAMA SOYA hadir untuk mendukung masa penting ibu dan bayi, susu bubuk kedelai instan plus ekstrak herbal pilihan yang direkomendasikan karena terbukti khasiatnya meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI ibu menyusui.

Saran dari Tim Ahli SHN untuk Masa Penting Ibu:
1. Minum rutin SOYAMIL 2 kali sehari (pagi dan sore) sejak persiapan menuju kehamilan, hingga bulan ke sembilan kehamilan.
2. Lanjutkan dengan minum rutin MAMA SOYA mulai pertengahan akhir bulan ke sembilan usia kehamilan (1 kali sehari -pagi atau sore).
3. Jangan lewatkan masa IMD dengan sesegera mungkin memberikan ASI pertama setelah melahirkan, YAKIN BISA dengan dukungan MAMA SOYA!
4. Teruskan dengan minum rutin MAMA SOYA setiap hari 2 kali sehari sampai SUKSES ASI EKSKLUSIF 6 bulan.
5. Tetap minum rutin MAMA SOYA (minimal 1 kali sehari, atau 2 kali sehari jika dibutuhkan) selepas 6 bulan ASI EKSKLUSIF sampai genap masa menyusui 2 tahun.

Sumber :Soyaherba

Selasa, 19 November 2013

Tips Melancarkan Keluarnya ASI Secara Alami

Air susu ibu atau lebih dikenal dengan sebutan ASI sangat penting untuk perkembangan bayi, terutama untuk bayi yang baru lahir. ASI sendiri memiliki banyak kandungan di dalamnya sehingga dapat membuat bayi memperoleh banyak asupan yang sesuai jika dibandingkan dengan meminum susu formula buatan pabrik-pabrik. Usia bayi yang baik untuk mendapatkan ASI adalah saat mereka berusia 0-6 bulan. Pada usia-usia ini bayi sangat membutuhkan asupan nutrisi yang banyak. Dan air susu yang memiliki banyak kandungan nutrisi adalah ASI. Bagi para ibu sendiri memiliki ASI yang sehat, lancar dan eksklusif pun menjadi impian mereka semua. Akan tetapi banyak dari mereka yang tidak mendapatkan kelancaran saat menyusui bayi mereka.
 
Sejatinya banyak faktor yang mempengaurhi produksi ASI. Dan produksi ASI di dalam tubuh bergantung terhadap dua hormon yaitu prolaktin dan oksitosin. Prolaktin sendiri sangat berpengaruh terhadap produksi ASI. Sedangkan untuk hormon oksitosin berpengaruh terhadap proses pengelauran ASI.Semakin banyak nutrisi yang masuk ke sang Ibu maka semakin banyak hormon prolaktin, dan semakin banyak pula produksi air susunya. Oleh karena itu banyak yang menghimbau terhadap ibu-ibu yang menyusui untuk selalu memperhatikan makanan yang mereka makan agar makanan tersebut juga bisa mengahislkan nutrisi yang bertujuan untuk memperlancar dalam memproduksi ASI. Untuk oksitosin sendiri bekerjanya hormon ini tergantung akan sering atau tidak puting susunya dihisap oleh bayi mereka. Semakin sering dihisap maka akan semakin banyak produksi hormon oksitosin yang berdampak terhadap lancarnya ASI yang keluar. Hormon oksitosin ini sering disebut juga dengan hormone kasih saying, karena berhubungan dengan susasana hati dan perasaan seorang ibu pada saat mereka meyususi bayinya. Akan tetapi jika kedua hormone ini tidak bekerja secara lancar maka ada beberapa tips untuk membuat kedua hormone ini bekerja secara optimal.

  1. Penuhi kebutuhan nutrisi, sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi secara seimbang dan baik. Hal ini bertujuan agar ASI yang keluar dapat lancar dan eksklusif. 
  2.  Meningkatkan frekuensi menyusui, memompa dan memeras ASI, hal ini bertujuan untuk menciptakan produksi ASI yang banyak. Dapat diketahui bahwa semakin jarang si bayi disusui oleh ibunya, maka semakin berkurang produksi ASI oleh sang ibu. Jika sang ibu pun sibuk bekerja, jarang bekerja dan takut akan berkurangnya produksi ASI, maka sang ibu tersebut dapat menggunakan alat khusus yang berfungsi untuk memompa payudara agar produksi ASI tetap banyak.
  3.  Meminimalisir tingkat gangguan psikologis yang dialami, gangguan ini misalnya seperti stres, dll. Stres sendiri dapat mengakibatkna produksi ASI berkurang. Ini terjadi karena sang ibu tidak dalam keadaan rileks, tenang, dan senang. Faktor kejiwaan pun menjadi penyebab berkurangnya ASI dan berakibat buruk terhadap sang bayi karena jumlah ASI yang mereka hisap semakin sedikit.
  4.  Merawat payudara, ASI memang tergantung terhadap nutrisi yang terkandung di dalam tubuh sang ibu. Akan tetapi menjaga keindahan bentuk payudara pun juga sangat penting karena banyak perempuan yang tidak mau menyusui anaknya hanya gara-gara mereka takut payudara merea menjadi lembek dan tidak kencang. Oleh karena itu diperlukan sedikit perawatan untuk payudara sang ibu. Caranya adalah dengan memijat-mijat payudara, membersihkan payudara dengan menggunakan air hangat dan air dingin secara bergantian.

Sabtu, 03 Agustus 2013

Kandungan Nutrisi Pada ASI

Semua tahu bahwa ASI punya sejuta manfaat bagi tumbuh kembang dan kesehatan bayi.  Karena ASI adalah nutrisi terbaik dan paling lengkap.  Kandungan nutrisinya yang unik menyebabkan ASI memiliki keunggulan yang tidak akan dimiliki oleh jenis susu formula apapun.  Ini beberapa di antaranya:
  • Immunoglobulin A (IgA) yang banyak terdapat pada kolostrum yakni ASI berwana kekuningan yang keluar pertama dari payudara. Zat ini melindungi bayi dari serangan infeksi. IgA melapisi saluran cerna agar kuman tidak dapat masuk ke dalam aliran darah dan akan melindungi bayi  hingga sistem kekebalan tubuhnya berfungsi dengan baik.
  • Ganfliosida (GA) yang berperan dalam pembentukan memori dan fungsi otak besar serta sebagai alat konektivitas sel otak bayi. GA sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Ketika lahir, bayi memiliki 100 miliar sel otak yang belum terhubung dan GA diperlukan untuk menghubungkan sel-sel otak tersebut.
  • Protein yang disebut protein kasein dan whey. Protein yang terdapat dalam ASI ini bersifat lebih mudah dicerna oleh tubuh bayi, dibandingkan dengan protein yang berasal dari susu mamalia lainnya.
  • Lemak ASI terdiri dari beberapa jenis namun yang paling esensial adalah asam lemak yang merupakan komponen dari semua jaringan tubuh dan diperlukan untuk perkembangan jaringan sel, otak, retina dan susunan saraf. ASI mengandung asam lemak tidak jenuh ganda berantai panjang (long-chain polyunsanturated fatty acid atau LC-PUFA) yang terdiri dari DHA (docosahexaneoic acid atau asam dokosaheksaenoat), LA ( linoleic acid atau asam linoleat), ALA (alfa linoleic atau asam alfa linoleat) dan AA (arachidonic acid atau asam arakidonat).

Senin, 14 Januari 2013

Kolostrum, Zat Penting Bayi Baru Lahir

Antibodi bayi meningkat, jika segera disusui segera setelah lahir. Saat itulah kolostrum dalam kadar tinggi ada dalam ASI.
 Duh, bahagianya bisa mendekap bayi di ruang bersalin. Apalagi jika bisa segera susui bayi Anda setelah melahirkan. Karena saat itulah Anda memproduksi kolostrum dalam kadar yang tinggi melalui ASI.

Makanan paling ideal. Ibu yang baru melahirkan tak perlu bingung ketika proses awal laktasi, produksi ASI masih berupa cairan bening dalam jumlah hanya beberapa puluh cc saja. Ini adalah kolostrum. Cairan ini tak hanya mengenyangkan bayi baru lahir saja. Kolostrum mengandung protein, mineral, garam, vitamin A serta nitrogen dan zat antibodi. Mengapa kolostrum asupan paling ideal untuk bayi baru lahir? Karena mudah dicerna, kaya gizi dan menjadi perisai bayi melawan infeksi.

Meningkatkan antibodi. Kolostrum mengandung lebih banyak protein, mineral, garam, vitamin A serta nitrogen dibandingkan ASI yang diproduksi ibu 5 – 7 hari setelah melahirkan. Jumlah proteinnya 3 kali lipat lebih banyak. Sejumlah asam amino dan kadar protein tinggilah yang berperan meningkatkan antibodi bayi. Selain itu, yang membuat kolostrum istimewa adalah kandungan lgA dan sel darah putih yang tinggi. Berfungsi sebagai perisai bayi melawan infeksi.

Diburu dan ditiru. Penelitian telah dilakukan secara giat sejak lebih dari 20 tahun lalu. Temuan adanya lebih dari 30 komponen penting yang terkandung di dalamnya membuat produsen mengembangkan produk supplemen yang dilansir memiliki keampuhan sama dengan kolostrum dalam ASI. Bahkan ada yang ”menciptakan” sendiri

Antibodi bisa ditemukan jejaknya pada feses bayi yang mendapat kolostrum dari ibunya. Hal ini tidak ditemukan pada bayi yang hanya minum susu formula. Itulah bisa ditarik kesimpulan, bayi yang menyusu pada ibunya lebih tahan terhadap penyakit karena antibodi dari kolostrum tersebut.

Dengan manfaat luar biasa kolostrum, menjadi alasan kuat untuk menyusui bayi yang baru lahir seawal dan sesering mungkin.

Kamis, 29 November 2012

FAKTA TENTANG RASA ASI

Apa yang dimakan ibu, akan dirasakan pula oleh bayi melalui ASI. Memang demikian adanya. Namun, ahli laktasi menyarankan untuk tidak perlu khawatir terhadap cita rasa ASI tersebut, karena tidak 100% sama dengan makanan - hanya  samar-samar  - dan hanya bertahan maksimal 8 jam. Yang lebih penting, jaga pola makan yang sehat dan seimbang selama menyusui. Variasikan jenis makanan agar kualitas ASI terjaga dan bayi mengenal dan "mencicipi" berbagai cita rasa makanan. Ini fakta-fakta menyangkut hubungan makanan-minuman dengan ASI.

Makanan pedas
Konon bayi ikut kepedasan hingga mencret atau diare.
Faktanya belum ada bukti ilmiah ASI bisa berasa pedas, gara-gara ibu makan bakso dengan sambal sebelum menyusui. Yang baru diketahui, ASI akan berasa bakso, tetapi tidak termasuk pedasnya. Tidak benar juga bayi akan mengalami masalah pencernaan seperti mencret dan diare. Makanan pedas berisiko terhadap ibu itu sendiri, yaitu mengalami gangguan pencernaan seperti diare. Masalahnya, jika Anda menderita diare, tentu bisa memengaruhi kualitas ASI karena diare bisa membuat Anda mengalami dehidrasi  (kekurangan cairan).

Kopi
Konon bunda minum kopi, bayi rewel dan tidak bisa tidur.
Faktanya ibu menyusui memang sering ragu, gara-gara kandungan kafein. Yang harus diingat, kafein tidak hanya terdapat pada kopi tapi juga teh, cokelat dan minuman berkarbonasi. Ruth A. Lawrence, MD, dan Robert M. Lawrence, MD, penulis buku Breastfeeding: A Guide For the Medical Profession mengatakan, minum secangkir kopi setiap hari tidak haram, sebab kandungan kafein yang ditemukan dalam ASI sangat rendah. Hanya saja, bila minum sampai lebih 6 cangkir sehari, kafein akan berakumulasi di dalam sistem pencernaan bayi dan dapat membuatnya terjaga plus rewel (karena susah tidur) serta iritasi pada pencernaannya.
  
Alkohol
Konon bunda minum alkohol, bayi kecanduan dan mengalami masalah kesehatan.
Faktanya Ikatan Dokter Anak Amerika Serikat menyebutkan, ibu menyusui yang minum alkohol dalam jumlah banyak dapat membuat bayi mengantuk, lemah, berat badan susah naik dan mengurangi reflek pengeluaran ASI pada ibu. Hampir sama dengan kafein, dampak alkohol pada bayi tergantung pada kadar dan porsi yang Anda minum. Jika Anda hanya minum 1-2 gelas wine per minggu, kadar alkohol yang diserap oleh tubuh bayi sangat kecil. Meski demikian, selagi menyusui, sebaiknya coret minuman beralkohol dari daftar menu Anda.

Merkuri dalam Sushi
Konon bunda makan sushi dan sashimi, bayi keracunan merkuri.
Faktanya bahan baku ikan umumnya ikan laut perairan dalam seperti tuna, yang rentan tercemar merkuri. Merkuri sendiri adalah logam berat yang dapat masuk ke dalam ASI melalui peredaran darah. Badan Pengawasan Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (FDA) mengatakan, merkuri bisa terakumulasi di tubuh bayi sejak mereka berada di dalam kandungan akibat Bundanya mengonsumsi ikan laut dari laut yang tercemar buangan limbah pabrik yang bermerkuri. Karena itu, FDA mewanti-wanti ibu hamil dan menyusui untuk tidak mengonsumsi beberapa jenis ikan laut yang dianggap tinggi kandungan merkurinya, di ataranya; hiu, swordfish, dan sarden.

Gas bikin kembung
Konon ibu makan kol, bayi bisa kembung.
Faktanya brokoli, kembang kol, kol, durian dan nangka adalah sederet tersangka penyebab bayi kembung. Memang benar mengandung gas, namun tidak menyebabkan perut bayi kembung sebab gas tidak bisa masuk ke dalam ASI. Yang berisiko perut kembung adalah Anda yang menyantapnya.

Pemanis buatan
Konon pemanis buatan seperti aspartam dan sorbitol tidak baik bagi bayi.
Faktanya, Thomas W. Hale, RPh, PhD penulis buku "Medications and Mother's Milk"  mengatakan, meski aspartam dapat masuk ke dalam ASI, namun kadarnya terlalu rendah untuk menyebabkan efek samping pada bayi. Sedangkan untuk sorbitol, belum ada penelitian yang mengatakan bisa memengaruhi kualitas ASI. Pemanis buatan sorbitol biasanya digunakan pada makanan dan obat-obatan, dan secara alami zat ini juga ditemukan dalam buah-buahan.

Minuman dingin
Konon minum es atau air dingin membuat ASI dingin.
Faktanya suhu ASI di dalam payudara akan selalu hangat, yaitu 37ºC. Anjuran mengurangi minuman dingin sebenarnya lebih bertujuan menjaga ibu yang alergi terhadap dingin, agar tidak terserang gejala alergi seperti batuk atau asma. Inilah yang dapat mengganggu kegiatan menyusui.
Sumber : ayahbunda.co.id

Kamis, 21 Juni 2012

Dengan ASI, Bayi Kebal Infeksi


Dari penelitian yang termuat dalam Pediatric Journal 1993, terbukti bahwa menyusui ekslusif paling tidak empat bulan pertama, dapat mengurangi kemungkinan bayi terkena infeksi saluran pencernaan (antara lain diare), infeksi saluran pernapasan, serta infeksi saluran telinga.

Lalu apa saja yang menyebabkan ASI membuat bayi lebih kebal penyakit infeksi?
  • Immunoglobulin. Zat kekebalan tubuh ini banyak ditemukan pada ASI. Konsentrasinya yang tertinggi ditemukan di kolostrum (susu jolong yang keluar pada 3-5 hari pertama kehidupan bayi). Immunoglobulin yang melindungi bayi dari infeksi telinga, hidung dan tenggorokan itu masih dapat ditemukan di ASI sampai usia dua tahun.
  • Laktoferin. Laktoferin akan mengikat zat besi, sehingga kuman tidak mendapatkan zat besi yang diperlukannya untuk hidup dan membelah diri. Zat ini jug apaling banyak terdapat di kolostrum, namun akan tetap ada sepanjang tahun pertama usia bayi.
  • Lysozyme. Lysozyme merupakan zat penting untuk proses pencernaan, berfungsi sebagai benteng dari “bakteri jahat” yang ada di usus halus. ASI mengandung Lysozyme 30 kali lebih tinggi dibandingkan susu formula apapun.
  • Bakteri baik. ASI mendorong pertumbuhan bakteri baik, yaitu laktobasilus, yang dapat menekan penyakit yang disebabkan bakteri jahat (seperti E.coli) serta parasit. Pada bayi ASI, jumlah laktobasilus di dalam ususnya 10 kali lebih banyak dibandingkan dengan bayi susu formula.
  • Faktor alergi. Penelitian membuktikan, penyebab alergi yang ada di susu formula yang berasal dari sapi maupun kedelai, lebih lama berada dalam usus bayi (sekitar 60 menit) dibandingkan dengan ASI. Jadi, kemungkinan munculnya alergi pada anak ASI juga lebih rendah.
Menyadari banyaknya kelebihan ASI bagi benteng pertahanan tubuh bayi, jelas tak ada alasan bagi ibu untuk tidak menyusui bayinya. Anda tak ingin bayi mudah sakit, kan?

sumber : tabloid ayahbunda

Sabtu, 26 Mei 2012

Cara Papa ASI Mendukung Proses Menyusui

image by : www.lactamilmama.com
Papa pasti sering mendengar bahwa proses menyusui sangat penting dan ASI Mama adalah yang terbaik untuk si kecil. Tapi apa Papa sudah tahu secara pasti manfaat dari ASI untuk Mama dan si kecil?
ASI memiliki manfaat tidak hanya untuk si kecil, tapi juga untuk Mama. ASI memiliki kandungan gizi yang lengkap dengan komposisi yang tepat sesuai dengan kebutuhan kecil. ASI juga memiliki antibodi yang melindungi si kecil dari berbagai penyakit seperti diare dan infeksi saluran nafas. Selain itu, ada beberapa bayi yang memiliki alergi terhadap susu formula, tapi ASI tidak akan menyebabkan alergi terhadap si kecil. Rasa aman dan nyaman yang didapat si kecil dari proses menyusui juga sangat bermanfaat untuk perkembangan psikologis si kecil.
Sementara itu untuk Mama, proses menyusui membantu mempercepat proses pengecilan rahim, sebagai akibat dari refleks oksitosin yang terjadi saat menyusui. Menyusui eksklusif juga menunda masa subur, mempercepat pengembalian bentuk tubuh Mama ke saat sebelum hamil, serta mengurangi kemungkinan terkena kanker payudara dan indung telur. Ikatan emosional yang didapat si kecil saat menyusui juga akan dirasakan oleh Mama. Selain itu, keuntungan untuk Papa juga bisa dirasakan dari segi ekonomis, karena ASI jelas jauh lebih murah daripada susu formula.
Faktor terpenting dalam keberhasilan Mama menyusui secara eksklusif adalah dukungan yang dia dapat dari Papa ASI. Apa yang bisa Papa lakukan untuk mendukung proses menyusui Mama?
  1. Proses menyusui adalah proses yang alamiah tapi tidak mudah. Pentingnya dukungan emosional Papa selama Mama menyusui tidak bisa dianggap remeh. Bila Papa memberikan dorongan dan penghargaan terhadap kerja keras Mama ini, Mama akan lebih mudah bertahan melalui kesulitan yang mungkin dia hadapi sebagai Mama baru, seperti puting lecet, penyumbatan saluran ASI, dan lain sebagainya.
  2. Posisi menyusui adalah kunci proses menyusui yang sukses. Bisa saja Mama sudah merasa posisi Mama sudah benar, tapi pada kenyataannya posisi menyusui masih kurang tepat. Papa sebagai ‘pihak ketiga’ bisa membantu Mama mengecek apakah posisi sudah tepat atau belum.
  3. Berikan pijatan ringan atau bawakan Mama segelas air saat Mama sedang menyusui. Hal sederhana ini akan membantu Mama lebih rileks dan nyaman, sehingga pada akhirnya ASI akan keluar lebih lancar.
  4. Papa juga bisa membantu memberikan ASI kepada si kecil. Setelah sekitar 3 minggu, Mama sudah bisa memompa ASI untuk disimpan dan diberikan kepada si kecil dengan botol. Hal ini bisa dilakukan di malam hari agar Mama bisa beristirahat lebih tenang, atau saat siang hari agar Mama bisa mendapatkan waktu menghilangkan rasa jenuh di luar rumah tanpa harus khawatir membuat si kecil kelaparan saat Mama pergi. Hal ini juga bisa mendekatkan Papa dengan si kecil
  5. Bila si kecil tidur di tempat tidurnya sendiri, Papa bisa membantu menggendong si kecil dan membawanya ke Mama saat si kecil terbangun di malam hari.
  6. Papa harus bisa jadi pelindung Mama dan si kecil. Bila ada kenalan yang mempertanyakan keputusan Papa dan Mama untuk memberikan ASI Eksklusif untuk si kecil, bantu Mama menjelaskan pentingnya ASI untuk si kecil. Berikan perlindungan yang terbaik untuk keluarga Papa.
  7. Bantu Mama melakukan perawatan bayi yang lain selain menyusui, seperti memandikan si kecil, menggantikan popok, atau memijat si kecil.
  8. Bila Papa sudah membantu sebisa mungkin tapi Mama masih menghadapi masalah dalam menyeimbangkan antara merawat si kecil, merawat rumah, dan menjaga diri sendiri, jangan segan meminta bantuan dari orang lain. Bila Mama menghadapi masalah menyusui seperti penyumbatan saluran ASI, pembengkakan payudara dan semacamnya, berkonsultasilah ke dokter dan klinik laktasi.
Proses menyusui akan terasa lebih mudah dan menyenangkan bila Mama dan Papa kompak, serta saling mendukung dan membantu satu sama lain. Pada akhirnya kerja sama ini tidak akan berhenti di proses menyusui saja, tapi di aspek parenting lainnya, sehingga Mama dan Papa bisa bersama-sama belajar menjadi orang tua yang hebat.

Sumber:
http://www.lactamilmama.com/

Minggu, 18 Maret 2012

The benefits of breastfeeding for infants

Some of the benefits of breastfeeding for infants:

    Colostrum (first milk in the first day) contains immune substances that protect infants against disease and infection.
    Breast-fed babies suffer less pain. ASI primarily to reduce risk:
        vomiting, diarrhea, gastroenteritis, chronic constipation, colic and other stomach disorders.
        acute appendicitis, rheumatoid arthritis, inguinal hernia, pyloric stenosis, type I diabetes, allergies, asthma and eczema.
        ear infections, respiratory diseases, pneumonia, bronchitis, kidney infections, septicemia (blood poisoning).
        SIDS (sudden infant death syndrome). Statistics show that for every 87 deaths from SIDS, only 3 in breast-fed infants.
        meningitis, botulism, childhood lymphoma and Crohn's disease.
        tooth decay (cavities).
        heart disease later in life.
    Breastfeeding causes the child to have a better antibody response to vaccines.
    ASI has the composition and number of the most appropriate nutrition for infants. Composition of milk varies according to individual growth and change baby's nutritional needs.
    Breast milk is easily digested and always have the right temperature.
    Milk is always sterile, do not have germs. There are elements in breast milk that destroys E coli, salmonella, shigella, streptococcus, pneumococcus, and many others.
    Breastfeeding stimulates the development of the jaw and facial structure, teeth growth is upright and improve eyesight.
    Develop a higher IQ of breastfeeding and promote the development of the brain and nervous system of infants. IQ gains due to breastfeeding is 10-12 points. Breastfeeding is referred to as the fourth trimester in brain growth and development. There is a certain protein in milk stimulates baby's brain development.
    Breastfeeding creates a strong bond between mother and child. Children feel they have a safe place. Breastfeeding also plays an important role in emotional and spiritual development of children.

The benefits of breastfeeding for mothers
In addition to good for babies, breastfeeding is also beneficial for mothers. Nursing process provides the following beneficial effects for the mother:

    Reduce the risk of breast cancer. Women who breastfeed reduce their risk of breast cancer by 25 percent. Cancer risk reduction occurs is proportional to the cumulative lifetime duration of breastfeeding. That is, the more months or years of nursing mothers, the lower the risk of breast cancer.
    Reduce the risk of uterine and ovarian cancer. Lower estrogen levels during breastfeeding causes the decreased risk of both cancers. Alleged decline in estrogen leads to reduced stimulation of the lining of the uterus and breast tissue, so the network is to minimize the risk of cancer.
    Reduce osteoporosis. Women do not breastfeed have a four times greater risk of developing osteoporosis than women breastfeed and more likely to suffer hip fractures in the years after menopause.
    Benefits of natural family planning. Breastfeeding can result in a delay ovulation so breastfeeding women infertile for a while. How long a woman is fertile again depending on breastfeeding patterns and trends of his own body.
    Improve emotional health. Breastfeeding is not only good for the body, but also for the mind. Studies show that breastfeeding mothers show less postpartum anxiety and depression than mothers who formula feed.
    Promoting weight loss. Breastfeeding mothers showed more reduction in waist circumference and fat mass in one month after giving birth than mothers who formula feed. Breastfeeding mothers tend to return to pre-pregnancy weight.
    Breastfeeding does not have to cost you. For infant formula feeding can cost more than Rp 5 million a year. The mothers do not need to spend any money to get breast milk.
    ASI is always available to give. Breastfeeding can save time to prepare a bottle, pour some water, mix milk and sterilizing bottles that have been used.

Breastfeeding can be done every woman, but not necessarily without the learning process. Every child is different and every woman is different. Breastfeeding is a skill that requires a learning process on both sides. For some mothers, the learning process can be very tiring and frustrating. However, it could still remember the patience to run such great benefits.

Kamis, 16 Februari 2012

ASI vs SUFOR

Jadi inget, dulu pernah bikin riset ttg susu formula merek X, buatan Eropa di pertengahan tahun 2008. Interviewnya sama dokter-dokter anak di Indonesia, pas banget ketika saya sedang hamil.

Ketika saya ikut serta dalam riset ini, saya belum kebayang sama sekali bakal kasih ASI sampai 22bulan, dan kasih homemade food ke Alika; anak saya, dan gak memberikan susu formula sama sekali. Boro-boro kebayang pumping ASI dan bawa-bawa pompa dan segambreng peralatan perang ASI lainnya, wong dulu tuh mikirnya pasti soal "merek susu apa ya yg bagus?" atau nanya ke orang-orang: "Merek susu apa ya yang bagus?".

Sampai suatu hari Saya dapat kesempatan untuk bantu di project riset tentang susu formula merek ini. Fyi: ini adalah salah satu merek susu buatan Eropa yang terkenal di Indonesia.

Dan sebelum fieldwork dimulai, saya seperti biasa melakukan brainstorming meeting bersama orang brand (Orang Swiss) dan orang R&D yg menjadi salah satu peracik formula susunya (Dokter asal New Zealand).

Dari hasil brainstorming meeting ternyata diketahui bahwa alasan mereka membuat study pemasaran di Indonesia karena pangsa pasar susu formula di Indonesia itu sangat besar, termasuk dalam 5 besar di dunia. Sementara, di Eropa sendiri para produsen susu formula sangat susah buat jualan produk susu formula, karena pemerintahnya sangat galak dan sangat ketat dalam mengatur penjualan susu formula.

Hal ini berbeda dengan pemerintah Indonesia yang belum galak dan masih "Pro" Susu formula. Belum lagi ditambah dengan adanya stigma dari orang Eropa mengenai susu formula yang dianggap "rubbish product" - karena terlalu banyaknya process dalam pembuatannya: dari cair ke bubuk dan terlalu banyak bahan kimia yang dibutuhkan dalam proses pengubahan bentuknya dan terlalu banyak fortifikasi yang artinya terlalu banyak bahan kimia di dalamnya.  Makanya produk X ini mau meningkatkan penjualannya di Indonesia, karena memang lebih mudah dan lebih gampang :p

Ketika Saya mendengar cerita itu di meeting itu, Saya sebenarnya sudah agak shock dengan keterangan mereka, karena pemahaman saya mengenai susu formula "yang sangat sehat" ternyata salah.


Namun memang, meski sudah mendengar penjelasan orang Brand dan R&D tersebut, penjelasan tersebut masih belum begitu bisamembuat hati saya tergerak untuk memberikan ASI pada calon Bayi Saya. Saya bahkan masih terpikir untuk tetap kasih formula.... Mungkin campur laah 50% ASI : 50% formula. Kan saya kerja..?? *alesan*

Setelah selesai brainstorming meeting, saya iseng bertanya pada orang R&D yg meracik susu formula merek ini, karena beliau adalah Ibu dari 1 anak, dan anaknya berusia 3thn. Tujuannya seperti biasa, karena saya ingin cari referensi mengenai merek susu formula, soalnya dia kan dokter dan R&D susu formula. Jadi pastinya referensinya OK :p

Jadi langsung saja Saya tanya ke beliau, "Kalau Anda dulu kasih susu formula merek apa?" (dengan keyakinan, pasti dia akan bilang merek yang dia racik).

Ternyata saya mendengar jawaban diluar harapan saya, karena dia bilang:"Saya tidak kasih susu formula sama sekali" *Saya bengong*.

Lalu saya tanya lagi: "Terus dikasih apa? Susu UHT?"

Dijawab sama beliau: "Tidak, saya baru kasih UHT ketika umur 2 tahun" *dan saya makin bingung dan shock*

Saya tanya lagi: "Terus dari 0 - 2 tahun anak Anda dikasih apa?"

Dia jawab sambil tersenyum: "Saya kasih ASI, karena susu formula itu nutrisinya itu tidak sebanding dengan ASI."

Agak shock denger jawaban dari si ibu R&d itu. Apalagi pas denger dia bilang lagi:"Saya menyusui smp anak saya umur 24bln, setelah itu langsung saya kasih UHT. No formula at all!" *Dan saya pun menganga*

Saya tanya lagi" seriously?"

Dia jawab lagi: "Yup. Very serious". Dan semua orang mendorong saya untuk memberikan ASI. Jadi masa menyusui Saya menjadi lebih mudah"

Tetapi tetep aja... Meski sudah denger pengakuan si R&D itu... Saya masih agak tidak percaya dengan pengakuan dia, sampai pada akhirnya saya menginterview 5 dokter anak di Indonesia: 3 yang Pro ASI, dan 2 Yang Tidak Pro ASI.

Hasilnya? Semua dokter anak yg diinterview itu mengakui hal yg sama: ASI is the best dan paling cocok dengan metabolisme bayi. Dan susu formula cuma bisa diserap 0,sekian persen oleh tubuh bayi.

Bahkan 2 dari 3 dokter yg pro ASI kasih urutan gimana nutrisi diserap bayi dari bayi msh dlm kandungan sampai dia 2 thn:

ketika bayi di kandungan: bayi akan menyerap semua nutrisi dari sari makanan (bukan susu ya) yg dikonsumsi ibunya. Dan nutrisi yang dibutuhkan oleh si Bayi ketika dalam kandungan itu cuma sedikit, gak perlu jumlah yang banyak, karena si janin itu kan juga ukurannya masih sangat kecil jika dibandingkan kebutuhan manusia biasa.

Jadi even Susu hamil juga tidak perlu, karena kebutuhan kalcium/folat/AA/DHA/Kolin itu bisa didapat dari makanan yang dikonsumsi oleh si Ibu. Jadi, asal Ibu makan makanan yang sehat (sayur, ikan, telur, daging, buah) secukupnya, pasti kebutuhan nutrisi sang janin dan sang Ibu akan terpenuhi.

Dan dokter kandungan biasanya sudah kasih vitamin dan supplement yang menunjang nutrisi sang janin. Jadi minum susu hamil sebenarnya malah bisa membuat Ibu obesitas karena kelebihan kalori (bukan nutrisi).

Ketika bayi umur 0-6bln: Bayi cuma bisa menyerap ASI, karena ASI sangat sesuai dengan pencernaan bayi yang masih sangat rentan dan sangat sensitif, karena kandungan ASI yang sangat spesifik. Dan AA, DHA, AA, dsb yang di dalam ASI-lah yang cuma bisa diserap sempurna oleh otak Bayi :). Sementara kandungan dalam susu formula secara umum cuma bisa diserap bayi 5-10%kl gak salah (lupa euy, udah lama bgt soalnya risetnya) CMIIW.

Ketika bayi usia 6-12bln: Bayi  menyerap 70%ASI, dan 30%nya adalah sari makanan.

Oleh karena dari itu, buat Ibu-ibu yang anak-anaknya usia 6-12bulan, sebenarnya di masa ini tidak perlu terlalu khawatir kalau anaknya ketika di usia ini masih susah makan, karena di masa ini sebenarnya adalah masa untuk mulai mengajarkan anak dan mengenalkan anak makanan padat, bukan untuk memenuhi kebutuhan total nutrisi harian anak. Sementara susu formula? Cuma bisa diserap sekitar 15-20% (CMIIW).

Ketika bayi usia 12 - 18bln: Bayi bisa menyerap ASI 50% dan sari makanan 50%

Ketika bayi usia 18-24bln:Bayi menyerap ASI sebesar 30% dan sari makanan 70%, dan disini peran ASI lebih pada daya tahan/body immunity, karena di usia ini bayi sangat rentan terkena virus/bakteri karena sudah mulai lebih banyak memakan makanan padat dan mulai mengalami fase oral alias mulai memasukkan semua barang ke mulut :p

Dan  AA, DHA, Kolin, Prebiotik yang dibutuhkan Bayi di rentang usia ini hanya bisa diserap sempurna 100% kalau sumbernya dari sari makanan yang dimakan oleh bayi dan dari ASI (dari sari makanan yang dikonsumsi Ibu yang menyusui).

Sementara ketika  anak berusia 2thn ke atas, sebenarnya susu formula sudah tidak bisa diserap lagi karena memang sudah tidak ada perannya dalam pertumbuhan anak, sementara ASI msh bisa diserap untuk kepentingan daya tahan tubuh/body immunity.

Oleh karena itu, bayi yang mengkonsumsi susu formula biasanya akan sangat jauh lebih gemuk, karena memang kandungannya tidak terpakai dan tidak terserap dengan sempurna, sehingga berubah bentuk jadi lemak, sementara ASI terserap sempurna oleh tiap elemen dalam tubuh bayi, terutama oleh otak si Bayi :)

Oleh karena itu juga, menurut pengakuan 2 dokter yang tidak Pro ASI, mereka biasanya kalau menyarankan susu formula pasti selalu dengan alasan: "Biar anak Ibu lebih gemuk/tidak kekurangan berat badan" (itu pengakuan para dokter itu loh.. :p)

Dan... DHA, AA, Kolin, Spengomiolyn yg ada di susu formula sampai sekarang belum diketahui manfaatnya..atau bahkan efek sampingnya!! (Dan menurut orang brand dan orang R&D brand X ini, WHO juga sudah menyatakan hal yang sama soal ini).

Kenapa dikatakan belum ketahuan manfaat dan efek sampingnya? Karena bayi-bayi yang mengkonsumsi susu dengan kandungan AA, DHA, Kolin, dsb ini rata2 lahir dr th 2000 ke atas, tahun-tahun di mana kandungan-kandungan ini mulai diperkenalkan oleh para produsen susu formula.

Dan bayi-bayi yg mengkonsumsi AA, DHA, LA dsb yang ada dalam susu formula ini BELUM ADA yang menjadi ibu, sehingga belum tahu efek jangka panjang dan efek domino yang dihasilkan oleh kandungan-kandungan itu.

Dan pengakuan yang paling menakutkan buat saya sebenarnya adalah ketika orang brand dan R&D dari brand susu formula X ini menceritakan kalau semua kandungan itu tidak ada yang pernah diuji cobakan ke bayi manusia sebelumnya!!! (Scary huh?!!)

Akhirnya, sejak saya tahu info-info soal itu, mata saya jadi terbuka sangat-sangat lebar.... Dan sejak saat itu juga saya langsung mengubah niat saya untuk kasih ASIX, karena Saya pikir "Yang membuat racikan susu formula saja kasih ASI, masa Saya engga?"

Demikian sharing pengalaman Saya. Mohon maaf ya kalau ada yang tidak berkenan atau salah-salah info. Maklum, risetnya dibuat thn 2008 pertengahan :)

Sumber : http://afraamalia.multiply.com/journal/item/202/Pengalaman_pribadi_studi_Riset_Pemasaran_tentang_ASI_VS_Sufor?utm_source=facebook&utm_medium=addthis&utm_campaign=afraamalia

Rabu, 15 Februari 2012

ASI : Kado Istimewa Ibu untuk Sang Buah Hati

Penyusun: Ummu Nabiilah
Untaian doa untuk ibu yang baru saja menimang buah hatinya turut mengawali sebuah harapan agar sang bayi tumbuh menjadi anak yang kuat dan sehat.Salah satu usaha untuk membentuk anak yang sehat tentu saja dengan pemberian asupan nutrisi yang tepat. Nutrisi terbaik bagi bayi yang baru lahir adalah ASI (Air Susu Ibu).

Keistimewaan ASI
ASI merupakan susu sekaligus makanan terbaik bagi bayi manusia. Tidak ada satu susu pun, meskipun susu tersebut adalah susu sapi, kambing, atau susu lain yang telah diformulasi dengan berbagai zat gizi, yang mampu melebihi keunggulan komposisi ASI. Komposisi ASI telah disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bayi sejak awal kehidupannya.
 Pada hari-1 sampai hari-4, ASI yang keluar merupakan kolostrum yang kaya akan protein yang mampu menjaga daya tahan tubuh. Pada hari-3 sampai kurang lebih hari-10, ASI yang keluar disebut sebagai ASI transisi dimana kadar proteinnya berkurang namun kadar karbohidrat, lemak, serta volumenya pun meningkat. Setelah hari-10, ASI mature yang merupakan susu padat sudah mampu memenuhi kebutuhan tumbuh kembang bayi.
 Komposisi ASI juga berbeda dari setiap semburan yang keluar. Semburan yang pertama, yang  keluar pada 5-10 menit pertama disebut foremilk. Susu ini lebih encer dengan kadar lemak yang lebih rendah. Semburan berikutnya disebut hindmilk dengan kandungan protein, karbohidrat, dan lemak yang lebih lengkap. Semburan pertama memang berkomposisi lebih ringan agar pencernaan bayi lebih siap menerima ASI dengan lemak yang lebih tinggi.
 Pemberian ASI kepada bayi secara eksklusif yaitu selama 6 bulan awal kehidupannya kemudian diteruskan hingga 2 tahun bersama makanan pendamping.
 ASI memiliki banyak keistimewaan antara lain:
  1. Merupakan susu yang paling tepat dan lengkap nutrisinya di setiap tahapan pertumbuhan bayi dari hari ke hari. Meski di dalam susu sapi (sebagai contoh susu yang paling banyak diberikan pada bayi dan anak-anak) juga terdapat komponen nutrisi yang sama atau (diklaim) lebih banyak daripada ASI, namun komposisi dan bentuk senyawa nutrien tersebut tidak mampu menyamai kandungan nutrisi dalam ASI.
ASI memiliki lebih dari 200 biofactors system (nutrisi terintegrasi dalam jumlah dan perbandingan yang tepat) sehingga dapat menghasilkan nutrisi tumbuh kembang dan perlindungan/daya tahan tubuh yang optimal. Sebagai contohnya, kandungan laktosa dalam ASI lebih mudah dicerna oleh pencernaan bayi daripada laktosa yang ada pada susu sapi karena di dalamnya terkandung materi laktase sebagai bahan pembentuk enzim laktase yang berfungsi memecah laktosa menjadi senyawa yang lebih sederhana yang lebih mudah dicerna oleh pencernaan bayi. Apabila laktosa tidak dapat dicerna oleh  pencernaan bayi,yang terjadi adalah diare bahkan muntah-muntah yang sering dialami oleh bayi yang mengkonsumsi susu sapi.
  1. ASI mengandung faktor protektif (pelindung) sehingga bayi yang mendapatkan ASI memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik sehingga jarang terkena penyakit.
  2. Tidak ada bayi yang alergi terhadap ASI karena immunoglobulin pada kolostrum selain sebagai antibakteri juga berfungsi untuk mencegah terserapnya makromolekul asing yang dapat memicu alergi.
  3. Berdasar penelitian, anak yang mendapatkan ASI umumnya memiliki kecerdasan lebih dibanding anak yang tidak diberi ASI eksklusif.
  4. Bagi sang ibu, pemberian ASI dapat mempercepat pengecilan rahim dan mencegah terjadinya perdarahan pasca melahirkan melalui mekanisme hormon oksitosin. Selain itu, pemberian ASI mampu mengurangi resiko kanker payudara dan kanker ovarium.
  5. Menyusui mampu memperkuat ikatan emosional antara ibu dengan sang bayi. Bayi akan merasa aman dan nyaman dalam dekapan ibunya. Hubungan kasih sayang yang kokoh ini dapat memberikan efek positif pada perkembangan psikologi anak.
  6. ASI selalu tersedia, praktis, steril, dan selalu dalam suhu yang pas untuk diminum.
  7. Tidak perlu ada dana khusus yang disediakan untuk “membeli” ASI karena ASI bisa didapatkan gratis dari ibu tidak sebagaimana susu formula.
Inisiasi Menyusui Dini (IMD)
Salah satu kunci awal keberhasilan program ASI eksklusif adalah dengan melaksanakan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). IMD adalah bagian dari proses persalinan normal dimana bayi yang lahir dalam satu jam kehidupannya  langsung ditengkurapkan di atas perut ibunya dan dibiarkan mencari sendiri puting ibunya, tanpa bantuan siapapun.
Dengan insting penciumannya, biasanya bayi akan menemukan puting ibunya setelah 30-50 menit. Setelah itu, refleks mengisap yang dimiliki bayi sejak dalam kandungan akan segera difungsikan kembali. Proses IMD masih berlanjut dengan membiarkan sang bayi menyusu minimal setengah jam.
Begitu lahir, tali pusat bayi dipotong dan tubuhnya dibersihkan dari kotoran yang menempel.  Tanpa dibedong, bayi langsung ditengkurapkan di dada atau perut ibu dengan kontak langsung antara kulit bayi dengan kulit ibu (skin to skin contact). Ibu dan bayi diselimuti bersama-sama. Kondisi ini akan menimbulkan kehangatan dan ikatan batin. Tidak perlu khawatir bayi akan kedinginan karena kulit dada ibu yang baru saja melahirkan bersuhu satu derajat lebih hangat daripada ibu yang tidak melahirkan. Kalau bayi kedinginan, suhu tubuhnya pun akan naik secara otomatis dua derajat. Begitu bayi merasa kepanasan, suhu kulit ibu pun akan menyesuaikan dengan turun satu derajat.
 Pengaturan suhu alami dalam skin to skin contact ketika IMD ini, menurut dr. Utami Roesli, Sp.A., MBA, IBCLCC, ketua Sentra Laktasi Indonesia, lebih bagus daripada alat inkubator yang biasa digunakan untuk menghangatkan bayi. Selanjutnya, bayi dibiarkan mencari sendiri puting ibunya dan mengisapnya sedikitnya selama 30 menit. Keluar atau tidaknya ASI pada waktu itu bukanlah suatu masalah. Yang penting adalah memberikan kesempatan bayi untuk menjalankan insting mencari sumber makanannya yaitu puting ibunya.
 IMD memberikan beberapa manfaat baik bagi ibu maupun bayinya. Manfaat tersebut antara lain:
  1. Bayi mendapatkan zat-zat gizi penting yang terkandung dalam kolostrum sehingga terhindar dari berbagai penyakit yang rentan menimpanya.
  2. IMD memberikan kesempatan yang lebih besar bagi bayi untuk mendapatkan ASI eksklusif hingga usia 6 bulan karena sejak awal bayi sudah dikenalkan dengan puting susu ibu sehingga akan terbiasa dan lebih mudah mengisap ASI. Teknik mengisap puting yang benar akan melancarkan produksi ASI selanjutnya sehingga kemungkinan ibu memiliki masalah dengan ASI semakin kecil.
  3. Mempercepat penghentian perdarahan sesudah melahirkan pada ibu melalui mekanisme perangsangan kontraksi otot rahim. Oleh karena itu, rahim ibu akan lebih cepat kembali seperti semula.
Setelah pemaparan di atas mengenai ASI, maka dengan niat serta tekad yang kuat untuk ‘mencetak’ generasi yang sehat, maka ibu yang mau dan mampu memberikan ASI secara eksklusif kepada anaknya, berarti telah memberikan hadiah yang sangat istimewa bagi buah hatinya. Banyak sekali ibu yang dengan rela dan senang hati memberikan susu sapi pada anaknya dengan berbagai alasan yang sesungguhnya masih dapat diatasi.
 Kalaupun ibu tidak mampu memberikan ASI-nya sendiri kepada bayinya karena permasalahan medis (yang sudah ditegakkan diagnosa oleh dokter terutama praktisi laktasi), maka masih ada jalan penyusuan melalui wanita lain (ibu susu). Yang terpenting dalam hal ini, ibu harus memiliki niat untuk selalu memberikan yang terbaik bagi buah hatinya. Dan yang susu yang terbaik adalah ASI, bukan susu yang lain.

Sumber:
Buklet Tabloid Nakita, Bayi ASI, Bayi Gold Medal, no. 488/th. X/9 Agustus 2008
Buklet Tabloid Nakita, Indahnya Tahun Pertama, no.522/th. X/30 Maret 2009
Sunardi, dr., 2008, Ayah, Beri Aku ASI, Aqwamedika : Solo
Tabloid Nakita no.464/th.IX/23 Februari 2008
***
Artikel muslimah.or.id
Top of Form
Bottom of Form

Rabu, 08 Februari 2012

Jika Seorang Bayi Bisa Bicara

By Dr. Henny Zainal, BC, CHt

(Jika seorang bayi dapat berbicara, di antara tatapan cintanya dan di setiap tangisannya)

Wahai ayah bunda tercinta..
...
Aku telah hadir di tengah-tengahmu..
Aku telah menjadi bukti cinta kasihmu..
Aku telah turun ke dunia demi memenuhi tugas dari Tuhanku..

Wahai ayah bunda tercinta..
Letakkanlah aku di atas perut dan dadamu begitu ku lahir..
Biarkanlah aku merangkak di atas perut dan dadamu..
Sesungguhnya aku ingin menyelamatkan ibuku dari perdarahan..
Sesungguhnya aku ingin membuat air susu dari Tuhanku keluar semakin banyak..

Wahai ayah bunda tercinta..
Biarkanlah aku tidur bersamamu segera setelah ku lahir didalam hari-harimu..
Biarkanlah aku menikmati suaramu, nafasmu, dan aroma tubuhmu..
Sesungguhnya bersama denganmu setiap hari pada awal kehidupanku memberikan kenyamanan dan ketenangan bagiku..

Wahai ayah bunda tercinta..
Peluklah aku..
Sesungguhnya aku kedinginan di dunia yang baru ini..
Bukanlah selimut atau pakaian tebal yang kubutuhkan..
Namun, biarkanlah aku menikmati kehangatan tubuhmu dan kasihmu

Wahai ayah bunda tercinta..
Dekaplah aku dengan penuh kasih..
Biarkanlah aku mendengar suara detak jantungmu..
Biarkanlah aku tetap berada dalam rengkuhanmu..
Sesungguhnya aku sangat ketakutan karena banyaknya suara-suarayang tidak aku kenal..

Wahai ayah bunda tercinta..
Berikanlah hanya air susu ibu bagiku..
Biarkanlah aku menikmati setiap tegukan air susu ibuku..
Sesungguhnya Tuhanku mengatakan bahwa hanya air susu ibukulah yang akan membuatku sehat, cerdas, dan tangguh..

Wahai ayah bundaku..
Bersabarlah akan diriku, tangisanku, dan segala perilakuku..
Bertawakallah pada Tuhanku..
Istiqomahlah akan apa yang engkau lakukan..
Sesungguhnya, Tuhanku amatlah dekat dan mintalah pertolonganNya..

Wahai ayah bundaku tercinta..
Terima kasih untuk kasih sayangmu..
Terima kasih untuk kesabaranmu..
Terima kasih untuk pelukanmu..
Terima kasih untuk bisikan kasih sayangmu..
Terima kasih untuk dekapan cintamu..
Terima kasih untuk doá - doá yang tiap waktu engkau panjatkan bagiku..
Terima kasih untuk keyakinanmu pada Tuhanmu..

Wahai Ayah bundaku tercinta..
Tiadalah cukup ucapan terima kasihku padamu..
Sungguh surga di telapak kakimu, sesuai dengan janji Tuhanku..

Wahai Ibuku Kekasih Hatiku..
Wahai Ayah Pelindungku..
Doá yang kupinta pada Tuhanku..
Ya Tuhanku, ampunilah aku dan juga untuk kedua orang tuaku..
Dan, kasihilah mereka semua sebagaimana mereka telah mengasihi aku ketika kecil..

Wahai ayah bundaku tercinta..
Biarkanlah Tuhanku membalas setiap tetes airmata dan keringat lelahmu saat engkau beranjak tua nanti..
Biarkanlah kasih sayang Tuhanku menyayangimu, sebagaimana engkau menyayangi diriku sewaktu kecil..
Sungguh aku sangat mencintaimu..

Selasa, 17 Januari 2012

PERAN ASI TERHADAP PERTUMBUHAN BAYI

ASI  merupakan  satu-satunya  makanan  terbaik  bagi  bayi  sampai  berumur  6 bulan  karena  mempunyai  komposisi  gizi  yang  paling  lengkap  dan  ideal  untuk pertumbuhan  dan  perkembangan  bayi  yang  dapat  memenuhi  kebutuhan  gizi  bayi selama 6 bulan pertama. Rekomendasi pemberian ASI saja yang dikena l dengan ASI eksklusif sampai 6 bulan didasarkan pada bukti ilmiah tercukupinya  kebutuhan bayi dan lebih baiknya pertumbuhan bayi yang mendapat ASI eksklusif serta menurunnya morbiditas  bayi. 
 .
Beberapa  peneliti  menganalisa  perbedaan  kecepatan  pertumbuhan  antara bayi yang disusui dan bayi yang diberi formula selama 1  tahun pertama  dan diamati kemudian.  Birkbeck  (1992)  mengukur  anak  usia  7  tahun  yang  mendapat  ASI sedikitnya 12 minggu dan yang  mendapat formula sejak lahir. Hasilnya  menyatakan bahwa anak yang mendapat ASI lebih tinggi, tetapi secara statistik tidak nyata ketika dikontrol  dengan  berat  lahir,  tinggi  orangtua,  dan  status  sosial  ekonomi.  Selain  itu juga dinyatakan bahwa tidak ada  perbedaan kecepatan pertumbuhan usia 3-12 bulan antara  anak  yang  disusui  sedikitnya  2  bulan  dan  anak  yang  mendapat  formula. Pertumbuhan,  infeksi,  dan  perbedaan  efisiensi  penggunaan  zat  gizi  mempengaruhi kecepatan  penggunaan  zat  gizi  oleh  bayi,  yang  ditentukan  oleh  status  gizi  bayi (WHO,  2002).  Studi-studi  di  beberapa  negara  berkembang  menunjukkan  bahwa penyebab terbesar  defisiensi gizi  dan retardasi pertumbuhan pada  anak  berumur 3 – 15  bulan  adalah  rendahnya  pemberian  ASI  dan  buruknya  pemberian  MPASI (Shrimpton et  al,  2001).  Keunggulan  ASI  yang  be rperan  dalam  pertumbuhan  bayi dilihat dari protein, lemak, elektrolit, enzim, dan hormon dalam ASI.


1. Protein
 Protein ASI dibentuk dalam ribosom pada retikulum endoplasma yang terdiri dari kasein,  alpha laktalbumin dan beta laktoglobulin. Alpha laktalbumin adalah 25 –  30%  dari total  protein ASI yang merupakan  penyedia  terbesar asam amino untuk pertumbuhan bayi. Protein ASI  berkaitan dengan fungsi  tertentu seperti kasein yang membentuk miscellesdengan  kalsium  dan  fosfat yang  merupakan  pengangkut penting  bagi  mineral  tersebut.  Pada  bayi  baru  lahir  (neonatus)  belum  mampu mengelola  protein  dalam  jumlah  besar  seperti  yang  banyak  terdapat  pada  susu formula. Kombinasi  asam  amino  dalam ASI  sangat sesuai  secara  biokimiawi  untuk periode  pertumbuhan  bayi.  


2. Lemak
Lemak  dalam  ASI  berbentuk  gumpalan  yang  terdiri  dari trigliserida  dengan campuran  fosfolipid, kolesterol,  vitamin A, dan  karotenoid.  Trigliserida berasal dari lemak  yang  dimakan  dan  diangkut  dalam  darah  ke  payudara  sebagai  trigliserida dalam  kilomikron.  Susunan  asam  lemak  ASI  tergantung  pada  sumber  lemak  dalam makanan  ibu  dan  keragaman  jumlah  lemak.  Kadar  lemak  juga  tergantung  ada tidaknya cadangan  lemak.  Ibu dengan gizi  kurang  menghasilkan ASI  dengan  ka dari lemak  rendah  dan  asam  lemak  kebanyakan  berantai  pendek,  lemak  ASI  menurun sampai  1  %  tetapi  protein  dan  laktosa  tetap.  Lemak  adalah  bahan  penyusun  yang penting bagi sistem saraf. Asam lemak dalam  ASI memungkinkan bayi memperoleh energi  cukup dan  dapat membentuk  mielin dalam  susunan  saraf. 

.
3. Elektrolit dalam ASI
ASI  mengandung  elektrolit  (natrium,  kalium,  klorida)  sangat  rendah dibanding  susu  sapi  sehingga  tidak  memberatkan  beban  ginjal.  Pada  bayi  yang mendapat  formula  elektrolit  tinggi  akan  mengakibatkan  osmolalitas  plasma  yang tinggi.  Hal  ini  akan membahayakan karena  fungsi ginjal  pada  bayi belum sempurna sehingga  sukar  untuk  diekskresikan.  Pada  bayi  dengan  osmolalitas  plasma  dan natrium  tinggi  bila  demam  atau  diare  ringan  sangat  beresiko  terhadap  dehidrasi hipernatremik.  Selain  itu bayi  yang  osmolalitas  plasma  tinggi  karena  selalu minum beban  larut  yang  berat  akan   sering  merasa  haus  dan  minta  minum.  Apabila  diberi susu  kental  menyebabkan  haus  dan  menginginkan  minum  lagi  dan  seterusnya sehingga  dapat  berakibat  pemberian  kalori  berlebihan  pada  bayi.
   
4. Enzim
Enzim  dalam  ASI  berperan  secara  tidak  langsung  terhadap  pertumbuhan dimana bila fungsi enzim dalam berbagai proses metabolisme tubuh terganggu maka pertumbuhan juga akan terganggu.


5. Hormon
ASI  mengandung  beberapa  hormon dan faktor pertumbuhan.  Hormon  dalam ASI  terdiri  dari  kortisol,  somatostatin,    laktogenik,  oksitosin,  dan  prolaktin.  Faktor pertumbuhan  terdiri  dari  faktor  pertumbuhan  epidermal,  insulin,  laktoferin  dan faktor-faktor  yang  secara  spesifik  berasal  dari  sel  epitel  kelenjar  payudara