Tampilkan postingan dengan label menyusui. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menyusui. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Desember 2013

SOYAMIL dan MAMA SOYA untuk Masa Penting Ibu (Hamil dan Menyusui)

Menyusui adalah ungkapan kasih sayang ibu yang membentuk ikatan lahir-batin antara ibu dan anak. Menyusui merupakan masa penting bagi ibu untuk memberikan yang terbaik untuk bayi, sehingga ibu butuh dukungan sepenuhnya dari luar dan dalam.

MAMA SOYA hadir untuk mendukung masa penting ibu dan bayi, susu bubuk kedelai instan plus ekstrak herbal pilihan yang direkomendasikan karena terbukti khasiatnya meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI ibu menyusui.

Saran dari Tim Ahli SHN untuk Masa Penting Ibu:
1. Minum rutin SOYAMIL 2 kali sehari (pagi dan sore) sejak persiapan menuju kehamilan, hingga bulan ke sembilan kehamilan.
2. Lanjutkan dengan minum rutin MAMA SOYA mulai pertengahan akhir bulan ke sembilan usia kehamilan (1 kali sehari -pagi atau sore).
3. Jangan lewatkan masa IMD dengan sesegera mungkin memberikan ASI pertama setelah melahirkan, YAKIN BISA dengan dukungan MAMA SOYA!
4. Teruskan dengan minum rutin MAMA SOYA setiap hari 2 kali sehari sampai SUKSES ASI EKSKLUSIF 6 bulan.
5. Tetap minum rutin MAMA SOYA (minimal 1 kali sehari, atau 2 kali sehari jika dibutuhkan) selepas 6 bulan ASI EKSKLUSIF sampai genap masa menyusui 2 tahun.

Sumber :Soyaherba

Selasa, 17 Desember 2013

Aku Siap Menyusui!

Payudara harus dirawat agar sehat dan siap menyusui kelak. Hai, ibu yang sedang hamil, mulailah merawatnya dengan cermat sejak hamil!

Perubahan payudara. Sejak hamil, sel-sel di payudara sudah bersiap memproduksi ASI, sehingga tampak lebih berisi. Tak hanya itu, puting juga semakin lembut dan sensitif, sementara areola juga semakin berwarna gelap, bahkan kadang-kadang disertai dengan sedikit nyeri. Seiring dengan semua perubahan itu, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda lakukan agar payudara Anda tetap sehat dan prima menjalankan fungsinya kelak.
Trik memilih BH. Sejak hamil, Anda perlu membeli bra khusus ibuhamil dengan ciri sebagai berikut :
  • Bahan nyaman yang dapat menyerap keringat.
  • Menyangga dengan baik. Pilih yang bertali lebar, seperti sport bra. BH dengan kaitan di belakang biasanya lebih kuat menahan payudara selagi hamil.
  • Bijak gunakan BH berkawat. BH seperti ini tetap dapat dipakai ibu hamil, namun sebaiknya hati-hati, jangan yang kekecilan karena dikhawatirkan akan menekan dan mengganggu saluran ASI, sehingga menghambat produksi ASI kelak. Juga, sebaiknya jangan terlalu lama mengenakannya. Kalau untuk ke pesta selama 2-3 jam masih okelah.
  • Pilih ukuran yang pas. Jika membeli BH dengan nomor yang lebih besar, jangan segan untuk mencobanya. Pilihlah yang pas dan nyaman dikenakan, misalnya tidak naik turun ketika dipakai (karena longgar), juga tidak membuat Anda sesak napas (akibat terlalu sesak).
  • Sekaligus untuk menyusui. Jika Anda membeli BH pada kehamilan trimester ke-3, Anda dapat sekaligus memilih BH dengan model “berjendela” untuk memudahkan Anda menyusui kelak.
Rawatlah puting! Perawatan puting bertujuan untuk menjaga agar bagian ini tetap bersih dan menonjol, sehingga memudahkan proses menyusui. Namun, mengingat perawatan ini bisa memicu produksi hormon oksitosin, yang dapat menyebabkan timbulnya kontraksi rahim, maka perawatan puting payudara biasanya dianjurkan ketika kehamilan sudah menginjak usia 37 minggu ke atas. Jadi, jika sampai terjadi sesuatu, maka bayi sudah dapat hidup di luar inkubator.

Bersihkan Puting. Rajinlah membersihkan puting dengan air hangat setelah mandi saat hamil. Hindari dengan sabun karena akan menyebabkannya kering dan pecah-pecah, sehingga terasa perih. Selain itu, untuk menjaga agar puting tetap menonjol serta sel-sel kulit mati terlepas dari puting, Anda dapat melakukan hal-hal berikut.
  • Oleskan baby oil, minyak zaitun atau minyak kelapa ke ujung telunjuk dan ibu jari kanan.
  • Jepitlah puting dengan telunjuk dan ibu jari yang sudah diolesi dengan minyak tadi.
  • Lakukan gerakan memutar secara bolak-balik dengan arah berlawanan.
  • Lakukan hal seperti itu pada puting payudara yang lain.
  • Jika puting melesak ke dalam, Anda dapat membeli alat khusus yang ditempelkan di seputar puting.
Mungkin Anda perlu melakukannya selama berminggu-minggu saat hamil, atau sesuai petunjuk dokter, agar puting dapat terbentuk menonjol. Dengan begitu, diharapkan bagian yang menonjol ini kelak dapat berfungsi dengan baik ketika menyusui bayi Anda.

Jumat, 13 Desember 2013

Lanjutkan Menyusui Hingga 2 tahun

UNICEF dan American Academy of Pediatrics merekomendasikan ibu untuk tetap menyusui hingga  setidaknya usia 2 tahun. Untuk anak usia 2 tahun, kandungan zat imun ASI masih dapat melindungi anak dari penyakit, karena anak-anak di atas usia 1 tahun pada umumnya terpapar lebih banyak penyakit daripada saat masih bayi.

Tantangan menyusui anak usia 1 tahun atau lebih:

Menyusu berjam-jam. Pada usia 1 tahun atau lebih, ASI hanya memenuhi kalori 30% dari kebutuhan energi total anak. Sebagian kebutuhannya dipenuhi dari makanan padatnya. Menyusu berjam-jam, biasanya terjadi pada malam hari - sebetulnya ia tidak menyusu untuk mendapat ASI tapi lebih karena ingin ngempeng atau mentil. Dengan menyusu dan menempel payudara ibu, anak akan merasa lebih nyaman.  Atasi dengan:
  • Beri pelukan dan ciuman sebelum disusui, agar anak merasa tenang.
  • Pilih posisi yang nyaman.  Jika posisi tiduran, sediakan bantal atau guling untuk menyangga punggung yang miring sehingga membantu menopang punggung.
  • Lakukan bed time ritual, seperti mencuci kaki dan tangan, ganti baju piama, baca buku, dongeng, doa bersama dan akhiri dengan musik lembut pengantar tidur. Sehingga ia akan merasa lebih nyaman untuk pergi tidur tanpa harus menyusu berjam-jam.
Banyak gaya. Beragam posisi menyusu si 1 tahun mulai dari menungging, tengkurap hingga berdiri. Sebetulnya tidak semua anak melakukan banyak gaya seperti ini ketika menyusu. Atasi dengan: Biarkan saja ia bergaya. Ia sedang belajar eksplorasi diri dan kemampuannya. Namun jika Bunda merasa tidak nyaman karena payudara jadi sakit atau sedang menyusui ditempat umum, ajak anak bicara perlahan-lahan.

Menggigit! Usia 1 tahun, gigi susu anak sudah mulai tumbuh lebih banyak . Tidak jarang anak dengan sengaja atau tidak sengaja menggigit puting. Atasi dengan: Ibu harus tahu kapan anak sudah puas dan sudah selesai menyusu. Segera sudahi kegiatan menyusui, jangan berikan waktu padanya untuk bermain-main yang bisa membuat anak menggigit puting.

Badannya makin berat. Makin bertambah usia, berat badannyapun bertambah. Berat badan ideal untuk anak usia 1 tahun mencapai 10 hingga 12 kilogram. Atasi dengan: Cari posisi menyusui paling nyaman untuk menopang berat badannya. Atau pilih posisi menyusui dengan tiduran sehingga Anda tidak perlu menahan berat badannya.

Tarik sana tarik sini. Biasanya karena ia sudah kenyang, bisa saja konsentrasi menyusu terpecah dan memilih bermain-main. Saat inilah biasanya ia akan menarik-narik puting ke sana kemari sehingga membuat puting sakit. Atasi dengan: Beri pengertian pelan-pelan atau beri mainan lain untuk mengalihkan perhatiaannya. Selain itu jangan berikan ia waktu untuk bermain dengan puting. Segera sudahi jika ia terlihat sudah selesai menyusu.

Mau kapan saja. Tiba-tiba anak teriak minta nenen sambil meremas payudara atau berusaha membuka kancing baju. Menyusui memang bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Tapi lain halnya jika saat sedang di tempat umum. Balita belum bisa melihat situasi. Sama halnya dengan  berteriak minta makan, anak bisa melakukannya setiap  saat dimanapun. Atasi dengan:
  • Sebelum mengajaknya pergi ajak anak bicara terlebih dahulu agar ia tidak berteriak saat meminta ASI.
  • Jika kondisi tidak memungkinkan untuk menyusui, misalnya bukan di ruang menyusui atau saat sedang mangantri di kasir, tundalah menyusui dengan memberinya pengertian.
  • Bila anak tak sabar untuk disusui,  segera pergi ke ruang menyusui atau gunakan apron menyusui sehingga Anda tetap nyaman menyusui.

Sabtu, 07 Desember 2013

MAMA SOYA SUSU KEDELAI PELANCAR ASI

Mama Soya adalah susu bubuk kedelai instan yang diperkaya dengan ekstrak daun katuk, ekstrak fenugreek/hulba, ekstrak habbatussauda, ekstrak kurma, dan beepollen. Sangat cocok untuk wanita, nutrisi ibu hamil, nutrisi ibu menyusui (melancarkan ASI).
Mama Soya adalah minuman kesehatan yang merupakan perpaduan dari sari kedelai pilihan berkualitas, daun katuk, bee polen, dan fenugrek. Cocok bagi mereka para wanita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Diproses dengan teknologi canggih dan hygienis menjadikan Mama Soya sari kedelai yan terjaga kandungan gizinya, ampas sedikit, tekstur lembut, dan tidak langu. Kaya akan kandungan protein Nabati, Isoflavon, asam amino esensial, vitamin, dan mineral.
Kandungan Mama Soya
Kedelai
Mengatasi intoleransi laktosa, minuman bagi penderita autisme, minuman nabati sarat gizi, mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Mencegah arteriosklerosis, hipertensi, jantung koroner, dan stroke. Mencegah diabetes melitus, menghambat menapause dan cegah osteoporosis, mencegah migrane, minuman anti kanker, mencegah penuaan dini/anti aging, anti oksidan. Kaya isoflavon, asam amino esensial, lesitin, vitamin dan mineral.
Daun Katuk
Sudah diketahui secara luas bahwa daun katuk secara tradisional digunakan untuk melancarkan ASI (air susu ibu), membantu penyembuhan borok, bisul, sembelit, demam, flu, dan darah kotor. Membangkitkan vitalitas seks, meningkatkan jumlah & mutu sperma, mencegah osteoporosis, anemia, menurunkan lemak/kolesterol. Daun katuk juga kaya akan vitamin C, vitamin A, mineral kalsium, dimana ketiganya sangat penting bagi metabolisme tubuh.
Habbatussauda’
Menguatkan sistem kekebalan tubuh, daya ingat, konsentrasi, bioaktivitas hormon, menetralkan racun dalam tubuh. Mengatasi gangguan tidur & stress, anti histamin, memperbaiki saluran pencernaan, anti bakteri, melancarkan ASI, suplemen ibu hamil dan balita. Meremajakan sel-sel kulit dan menunda proses penuaan. Nutrisi bagi lansia, meningkatkan antibodi, mencegah tumor, mengatasi alergi, neuradermitis, dan asma.
Bee Pollen
Meningkatkan IQ, mencegah serangan kanker, impoten, menapause, ketidaksuburan. Membantu penyembuhan arthritis, diabetes, tekanan darah tinggi, anemia, asthma, penyakit tukak lambung, gangguan prostat, varicose veins. Menguatkan pembuluh kapiler yang lemah, sebagai nutrisi diet, vitamin dan mineral bagi ibu hamil dan menyusui, balita, dan anak-anak.
Fenugreek
Merangsang/menstabilkan hormon dan libido pria & wanita, meningkatkan stamina, mengatasi masalah kesuburan/kemandulan, nutrisi bagi ibu hamil & menyusui, sistem peredaran darah/kardiovaskular, mengurangi rasa sakit & pelancar haid, menguatkan jantung, ginjal, dan paru-paru. Mencegah atau mengobati asma, TBC, radang tenggorokan, stress, diabetes, asam urat, kanker usus, kolesterol, luka, radang kulit, antiinflamasi, bisul, masalah menopouse, masalah, nafsu makan, resiko kanker.

Harga                : Rp.27.000,-
Netto                 : 200 gr.
Produsen            : Soya Herba Nusantara

DINKES P-IRT NO. 615351519016A

Rabu, 02 Oktober 2013

Menyusui Eksklusif Cegah Kehamilan

Menurut program Keluarga Berencana (KB) jarak ideal antara kehamilan pertama dan kedua adalah 5 tahun.  Sebelum menemukan metode KB yang cocok, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan bagi bayi dapat digunakan sebagai KB alami, asal Anda mengikuti rambu-rambunya.  

Ampuh tunda kehamilan.
KB alami dengan menyusui secara eksklusif, atau biasa juga disebut metode amenore laktasi (MAL) efektivitasnya mencapai 98%. Namun begitu efektivitasnya bisa dipenuhi, apabila:
  • Ibu belum mendapat haid lagi.
  • Menyusui bayi secara eksklusif- ASI sja, tanpa makanan minuman tambahan apapun.
  • Menyusui sesering mungkin-minimal 12 kali sehari- dan selama mungkin. Interval atau jeda menyusui di siang hari tidak lebih dari 4 jam dan interval di malam hari tidak lebih dari 6 jam.
  • Tetap menyusui meski ibu atau bayi sedang sakit, karena jika berhenti menyusui, produksi ASI bisa berkurang dan menurunkan kadar hormon prolaktin.
  • Tidak memakai botol, empeng atau nipple shield, karena bisa menganggu proses bayi mengisap ASI. Jika bayi tidak mengisap dengan benar, akan menurunkan kadar hormon prolaktin.
Kondisi hormon.
Pada MAL Anda memanfaatkan masa ketika siklus haid belum kembali normal sejak hamil dan melahirkan. Umumnya siklus haid akan kembali normal setelah 2-3 bulan paska melahirkan. Namun jika menyusui, seringkali Anda menjadi tidak haid karena hormon laktasi atau prolaktin-kadar prolaktin tetap tinggi. Hormon prolaktin akan menekan kadar hormon estrogen yang fungsinya mematangkan sel telur. Jika sel telur tidak matang, maka tidak akan terjadi pembuahan. Dengan demikian, tidak akan terjadi kehamilan.

Penerapan MAL.
Bulan pertama penerapannya, kemungkinan hamil hanya 2%. Namun bila Anda telah mendapat haid kembali, risiko hamil menjadi lebih besar dan sejak saat itu MAL tidak lagi efektif sebagai metode KB. Anda perlu segera beralih ke metode KB lainnya seperti suntik, pil, atau spiral. Untuk memastikan bahwa kesuburan Anda telah kembali, gunakan alat pengetes ovulasi atau ovulation test. Bila hasilnya positif, berarti kesuburan telah kembali. Berhubungan seksual tanpa menggunakan kontrasepsi pada saat tersebut, dapat mengakibatkan kehamilan. 
 
Sumber : www.ayahbunda.co.id

Rabu, 11 September 2013

Persiapan Agar Sukses Menyusui

Memberi ASI, perlu persiapan fisik dan mental serta dukungan dari keluarga dan teman-teman agar  sukses menyusui. Lakukan persiapan menyusui sejak masa hamil, Bunda bersama Ayah.

Selama hamil:
  • Ikuti kelas menyusui. Beberapa rumah sakit menyediakan klinik laktasi. Anda dapat berkonsultasi dan belajar tentang ASI di klinik laktasi. Selain itu  Anda juga dapat belajar dari bidan atau tenaga kesehatan.
  • Baca buku menyusui. Anda yang lebih mudah belajar lewat bacaan, beli dan mulailah membaca buku tentang tata cara menyusui, manfaat, pentingnya menyusui dan manajemen ASI ibu bekerja. Dapatkan juga informasi dari internet untuk memperluas wawasan Anda tentang ASI.
  • Galang dukungan. Dukungan untuk menyusui sangat penting dalam proses menyusui nanti. Orang tua, mertua dan suami, adalah orang paling penting untuk suksesnya menyusui. Informasikan kepada mereka bahwa Anda berniat menyusui ASI secara eksklusif  dan jelaskan artinya.
  • Beritahu atasan. Informasikan kepada atasan Anda tentang rencana menyusui.   Hal ini terkait dengan kebijakan jam bekerja sehingga Anda tetap bisa memerah atau mungkin menyusui saat jam kerja.
Melahirkan:
  • Inisiasi menyusui dini. Begitu bayi lahir, mintalah pada dokter yang menolong persalinan untuk melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan skin-to-skin contact dengan bayi Anda. Jika diperlukan pemisahan antara bayi dengan ibunya, maka skin-to-skin contact bisa dilakukan dengan ayahnya.
  • Rooming in. Bayi ‘menginap’ di ruang perawatan bersama Anda, akan membantu produksi ASI. Tanyakan pada perawat atau bidan, kapan bayi Anda diperbolehkan menghisap puting payudara Anda untuk merangsang keluarnya kolostrum dan ASI.
  • Berikan kolostrum. Sebelum mulai produksi air susu, payudara akan mengeluarkan kolostrum terlebih dahulu. Berikan kolostrum pada bayi karena memberikan zat-zat gizi konsentrasi tinggi dan zat-zat pertahanan tubuh. Air susu ibu biasanya diproduksi 3-5 hari setelah melahirkan.
6 bulan pertama:
  • Dua minggu pertama di rumah dengan bayi baru bisa membuat Anda sangat sibuk. Jangan sungkan minta bantuan, sehingga Anda dapat beristirahat dan memberi ASI dengan tenang.
  • 12 kali selama 24 jam.  Bayi baru lahir menyusu sampai 12 kali  dalam 24 jam. Memang melelahkan, Anda harus sabar. Anda sedang belajar menyusui   dengan benar. Butuh waktu  6 -8 minggu setelah bayi lahir untuk dapat menyusui dengan benar.
  • Bergabunglah dengan grup ibu-ibu baru yang sedang menyusui. Hal ini dapat memberi Anda dukungan dan saran-saran yang berharga.
  • 3 bulan menyusui,  Anda akan merasakan berkurangnya rasa penuh pada payudara. Sekitar bulan ini, ASI Anda akan menyesuaikan dengan kebutuhan bayi.
  • Sebelum kembali bekerja.  Cari tempat penitipan anak  yang mendukung pemberian ASI. Jika Anda menggunakan jasa pengasuh bayi, informasikan dan berikan pelatihan padanya cara memberi ASI perah (ASIP) yang benar.
Sumber : ayahbunda.co.id

Senin, 22 Juli 2013

Ibu Menyusui Bisa Puasa


Ibu menyusui bisa saja ikut berpuasa. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar kebutuhan bayi tetap tercukupi dan ibu pun tetap nyaman berpuasa.
  • Puasa sebaiknya dilakukan ketika bayi sudah berumur 6 bulan. Dimana bayi sudah tidak lagi mendapat ASI eksklusif.
  • Konsultasikan pada dokter, bila Anda ingin berpuasa sementara bayi masih berusia di bawah 6 bulan. Selama bayi nyaman, kebutuhan makanannya tercukupi dan berat badannya berkembang sesuai dengan usianya, puasa sebenarnya boleh saja.
  • Pada dasarnya, kapan saja bayi bisa menyusu meskipun Anda berpuasa. Namun ketika berpuasa produksi ASI berkurang, sementara ASI berlimpah setelah Anda berbuka. Hal ini disebabkan oleh hormon oksitosin. Karenanya, usahakan bayi lebih banyak menyusu saat malam setelah berbuka hingga waktu sahur.
  • Pastikan ibu makan tiga kali sehari, yaitu saat sahur, ketika berbuka puasa dan menjelang tidur sesudah shalat tarawih. Ibu menyusui perlu mengonsumsi 50% karbohidrat, 30% protein, 20% lemak tiap kali makan, untuk hasilkan ASI berkualitas.
  • Ibu berpuasa akan lemas setelah menyusui. Istirahat sejenak akan mengembalikan energi. Selain itu istirahat juga akan mengembalikan kondisi psikologis ibu sehingga produksi ASI tetap lancar.
  • Saat berpuasa, cairan tubuh berkurang 2-3%. Banyak minum air putih saat berbuka dan sahur.
  • Jika alarm tubuh  mengisyaratkan harus berhenti puasa, tidak usah terlalu memaksakan diri.
Sumber : www.ayahbunda.co.id

Rabu, 19 Juni 2013

Membantukah Pemberian Formula & Dot Diawal Kelahiran Bayi?

Sering sekali kita mendengar ada perkataan: “Ooh ibu menyusuinya dibantu dengan formula juga kah?”. Nah pertanyaan ini menggelitik sekali karena apakah betul formula bisa membantu proses perkenalan awal antara sepasang ibu dan bayi atau malah mempersulit proses menyusui?
Untuk menajawab ini, tidak ada salahnya kita lihat dulu bagaimana kerja lambung bayi ketika baru dilahirkan. Dinding lambung bayi ketika baru lahir masih berlubang dan ini mengakibatkan protein dan patogen bisa masuk menyelip diantara lubang-lubang tersebut. Dibutuhkan waktu beberapa minggu untuk lambung bayi ini bisa menutup dengan rapat dan kolostrum merupakan cairan awal yang sangat sesuai untuk melapisi lambung ini dengan tujuan melindungi bayi dari alergi dan infeksi pada bayi baru lahir. Karena lambung bayi masih sangat kecil ketika baru lahir, maka kebutuhan kolostrum pun memang tidak terlalu banyak dan sesuai dengan kebutuhannya saat itu.
Pemberian formula diawal kelahiran bayi juga mengubah kondisi flora dalam lambung dan usus bayi. Kondisi lambung dan usus bayi ketika baru lahir memiliki kadar basa yang tinggi hal ini menyebabkan keseimbangan asam dan basa pada bayi terjaga ketika mendapatkan ASI yang mengandung 47% bakteri bifido baik yang dibutuhkan untuk kesehatan lambung. Bayi yang mendapatkan formula, keseimbangan asam-basa ini terganggu sehingga menyebabkan tingginya kadar asam dalam lambungnya. Kondisi ketidakseimbangan asam-basa inilah yang bisa mengganggu metabolime dalam tubuh bayi dan menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh si kecil.
Disinilah pentingnya bayi untuk bisa melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), dimana bayi bisa melatih insting yang dibekali oleh semua bayi mamalia untuk bisa mencari sumber kehidupannya yakni payudara ibunya. Selain itu, IMD juga membantu bayi untuk segera mendapatkan kolostrum yang seperti kita bahas sebelumnya, sangat bermanfaat bagi kesehatan di pencernaan bayi.
04-no-dotBelum lagi kandungan formula yang belum tentu bisa diserap semua oleh tubuh bayi yang juga bisa mengakibatkan kerja ekstra pada pencernaan bayi, sayangnya hal ini yang justru sering sekali luput oleh kita. Bayi yang mendapatkan formula biasanya akan terlihat lebih tenang atau banyak tidur. Karena bayangkan saja lambungnya mendapatkan asupan sekian banyak yang melebihi kapasitas usianya yang mengakibatkan bayi merasa selalu kenyang. Hal ini berbeda dengan ASI yang mudah diserap oleh tubuh dan kuantitasnya sesuai dengan kebutuhan bayi, sehingga bayi memang akan sering terbangun dan menyusu lagi. Karena memang inilah yang kodrati. Bayangkan kita sedang haus, sedangkan kita saat ini haus sekali dan gelas yang ada sangat kecil. Kemungkinan yang ada kita akan berulang kali mengisi gelas kecil tersebut dengan air sampai rasa haus tadi terpenuhi. Sama dengan bayi, karena lambungnya masih kecil, mereka akan sering menyusu untuk memenuhi kebutuhan yang ia perlukan.
Setelah kita membahas apa kandungan dalam formula dan bagaimana reaksinya dalam tubuh bayi jika diberikan, mari kita kupas bagaimana dengan penggunaan dot, karena biasanya pemberian formula selalu melalui media dot yang tentunya memiliki efek yang turut memperumit situasi menyusui bagi pasangan ibu dan bayi.
Mekanisme kerja dot sangat berbeda dengan bagaimana seorang bayi menyusu ke payudara. Bayi tidak perlu membuka mulutnya dengan lebar untuk bisa mengeluarkan isi dalam dot karena dot jika kita balik saja sudah bisa menetes keluar isinya. Tentunya ini membuat mulut bayi seperti mencucu atau monyong sedikit dan dia pun akan bisa mendapatkan apa yang ada di dalam botol. Jika diawal proses melahirkan bayi sudah berkenalan dengan botol maka akan sulit membuat bayi untuk bisa membuka mulutnya dengan lebar ketika akan ‘berkenalan’ dengan payudara untuk menyusu. Karena semua bayi mamalia yang terlahir di muka bumi ini memiliki insting untuk mencari sumber kehidupannya sesaaat setelah lahir yakni puting ibunya, maka jika proses ini digantikan oleh botol dan dot maka perkenalan awal ini bisa mempersulit hubungan menyusui antar ibu dan bayi yang baru saja akan dibina.
Perkenalan awal pada dot juga berandil ketika bayi melekat pada payudara dengan mulut mencucu dan mengakibatkan puting lecet dan tentunya membuat ibu kesakitan teramat sangat ketika menyusui. Bahkan saya pernah mendengar sebuah pernyataan yang banyak diamini oleh para ibu yang mengatakan, “menyusui itu lebih sakit daripada proses melahirkan loh!” Padahal sudah banyak pakar dan ibu yang merasakan langsung bahwa pelekatan yang baik seyogyanya tidaklah membuat payudara lecet apalagi sakit teramat sangat. Karena ibu merasa kesakitan dan puting juga lecet parah, maka datanglah ‘bantuan’ formula dan dot yang dirasa bisa ‘meringankan’ beban ibu untuk sementara waktu sampai menunggu lecet di puting ibu pulih. Padahal kondisi ini semakin membuat hubungan menyusui antara ibu dan bayi semakin menjauh karena bayi pun semakin akrab dengan botolnya. Perlahan-lahan produksi ASI ibu pun mulai menurun karena permintaan ke payudara tidak sesuai dengan permintaan sesungguhnya karena bayi mendapatkan tambahan asupan lain.
Proses persalinan juga memiliki andil besar terkait dengan insting bayi untuk menyusu. Karena seorang bayi yang terlahir cukup bulan dengan kondisi sehat dan stabil selayaknya akan bisa menggunakan insting menyusunya dengan baik juga. Namun ketika kita melakukan intervensi dalam proses persalinan seperti penggunaan induksi atau bedah sesar, efek obat yang diberikan bisa juga mempengaruhi kondisi bayi yang akan lebih mengantuk dan kurang alert untuk sigap mencari sumber kehidupannya yakni payudara ibu mereka.
Selain itu, kadang kita lupa dengan kodrat kita sebagai makhluk mamalia, bagaimana penggunaan dot pun memiliki efek jangka panjang pada perkembangan rahang, mulut dan bahkan geligi bayi kita kelak. Sudah ada studi yang menunjukkan kerja otot yang berbeda saat bayi menghisap botol dengan ketika bayi menyusu di payudara ibunya. Hal ini tentunya memiliki imbas pada perkembangannya kelak. Tidakkah kita sadari penggunaan kawat gigi pada anak-anak saat ini terlihat marak sekali? Kenapa kira-kira geligi anak-anak sekarang banyak yang maju ke depan dan tumbuhnya kadang tidak rapih?
Tapi bagaimana kalo kita memberikan dot yang berisi ASI? Jawabannya resiko bayi kebingungan akan puting ibunya tentu akan tetap ada. Kebingungan inilah juga yang seringkali berakibat produksi ASI di payudara ibu perlahan menurun, karena bayi menggunakan teknik menghisap botol dengan mencucu ketika menyusu di payudara. ASI yang keluar dari payudara pun tidak optimal, pelan-pelan payudara menurunkan kapasitas produksinya, karena permintaan tidak sesuai dengan yang diproduksi. Situasi ini yang seringkali tidak disadari para orang tua yang akhirnya mengambil kesimpulan “ASI saya tidak cukup!”
Banyak alternatif cara lain dalam memberikan ASI kepada bayi jika ibu tidak bisa bersama bayi. Pemberian ASI dengan media gelas kecil atau pipet atau spuit juga akan sangat membantu dan terbukti membantu agar bayi tidak mengalami bingung puting. Tetapi, jika kita pikir-pikir lagi ya.. Dan sebenarnya yang benar-benar bingung dalam situasi ini siapa ya? Kita atau bayi-bayi kita? Mereka kan hanya memilih apa yang kita berikan pada mereka. Jangan-jangan kita yang selama ini terjebak dalam pemahaman yang keliru dan membuat diri kita sendiri tersesat dalam memahami apa yang sebenar-benarnya bayi kita butuhkan secara kodrati?
Satu hal yang juga menarik adalah para orang tua seringkali memiliki ekspektasi tersendiri tentang bagaimana perilaku seorang bayi baru lahir yang akhirnya membuat kita seringkali terjebak pada pemahaman kita sendiri. Contohnya: kita sering mengira bayi itu hanya menyusu pada waktu-waktu tertentu yang berjarak cukup panjang atau setiap interval 2 jam. Kita juga tidak jarang menduga bayi akan sering tidur karena lagi-lagi terjebak dalam istilah “sleep like a baby.” Padahal kita ketahui juga justru yang kodrati adalah bayi akan rutin terbangun untuk menyusu karena seperti penuturan diatas, lambung yang kecil membuat ia akan sering mengisi. Inilah yang alamiah dan natural.
Realita yang ada bayi memang akan sering menyusu sering diawal-awal kelahirannya dan bisa juga menyusu dalam frekuensi yang panjang. Realitanya juga bayi kadang menyusu sebentar-sebentar dan berulang kali. Realitanya juga bayi akan sering bangun untuk menyusu karena memang itulah yang kodrati dan alamiah. Perbedaan ekspektasi dan realita yang ada inilah yang membuat konflik tersendiri dalam pemikiran para orang tua. Konflik inilah juga yang membuat kita seringkali mencari jalan pintas dengan ‘membantu’ ibu menyusui dengan memberikan formula dan dot supaya para ibu bisa beristirahat. Nah sekarang coba kita tilik lagi penjelasan diatas, apakah benar pemberian formula dan dot itu benar-benar ‘membantu’ seorang ibu yang sedang ‘berkenalan’ dengan bayi barunya dan belajar menyusui bayinya? Atau jangan-jangan kita selama ini sudah terjebak dalam ketidaktahuan yang imbasnya adalah mempersulit bayi-bayi kita dalam mendapatkan asupan mereka yang kodrati dan alami yakni ASI.

PS: pada kondisi tertentu pemberian formula memang diperlukan atas indikasi medis dan alasan yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan. Akan lebih baik jika kita perlakukan formula itu seperti obat, yang memang harus diresepkan tenaga kesehatan dan diberikan dengan takaran yang tepat dan penuh kehati-hatian. Namun penting menjadi catatan bersama, pemberian formula harus disadari juga resikonya dan tenaga kesehatan wajib informasikan hal ini ke orang tua. 

Sumber : http://aimi-asi.org/membantukah-pemberian-formula-dot-diawal-kelahiran-bayi/

Kamis, 30 Mei 2013

Mogok Menyusu

Mungkin beberapa dari kita sudah biasa mendengar kata nursing strike atau breast refusal. Mungkin ada baiknya kita buat istilah dalam Bahasa Indonesia juga ya, kan ceritanya cinta bahasa sendiri nih :D Kita sebut saja situasi mogok menyusu. Situasi ini biasanya terjadi pada anak yang kita susui dengan usia beragam dengan beragam juga alasannya.
Situasi mogok menyusu ini teramat sangat membuat seorang ibu menyusui merasa cemas, khawatir ditambah perasaan kecewa dan merasa bersalah karena secara tidak langsung telah berbuat sesuatu yang ia sadari atau tidak telah membuat bayi mogok menyusu. Situasi ini akan diperparah dengan ibu akan merasa frustrasi dan sedih yang tentunya secara tidak langsung bisa mempengaruhi relasi antara ibu dan bayi.
Bagi seorang ibu tidak ada yang lebih mengecewakan bagi mereka melihat bayinya menangis keras dan menjerit-jerit ketika didekatkan ke payudaranya. Apalagi jika selama ini ibu tersebut sudah menyusuinya sepenuh hati dan cinta. Perasaan kecewa ini bisa berujung pada sikap tidak berdaya dan kebingungan efek langsung dari penolakan bayinya. Duh.. rasanya memang sedih dan perih sekali ya..
Berita baiknya, situasi mogok menyusu ini bisa dan ada jalan keluarnya loh! Untuk itu mari kita kupas sedikit apa saja penyebab dari mogok menyusu ini. Ada beberapa faktor yang terkait dalam kondisi mogok menyusu ini, tentunya ini melibatkan kondisi anak dan ibu terkadang juga lingkungan terdekat dan situasi dalam lingkungan dimana pasangan ibu dan anak berada.
Dari sisi bayi, kejadian mogok menyusu ini bisa diakibatkan:
  • Sakit: bayi yang sakit sama seperti kita orang dewasa, kadang ada perasaan tidak nafsu untuk makan atau minum atau melakukan apa-apa. Fase ini biasanya akan berlalu ketika bayi sudah pulih.
  • Sedang tumbuh gigi: ketika bayi sedang tumbuh gigi gusinya terasa gatal dan kadang diikuti sensasi nyeri. Kita para orang tua biasanya tidak mengetahui ini sampai si ibu tiba-tiba tergigit ketika sedang menyusui. Bayi menggigit karena berusaha mencari sesuatu untuk meredakan rasa gatal dan nyeri tersebut. Nah kadang kita para ibu bisa langsung berteriak karena kaget tergigit dan kesakitan. Teriakan tersebut buat sebagian bayi bisa membuat dia juga tidak kalah kaget dan sedih. Kejadian ini pada beberapa bayi bisa membuatnya mogok menyusu.
  • Bingung puting: ini salah satu yang paling lazim ditemui pada bayi-bayi yang mogok menyusu. Ketika ibu kembali beraktivitas di luar rumah, kadang pengasuh memberikan ASI Perah (ASIP) dengan botol karena dianggap cara ini lebih ‘mudah’ dan ‘lazim’ bagi bayi. Padahal yang kita ketahui bersama, mekanisme kerja botol yang dihisap berbeda dengan kerja mulut, rahang, lidah dan bibir bayi ketika menyusu di payudara. Botol saja ketika kita balik sudah meneteskan isinya keluar sehingga bayi cukup monyong sedikit atau mencucu sudah bisa mendapatkan isinya, sedangkan pada payudara dibutuhkan mulut bayi yang terbuka lebar untuk mengeluarkan isinya. Nah tanpa kita sadari perlahan tapi pasti produksi ASI di payudara ibu mulai perlahan berkurang karena tidak bisa mengikuti permintaan bayi yang cenderung lebih banyak jika minum melalui botol atau dot. Situasi ini akan diperparah jika bayi langsung menolak ketika akan disusui langsung karena bayi mulai terbiasa dengan aliran yang deras dari botol, karena aliran di payudara ibu mulai turun. SituASI ini lah yang disebut bingung puting yang pada kasus-kasus tertentu bisa berujung pada mogok menyusu.
  • Bayi capek atau lelah atau tidak enak badan: pada bayi yang letih karena stimulasi yang berlebih bisa juga membuat dia mogok menyusu dan lebih menangis terus. Biasanya ini tidak akan berefek jangka panjang dan ketika dia sudah merasa nyaman, dia akan kembali menyusu. Namun jika pada situasi ini ibu terus memaksa si bayi untuk menyusu bisa jadi mereka akan merasa trauma dan akhirnya akan terus menolak menyusu kepada ibu.
  • Perubahan situasi atau kebiasaan yang mendadak: misal ibu tiba-tiba mulai beraktivitas namun sebelumnya bayi dan ibu selalu bersama-sama 24 jam sehari. Perubahan ini sangat mengagetkan dan bisa membuat bayi sedih dan juga trauma. Atau keluarga si bayi pindah rumah dan perubahan lingkungan dan situASI di sekitarnya membuat bayi belum bisa nyaman karena perlu beradaptASI.
Kejadian anak mogok menyusu ini bisa terjadi pada beberapa kali sesi menyusu atau bisa saja dihampir semua sesi atau bahkan tiba-tiba bayi langsung berhenti menyusu. Bisa juga mogok menyusu hanya pada satu payudara. Jadi bayi hanya memilih payudara tertentu ketika menyusu. Biasanya ini terjadi karena beberapa faktor yang kaitannya dengan faktor ibu, diantaranya:
  • Ibu letih atau capek: pada ibu yang letih terkadang ini membuat menurunnya produksi ASI sehingga bayi menjadi rewel ketika hendak menyusu. Coba susui bayi dengan posisi tiduran, ini amat sangat membantu kedua belah pihak. Sehingga ibu bisa terus istirahat dan bayi bisa menyusu sepuasnya.
  • Ibu stres: dalam kondisi ini, bisa menekan kerja hormon-hormon oksitosin atau hormon cinta ibu sehingga proses jalannya ASI di payudara bisa turut terhambat. Lagi-lagi kondisi ini membuat aliran ASI melambat dan bayi bisa tidak menyukai situASI ini.
  • Kehamilan: pada beberapa bayi mereka sangat sensitif dengan ibunya yang hamil karena ini mempengaruhi juga produksi ASI karena kerja hormon-hormon menyusui kadang berbeda dengan kerja hormon-hormon kehamilan. Tidak semua bayi langsung akan berhenti menyusu ketika ibunya hamil lagi, namun ada bayi-bayi yang rupanya sensitif dengan situASI ini dan menjadi mogok menyusu.
  • Penggunaan alat kontrasepsi hormonal: alat kontrasepsi hormonal mempengaruhi produksi ASI dan ini yang sering tidak disadari banyak pihak. Karena biasanya produksi ASI menjadi berkurang dan ini membuat bayi kesal dan marah ketika menyusu dan tidak mendapatkan aliran yang deras seperti biasa. SituASI ini bisa berulang dan berujung pada bayi yang mogok menyusu.
  • Menstruasi atau ada perubahan hormon: pada sebagian ibu, menstruasi bisa membuat produksi ASI menurun. Seperti penjelasan diatas, produksi menurun bisa jadi pemicu bayi mogok menyusu.
  • Ibu sakit: ibu sakit terkadang bisa membuat bayi mogok menyusu karena seringkali pemahaman masyarakat ketika seorang busui sakit, maka ia perlu dipisah dengan si ibu. Pemisahan secara mendadak ini bisa membuat si kecil kecewa dan sedih bukan kepalang yang akhirnya membuat ia marah dan frustrasi dan menjadi mogok menyusu. Hubungi tenaga kesehatan yang memahami tentang manajemen laktasi jika ibu sakit, karena sebenarnya hanya sedikit sekali penyakit ibu yang membuat ibu tidak bisa menyusui buah hatinya.
  • Ibu mengubah kebiasan seperti mengganti wewangian atau deodoran yang dipakai. Pada bayi-bayi yang sangat sensitif, perubahan yang kita rasa kecil ini pun bisa menjadi besar maknanya bagi seorang bayi yang baru terlahir di muka bumi ini. Beberapa pakar laktasi bahkan tidak menyarankan busui untuk mandi pasca 24 jam persalinan, agak si kecil nyaman dengan aroma ibu yang pertama dia temui.
Dibutuhkan kesabaran dan ketenangan dalam menghadapi situASI mogok menyusu ini. Memang tidak mudah karena justru kondisi ini membuat ibu panik dan sedih bukan kepalang. Untuk itu penting untuk ibu tetap mendapatkan dukungan dan penyemangat dari suami dan orang-orang terdekat dalam hidupnya. Ada beberapa cara yang bisa membantu situASI mogok menyusu diantaranya:
  • Coba susui bayi dgn posisi yg berbeda dr yg biasanya ibu&bayi lakukan. &coba berbagai posisi. Ini kadang bantu karena bayi akan mencoba posisi baru yang mungkin bisa membantu ia mendapatkan aliran ASI yang lebih deras atau posisi duduk dan dekapan yang lebih nyaman.
  • Coba susui bayi ketika mereka dalam keadaan tenang atau coba susui mereka ketika sudah setengah mengantuk. Terkadang trik ini membantu mereka untuk langsung mengambil payudara ke dalam mulut mereka.
  • Redupkan kamar atau ruangan saat menyusui. Pasang musik dengan ritme pelan dan tidak ramai untuk menambah tenang suasana. Ini bagus untuk mempertahankan mood ibu dan juga bayi.
  • Sebelum menyusu, coba pijat bayi secara perlahan. Usahakan pijat si kecil ketika dia dalam keadaan tenang dan tidak sedang rewel atau menangis. Pastikan menggunakan minyak pijat yang aman seperti minyak zaitun atau minyak kelapa karena ini akan terasa lebih nyaman di kulit bayi dan terserap lebih baik dibanding baby-oil.
  • Banyak lakukan kontak kulit dengan bayi. Jika memungkinkan, mandi bersama dengan bayi akan membantu dia ‘PDKT’ lagi dengan payudara ibu, karena ini situASI yang intim antara ibu dan bayi. Lakukan skin-to-skin sesering mungkin selama di rumah sehingga bayi merasa nyaman dan kembali ingat dengan proses menyusu.
  • Minta bantuan pasangan atau orang rumah dalam membantu bayi ketika rewel. Para ayah juga bisa lakukan skin-to-skin jika diperlukan. Dekap bayi dengan posisi badannya berdiri dan pastikan kepalanya berada di pundak atau dada ayah. Lalu coba bersenandung pelan. Ini akan membuat bayi terlena dalam suara yang dalam dan terdengar seperti lullaby.
  • Jika memiliki kursi goyang di rumah, bisa dicoba menyusi sambil duduk disitu. Bayi sangat menyukai goyangan buaian pelan yang menenangkan dan ibu pun bisa ikut rileks.
  • Ketika bayi berusaha menyusu, coba perah atau tekan payudara untuk membantu memperderas aliran ASI ke dalam mulut bayi ketika menyusu.
  • Penggunaan alat bantu laktasi kadang bisa membantu pada situASI mogok menyusu tertentu terutama jika pada bayi-bayi yang bingung puting. Minta bantuan tenaga Konselor Menyusui atau International Board Certified Lactation Counselor (IBCLC) untuk membantu menggunakan alat ini.
Dibutuhkan kerjasama semua pihak dalam mendukung bayi yang sedang mogok menyusu. Karena situASI ini sangat sulit bagi seorang ibu dan bahkan keluarga. Tenang dan sabar dengan terus berusaha tentunya adalah kunci keberhasilan mengatasi mogok menyusu. Pastikan segera mencari bantuan ke Konselor Menyusui atau IBCLC jika diperlukan untuk bisa berdiskusi langsung untuk siasati situASI ini. Satu hal lagi yang penting adalah, ketika kita tahu apa saja pemicu dari kondisi mogok menyusu ini, maka ada baiknya selalu menghindar dari penyebabnya. Jika proses ini bisa dilalui maka fase ini bisa menjadi satu masa yang suatu saat kita bisa kenang bersama si kecil dan keluarga. Bagaimana kita menghadapi suatu tantangan bersama dan berhasil menghadapinya dengan kebersamaan, kesabaran, keihklasan dan cinta kasih.

Sumber : http://aimi-asi.org/

Senin, 18 Maret 2013

BUNDA SADAR MENYUSUI

Selama menyusui, bukan tubuh Anda yang berperan memberikan ASI, tetapi sikap, hati dan pikiran Anda untuk bayi.

Pemberian ASI bukan sekedar “saat minum susu” untuk bayi. Proses menyusui adalah seni yang membutuhkan konsentrasi dan ketulusan hati. Maka menyusui adalah salah satu pwores bonding yang paling berarti antara ibu dan anak.
  • Berikan ASI secara langsung tanpa paksakan. Bayi dapat merasakan emosi ibunya. Jika Anda merasa terpaksa memberikan ASI, maka rasa itu bisa ditangkap bayi, sehingga dia pun menjadi rewel, bahkan mungkin akhirnya malas menyusu. Emosi negates yang Anda rasakan juga bisa mempengaruhi produksi ASI. Hormone oksitosin, yang berpengaruh besar terhadap produksi ASI, akan muncul dengan sendirinya saat Anda merasa bahagia, tenang, realks, dan tidak stres. Hormon ini juga muncul saat terjadi hubungan intim.
  • Berikan ASI saat bayi memintanya. Begitu Anda sudah tenang dan relaks, bayi juga harus tenang, karena proses menyusui merupakan proses timbale balik antara ibu dan bayi. Maka, jangan memaksanya menyusu saat dia tak ingin menyusu.
  • Rileks saja! Untuk mencapai proses menyusui yang sempurna, sebaiknya Anda juga rileks dan tenang saat menyusui.
  • Kenakan baju yang bersih dan nyaman. Kenakan baju bersih dan nyaman untuk menyusui, misalnya, baju dengan kancing depan. Lalu siapkan syal, handuk, baju atau nursing apron untuk menutupi sebagian payudara jika harus menyusui di tempat umum. Ketika mengenakan baju dan aprom menyusui, pastikan bayi tetap bisa bernapas.
  • Pastikan posisi sudah benar dan nyaman. Anda harus yakin bahwa posisi proses laktasi sudah nyaman dan benar. Perut bayi berada dalam dekapan Anda, dada Anda bertemu dengan dada bayi, hidung bayi pada posisi puting, dagu bayi pada posisi bagian bawah payudara. Cara mudah menghapalnya dengan kata-kata, “tummy to tummy, chest to chest, nose to nipple, chin to breast.”
  • Kontak mata. Kontak mata dengan bayi perlu diperhatikan, karena di sinilah proses bonding yang erat bisa terjalin. Jangan hanya sekedar memeluk dan memberikan ASI padanya, tetapi berbicaralaj lewat mata, berikan pandangan yang lembut dan penuh kasih saying. Walau masih bayi, dia bis amenangkap bahasa cinta yang terpancar melalui tatapan Anda.
  • Puting dan payudara bersih terawat. Selain untuk kepentingan bayi, jika payudara bersih dan terawat, Anda pun akan terhindar dari berbagai gangguan payuadra, seperti puting lecet. Setelahmandi, bersihkan putting dan areola dengan kapas yang telah dicelupkan air hangat. Jika akan menyusui, perah sedikit ASI lalu oleskan pada puting dan areola.
  • Jaga asupan gizi. Apa yang Anda makan dan minum akan dicicipi melalui ASI. Makanan Anda yang bergizi tinggi akan juga dirasakan manfaatnya oleh bayi. Penuhi kebutuhan Anda akan cairan dengan baik, jika perlu, baw acamilan yang sehat kemanapun Anda pergi, sebagai tambahan asupan gizi Anda.
sumber : ayahbunda.co.id

Senin, 03 Desember 2012

Menyusui Payudara Kanan dan Kiri

Saat menyusui, Apakah lebih baik menyusui dari 2 payudara bergantian selama beberapa waktu di tiap payudara, atau menyusui dari satu payudara sampai puas?
Memang, ada banyak mitos yang bilang kalau menyusui jangan cuma di satu payudara, nanti payudaranya jadi gede sebelah. Namun ternyata lebih baik adalah membiarkan bayi menyusui di satu payudara sampai puas, bahkan bila sampai ia tertidur, sementara payudara yang satunya masih penuh, sebaiknya diperah. Mengapa?

Karena komposisi ASI terdiri dari foremilk dan hindmilk. Foremilk itu adalah ASI yang kandungan lemaknya rendah, kalau biasa memerah ASI, pasti kelihatan biasanya ASI yang keluar duluan itu warnanya lebih bening dan lebih encer. Foremilk ini sering juga disebut dengan ASI depan. Hindmilk adalah ASI yang kandungan lemaknya lebih tinggi dan jika saat memerah ASI, setelah memerah beberapa saat, warna ASI terlihat lebih putih dan lebih kental. Semakin kosong payudara maka kandungan lemaknya semakin tinggi. Hindmilk sering disebut sebagai ASI belakang.


Lihat pada gambar di atas, foremilk ada di gelas kiri dan hindmilk di gelas kanan.


Sama seperti saat diperah, saat bayi menyusu, maka ASI yang dikonsumsi lebih awal adalah foremilk ini. Setelah menyusu berjalan beberapa saat atau payudara mulai kosong, maka bayi mulai mengkonsumsi hindmilk yang sarat akan kandungan lemak. Semakin banyak bayi mengkonsumsi hindmilk, maka semakin signifikan kenaikan berat badannya.


Nah, jadi tahu kan sekarang mengapa menyusui bayi pada kedua payudara secara bergantian ternyata tidak efektif? Betul! Karena jika bayi baru menyusu sebentar pada satu payudara kemudian langsung dipindahkan ke payudara yang lain maka bayi hanya akan lebih banyak mengkonsumsi foremilk daripada hindmilk.


Tapi, bukan berarti foremilk itu tidak penting loh yah. Foremilk itu kandungannya sama dengan hindmilk, hanya lemaknya sedikit. Bisa diibaratkan bahwa foremilk itu adalah minuman (air minum) sedangkan hindmilk itu adalah makanan. Sama seperti kita, kalau sedang makan kan kita juga butuh minum. Nah, bayi juga sama. Selain itu foremilk juga mengandung laktosa yang sangat penting bagi perkembangan otak bayi.


Sedikit tambahan, biasanya foremilk ini, pada beberapa ibu menyusui, keluarnya pun suka mancur-mancur dan bikin bayi kita agak kesulitan untuk menyusu. Kalau memang derasnya aliran ASI cukup mengganggu si kecil, bisa dicoba dengan memerah ASI sedikit (mungkin bisa ditampung dan diberikan kemudian). Hal ini dimaksudkan untuk dapat mengurangi derasnya aliran ASI sehingga bayi bisa lebih nyaman saat menyusu.


Berapa lama idealnya bayi menyusu sampai payudara kosong? Rata-rata efektifnya adalah 20-25 menit. Bila lebih dari satu jam, biasanya bayi hanya mengempeng.

sumber : wishingbaby.com/ Clodi Stepantoro, AIMI

Senin, 15 Oktober 2012

Ibu Harus Cuci Tangan Sebelum Menyusui

Terkadang seseorang tidak menyadari pentingnya cuci tangan pakai sabun sebelum menyusui, karena ini merupakan salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mencegah bayi mengalami diare.

Di Indonesia akan kesakitan akibat diare masih tinggi dan seringkali menjadi kasus kejadian luar biasa (KLB) yang bisa berujung pada kematian. Hasil kajian morbiditas diare di masyarakat pada 2010 menunjukkan kejadian diare pada bayi rata-rata 1,5 kali dan diare pada balita rerata 1,2 kali.

"Ingatkan para ibu untuk cuci tangan pakai sabun dan puting susunya sebelum menyusukan bayinya," ujar Menkes dr Nafsiah Mboi, SpA, MPH dalam acara peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) Sedunia di SDN 04, 05 dan 06 Karet Pagi, Setiabudi, Jakarta, Senin (15/10/2012).

Hal ini karena angka kematian bayi terbilang tinggi yang salah satu penyebabnya karena terjadi penularan penyakit dari tangan ibu ke bayi saat sedang menyusui. Untuk itu perilaku cuci tangan pakai sabun menjadi hal yang penting dalam upaya pencegahan risiko perkembangan penyakit dan kematian pada bayi.

Sayangnya, saat ini masih banyak orangtua yang tidak tahu bahaya yang bisa timbul jika ia tidak mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menyusui. Ini disebabkan kurangnya promosi yang dilakukan oleh tenaga medis profesional terhadap ibu-ibu menyusui.

Sementara itu perwakilan UNICEF untuk Indonesia, Angela Kearney menuturkan data WHO memperkirakan infeksi diare mengancam kehidupan 1,87 juta anak balita setiap tahunnya di seluruh dunia. Kondisi ini membuat diare jadi penyebab kematian bayi dan balita kedua terbanyak setelah pneumonia.

"Setiap tahun, lebih dari 31.000 anak-anak di Indonesia tidak dapat merayakan ulang tahun kelima mereka karena penyakit yang sebenarnya bisa kita cegah dengan perilaku sederhana, cuci tangan pakai sabun (CTPS)," ujar Angela.

Angela menuturkan CTPS dapat mengurangi hampir setengah kasus kejadian diare dan seperempat kasus infeksi pernapasan termasuk pneumonia. Serta risiko penyakit lainnya seperti mata dan infeksi kulit.

sumber : detikhealth.com

Jumat, 28 September 2012

MITOS DAN FAKTA SEPUTAR ASI

Berbagai cerita dan mitos mengenai ASI yang berkembang di masyarakat, Namun ternyata banyak diantaranya hanya mitos belaka. beberapa diantaranya

* Jika ibu mengalami kesundulan (hamil lagi dalam jarak dekat), apakah pemberian ASI harus dihentikan?
Fakta: Hal ini masih kontroversial. Ada dokter kandungan yang melarang ibu hamil menyusui karena khawatir terjadi kontraksi rahim yang bisa menyebabkan keguguran. Namun ada juga yang tidak melarang. Belum ada penelitian yang betul-betul membuktikan hal tersebut. Juga tak ada anjuran yang pasti dalam keadaan bagaimana seorang ibu hamil harus ekstra hati-hati. Kalau memang merasa nyeri perut dan memiliki riwayat keguguran, bermasalah dengan kandungan, atau malah pernah mengalami perdarahan, sebaiknya hentikan. Akan tetapi kalau kehamilannya sehat-sehat saja alias tidak ada masalah, pemberian ASI bisa diteruskan.
* Sebelum menyusui, ASI yang keluar pertama harus dibuang dulu?
Fakta: Tidak perlu. ASI pertama yang keluar adalah kolostrum yang mengandung banyak zat antibodi untuk kekebalan tubuh. Anggapan ASI yang keluar pertama adalah basi juga tidak benar karena ASI selalu terlindungi dalam payudara ibu. Dengan tujuan membunuh kuman, tiap tetes ASI yang keluar sebelum menyusui boleh saja dioleskan di seputar puting susu ibu.
* Benarkah ASI bisa anyep/dingin/basi?
Fakta: ASI selalu dalam keadaan terlindungi dalam payudara, sehingga tak mungkin basi atau dingin karena selalu sesuai dengan suhu tubuh, kecuali kalau ASI sudah dikeluarkan. Dalam suhu ruang ASI bisa bertahan sekitar 6 jam, dan 2 minggu hari bila ditaruh di kulkas serta 3 bulan di suhu freezer, asalkan tidak sering dibuka-tutup.
* ASI bisa berubah rasa dan warna?
Fakta: Rasa ASI memang bisa berubah dan lebih variatif sesuai dengan makanan yang dikonsumsi ibu. Komposisinya pun tergantung usia anak. Warna ASI juga bisa berubah sesuai kebutuhan zat gizi yang diperlukan bayi.
Inilah urutannya:
- Kolostrum
ASI yang pertama keluar adalah kolostrum yang warnanya agak kekuning-kuningan. Kolostrum banyak mengandung zat antibodi yang bermanfaat bagi tubuh.
- Mature milk
Setelah beberapa hari, tubuh ibu memproduksi susu matang (mature milk) dengan komposisi:
1. Foremilk
Selama 5 menit pertama ASI yang keluar berwarna kebiru-biruan dan tampak encer, dinamakan foremilk. Di dalamnya terkandung protein, laktosa dan nutrisi lainnya.
2. Hindmilk
Selanjutnya, ASI yang diproduksi tubuh disebut hindmilk. Warnanya putih dan mengandung banyak lemak.

* Benarkah payudara kanan mengandung makanan dan yang kiri minuman?
Fakta: Biasanya payudara mana yang disusukan pada bayi tergantung pada kenyamanan posisi ibu. ASI yang dikeluarkan, baik dari payudara kanan maupun kiri, sama-sama mengandung foremilk dan hindmilk atau dengan kata lain memiliki komposisi yang sama. Puaskan bayi pada satu payudara selama kira-kira 15 menit. Bila masih belum puas, barulah pindah ke payudara lainnya. Biasanya ASI yang keluar adalah bagian yang encernya dulu (foremilk), kemudian baru hindmilk.
* Makanan pedas dan bersantan yang dikonsumsi ibu bisa membuat bayi mencret?
Fakta: Tak pernah terjadi bayi mencret hanya gara-gara makanan yang dikonsumsi ibunya. Meski demikian, sebaiknya jangan mengonsumsi makanan yang terlalu merangsang karena ada juga bayi yang menjadi kembung karenanya.
* Ibu menyusui sebaiknya tidak minum es karena membuat bayinya pilek?
Fakta: Tidak ada hubungannya sama sekali. Suhu ASI dalam payudara tetap hangat 37 derajat Celsius. Apa pun yang dikonsumsi ibu akan diserap darah dan nantinya diproduksi menjadi ASI.
* Apakah obat aman dikonsumsi ibu menyusui yang sedang sakit?
Fakta: Rata-rata obat yang diresepkan dokter untuk ibu menyusui kala sakit aman bagi si bayi. Kalaupun ada yang sampai terbawa melalui ASI, pengaruhnya tidak signifikan atau membahayakan bayi. Konsumsi obat juga tidak menyebabkan berkurangnya produksi ASI, kecuali obat-obatan yang mengandung hormon estrogen seperti pil KB, atau obat jenis diuretik yang menyebabkan berkurangnya produksi ASI.
* Jika bayi sakit pilek/batuk maka ibunyalah yang minum obat?
Fakta: Tidak benar. Bila bayi yang sakit, maka obatnya pun harus diminum si bayi dan bukan ibunya. Biasanya obat yang diberikan kepada bayi hanyalah obat-obatan yang sifatnya mengurangi gejala saja. Kalau ibunya yang minum obat, meski keluar melalui ASI, jumlahnya sangat kecil dan tidak bisa dipastikan dosisnya.
* Semasa menyusui ibu harus makan dua porsi lebih banyak?
Fakta: Sebetulnya tidak demikian. Yang terpenting adalah konsumsi menu seimbang. Kalau merasa lapar silakan makan, tapi jangan dipaksa kalau sudah kenyang. Yang harus diperhatikan adalah keseimbangan dan kecukupan gizinya. Sebaiknya ibu pun tidak diet karena komposisi ASI bisa terganggu selain produksinya juga akan berkurang.
* Payudara besar identik dengan ASI berlimpah?
Fakta: Tidak benar. Payudara besar menandakan banyaknya lemak yang menunjang. Sedangkan banyak sedikitnya produksi ASI tergantung pada gudang ASI dimana terdapat kelenjar-kelenjar susu yang menghasilkan ASI. Setiap ibu mempunyai kelenjar yang banyaknya kurang lebih sama.
* Payudara jadi kendur bila menyusui?
Fakta: Justru proses menyusui membuat payudara jadi kencang. Karena adanya kontraksi dari otot-otot dan kelenjar payudara.
* Menyusui bisa mempercepat rahim mengecil kembali?
Fakta: Selama menyusui, refleks isap bayi pada puting susu mem-feedback hormon di otak ibu. Ini menyebabkan kontraksi rahim. Selain mempercepat mengecilnya rahim, kontraksi juga akan mengeluarkan darah nifas yang mungkin masih tertinggal usai melahirkan.
* Bila anak sudah 2 tahun ASI tak bagus lagi?
Fakta: Memang ada anjuran ASI diberikan sampai anak usia 2 tahun saja. Produksi ASI sendiri masih tetap baik. Demikian pula dengan komposisi kandungan gizinya, meskipun telah berubah sesuai usia anak.
* Bayi dengan ASI eksklusif akan susah diberi makanan pendamping lainnya?
Fakta: Justru bayi yang mendapat ASI eksklusif nantinya lebih mudah menerima variasi rasa makanan pendamping. Karena bayi sudah terbiasa memperoleh rasa ASI yang variatif.
* Setelah ibu bekerja produksi ASI akan berkurang?
Fakta: Tidak selalu. Caranya, sebelum dan sesudah bekerja ibu tetap memberikan ASI langsung kepada bayinya. Sementara selama ibu bekerja, ASI tetap dikeluarkan dengan cara diperah tiap 3 jam sekali. Kalau hanya diperah saja tanpa disusukan langsung, produksinya pun akan berkurang karena isapan bayi dapat merangsang kerja otak untuk menghasilkan hormon prolaktin. Bila hanya diperah, rangsang yang ditimbulkannya jelas berbeda.
* Bisakah ASI dikeluarkan kembali setelah menyusuinya terhenti sementara?
Fakta: Sangat mungkin ibu yang pernah menyusui dan memberhentikan ASI-nya kemudian ingin menyusui lagi. Caranya dengan proses relaktasi, yaitu dirangsang melalui isapan bayinya. Butuh waktu beberapa hari untuk bisa keluar lagi. Lebih mudah bila usia bayi kurang dari 2 bulan dibanding bayi 6 bulan ke atas. Namun prinsipnya, bila bayi sering didekatkan, maka suara, tangisan, isapan pada puting susu dan kedekatan ibu dengan bayinya akan membantu produksi ASI kembali, berapa pun usia si bayi.
* Meski ibu malnutrisi komposisi ASI tetap tak berubah?
Fakta: ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi. Kalaupun sampai terjadi malnutrisi, kualitas ASI tetap terjaga dengan mengorbankan sang ibu. Namun kompensasi ini ada batasnya, misalnya ibu dengan malnutrisi berkepanjangan sampai titik tertentu bisa membuat komposisi ASI berubah. Meski demikian tetap lebih baik ASI diberikan daripada tidak sama sekali.
* Bayi yang disusui sampai usia 2 tahun akan lebih lekat dengan orang tuanya?
Fakta: Berdasarkan banyak pengalaman, ikatan anak dengan ibunya menjadi lebih kuat. Kecerdasan emosinya pun lebih stabil dan bagus. Nantinya anak tumbuh menjadi pribadi yang mantap dan penuh percaya diri. Secara intelektual pun anak mempunyai kemampuan yang baik.
*ASI bisa menyebabkan obesitas?
Fakta: Tidak. ASI merupakan cairan hidup. Kandungan yang terdapat di dalamnya begitu diserap tubuh akan menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. Semua zat yang dibutuhkan seperti AA/DHA terdapat dalam ASI dan begitu masuk ke tubuh secara otomatis pula enzim-enzim berharga itu tercipta.
* Bila mengenai pipi bayi, ASI akan menyebabkan eksim/dermatitis?
Fakta: ASI relatif aman. Kemungkinan dermatitis pada pipi bayi karena ASI kecil sekali.
*Bila ASI terkena alat kelamin bayi laki-laki kelak bisa menyebabkan impoten?
Fakta: Tak ada hubungannya sama sekali antara ASI sebagai penyebab impotensi kelak.
*Bayi yang sakit mata bisa sembuh hanya dengan ditetesi ASI?
Fakta: Belum ada penelitiannya. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan lebih baik segera bawa si kecil ke dokter mata.
* Dilarang menyusui saat magrib karena takut si bayi “kemasukan”?
Fakta: Ini jelas-jelas mitos yang tak ada alasannya. Bayi bisa disusui kapan pun dia membutuhkannya.
*Bolehkah bayi minum ASI donor?
Fakta: Meski bukan ASI dari ibunya, pengaruhnya tetap lebih baik buat si bayi dibanding bila ia mendapat susu formula.
*Bila bayi kuning, ASI harus dihentikan?
Fakta: Bayi kuning awal biasanya terjadi di hari kedua atau kesepuluh dalam kehidupannya. Untuk mencegah agar tak semakin parah, justru sangat dianjurkan pemberian ASI yang lebih banyak. Jadi, jangan batasi frekuensinya dan tak perlu memberi tambahan cairan lainnya seperti air mineral dan sebagainya. 

sumber :http://nrumi.blogspot.com/

Rabu, 26 September 2012

Inisiasi menyusui Dini (IMD)

Inisiasi menyusui dini (IMD) merupakan proses bayi menyusui segera setelah dilahirkan. Ketika dilahirkan bayi memiliki naluri untuk mencari sumber kehidupannya, yang dibutuhkan hanyalah sentuhan kulit antara bayi dan ibunya dalan satu jam kelahirannya.
Penelitian membuktikan inisiasi menyusui dini pada satu jam kelahirannya meningkatkan keselamatan bayi dan mendorong keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Begitu lahir bayi cukup dilap dengan bersih dan tampa dibedong langsung diletakkan di perut atau dada ibunya, biarkan tengkurap agar terjadi sentuhan antara kulit ibu dan bayi, dan reflek merangkak dan menyusui terjadi 20-50 menit kemudian.
Banyak orang tua yang merasa kasihan ketika melakukan inisiasi menyusui dini, karena tanpa pakaian apapun harus dibiarkan mencari putting susu ibu. Sentuhan kulit ibu dan bayi akan menjaga suhu bayi dan menghangatinya saat berusaha mencari putting ibu. Ketika berhasil menemukan putting ibu, bayi akan langsung menyusui dan mendapatkan colostrum yang sangat berharga karena mengandung zat-zat penting untuk kekebalan bayi.

Gerakan bayi yang merangkak ketika melakukan inisiasi menyusui dini dapat membantu menekan rahim dan mengeluarkan hormone yang dapat menghentikan pendarahan ibu.

Jangan menyerah jika bayi menangis selama kurang lebih satu jam mencari putting ibu, ajak bicara dan memberi semangat dapat mempererat ikatan batin antara ibu dan anak.
Inisiasi menyusui dini dan pemberian ASI eksklusif sangat bermanfaat terhadap tumbuh kembang bayi. ASI mengandung zat gizi yang optimal dan mudah diserap untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi, sehingga kemungkinan penyakit muntah dan mencret, saluran pernapasan, mencegah kanker, meningitis, dan mengurangi resiko obesitas ketika bayi dewasa.
Manfaat inisiasi menyusui dini pada ibu meningkatkan produksi ASI sehingga dapat mempermudah menjalankan ASI eksklusif. Kegiatan menyusuii dapat mengurangi resiko terkena kanker payudara, kanker ovarium, dan osteoporosis. Pastikan ibu mendapat nutrisi yang seimbang dan minum banyak air untuk tetap menjaga stamina dan berat badan ibu.
Dengan berhasilnya proses inisiasi menyusui dini maka ibu akan lebih cepat pulih dan lebih banyak beristirahat karena bayi merasa nyaman dengan ibunya.

Sumber : http://www.tentangbunda.com/

Kamis, 20 September 2012

Kualitas Hidup Ibu Menyusui

Dibandingkan manfaat menyusui untuk bayi, manfaat menyusui bagi ibu jarang dikupas. Padahal banyak sekali manfaat yang dapat Anda dapatkan dengan menyusui bayi, khususnya dengan memberikan ASI eksklusif.
  1. Mengurangi perdarahan setelah melahirkan dan mempercepat kembalinya rahim ke ukuran normal. Pernah mendengar istilah Inisiasi Menyusu Dini (IMD)? Inilah salah satu manfaat penting yang ingin didapat dengan menengkurapkan bayi baru lahir di perut ibunya dengan skin to skin contact dan membiarkannya merangkak naik untuk menemukan puting payudara ibu dan menyusu dalam waktu 30-60 menit. Selain memicu dikeluarkannya hormon prolaktin yang akan mempercepat produksi ASI, IMD  juga akan memicu dikeluarkannya hormon oksitosin yang akan merangsang refleks pengaliran ASI dan membuat rahim berkontraksi. Rahim Anda akan menyempit, dan pembuluh-pembuluh darah di rahim yang terbuka akan lebih cepat tertutup. Selanjutnya, proses pengecilan rahim pun akan berlangsung lebih cepat.
  2. Mengurangi angka kematian ibu dan kemungkinan terjadinya anemia karena perdarahan. Dengan melakukan IMD, perdarahan setelah melahirkan akan lebih cepat berhenti. Risiko kematian ibu karena kehilangan banyak darah pun akan semakin kecil. Selain itu, hal ini secara tidak langsung juga akan mencegah atau mengurangi terjadinya anemia atau kurang darah.
  3. Mengurangi kemungkinan ibu menderita kanker payudara, kanker rahim dan kanker indung telur.  Walau mekanismenya belum diketahui pasti, beberapa penelitian memperlihatkan ada hubungan antara kegiatan menyusui dengan turunnya risiko seorang ibu untuk menderita kanker-kanker tersebut.    
  4. Mengurangi kemungkinan ibu mengalami osteoporosis atau keropos tulang di masa yang akan datang. Sama seperti manfaat menyusui bagi ibu terhadap risiko menderita kanker, sampai saat ini masih dilakukan penelitian-penelitian untuk menemukan penjelasan dari mekanisme yang mendukung manfaat tersebut.     
  5. Mengurangi kemungkinan ibu mengalami diabetes tipe II di masa yang akan datang. Hal ini diduga terkait dengan metabolisme gula darah yang menjadi lebih mudah di dalam tubuh ibu yang menyusui.
  6. Menunda kembalinya kesuburan ibu. Penjarangan kehamilan atau KB alami di masa menyusui ini disebut Metode Amenorea Laktasi/MAL atau Lactational Amenorrhea Method/LAM. Efektivitasnya dapat mencapai 98%  bila terpenuhi ketiga syarat berikut: bayi masih diberi ASI secara eksklusif, ibu belum haid, dan bayi masih berusia kurang dari 6 bulan.   
  7. Lebih cepat “membuang” kelebihan berat badan ibu. Selama hamil, tubuh Anda mempersiapkan diri untuk memproduksi ASI, dengan cara menyimpan lemak. Cadangan lemak tersebut diambil untuk menghasilkan ASI. Tubuh juga akan membakar banyak kalori selama proses produksi ASI. Tidak heran jika berat badan Anda akan turun lebih cepat berkat menyusui.
  8. Ekonomis. Pemberian ASI eksklusif menekan anggaran belanja untuk membeli susu formula. Hitung saja, misalnya harga sekaleng susu formula adalah Rp 50.000, dan seorang bayi menghabiskan sekitar 55 kaleng selama 6 bulan, maka penghematan Anda sebesar Rp 2.750.000. Dana ini dapat disimpan untuk kebutuhan lain si kecil, misalnya untuk sekolah.
  9. Praktis, portable dan nyaman. ASI sudah siap saji. Kita tidak perlu membawa panci untuk memasak air plus segala peralatan lain. Hal ini amat menguntungkan bagi keluarga yang gemar bepergian. Pokoknya, ASI dapat diberikan kapan saja, segera dan di mana saja.  
  10. Memperkuat ikatan kasih sayang (bonding) antara ibu, ayah dan bayi.  Semua kontak yang terjadi selama berlangsungnya proses menyusui, khususnya IMD, baik berupa kontak mata, sentuhan dan suara, akan menciptakan dan memperkuat ikatan yang istimewa antara Anda bertiga.
Sumber : ayahbunda.co.id

Rabu, 04 Juli 2012

10 Masalah Menyusui dan Solusinya


Walaupun menyusui adalah proses alamiah antara Mama dan si kecil, tapi baik Mama dan si kecil masih harus menjalani proses pembelajaran untuk mendapatkan proses menyusui yang nyaman dan menyenangkan. Sebelum mencapai target itu, ada 10 hal yang sering mengganggu proses menyusui.
1. Sakit saat menyusui
Puting yang terasa sakit di awal proses menyusui adalah hal yang wajar, terutama bila Mama adalah Mama baru. Tapi bila puting masih terasa sakit setelah lebih dari 1 menit, cek posisi Mama dan si kecil.
Solusi: Posisi yang benar adalah bila dagu dan hidung si kecil menyentuh payudara Mama dan mulut bayi menutupi lebih banyak areola di bagian bawah puting daripada bagian atas.  Bila posisi sudah benar dan proses menyusui masih menyakitkan bisa disebabkan oleh puting Mama  yang kering. Pakailah pakaian yang longgar dan hindari membersihkan puting dengan sabun. Krim berbahan dasar lanolin bisa Mama oleskan di antara proses menyusui.
2. Puting retak dan kering
Masalah ini bisa disebabkan oleh banyak hal: sariawan, kulit kering, kesalahan saat memompa ASI, atau kesalahan posisi menyusui. Pada minggu awal menyusui, Mama mungkin mengeluarkan sedikit darah dari payudara saat si kecil baru belajar menyusui atau Mama baru mulai belajar memompa ASI. Hal ini tidak akan membahayakan si kecil bila jumlahnya tidak terlalu banyak.
Solusi: Cek posisi menyusui (sesuai poin 1). Sebaiknya Mama menyusui lebih sering dengan periode lebih singkat, karena bila bayi terlalu lapar, hisapannya akan semakin kencang dan bisa melukai payudara Mama. Bersihkan puting yang terluka dengan air bersih saja. ASI Mama juga bisa membantu menyembuhkan luka Mama, jadi oleskan sedikit ASI Mama ke puting Mama sebelum dan sesudah menyusui. Bila semua sudah dicoba dan puting Mama masih terluka, coba gunakan krim lanolin yang khusus dibuat untuk Mama menyusui
 3. Saluran ASI yang tersumbat
Penyumbatan saluran ASI biasanya terjadi karena payudara yang terlalu penuh karena ASI lama tidak dikeluarkan. Hal ini juga bisa disebabkan oleh BH menyusui yang terlalu ketat dan stress. Bila saluran ASI Mama tersumbat, akan ada gumpalan keras di payudara Mama yang terasa sakit bila disentuh. Bila Mama mulai demam, berarti penyumbatan mengakibatkan infeksi dan Mama harus segera ke dokter.
Solusi: Beristirahatlah yang cukup. Kompres payudara Mama dengan kompres hangat dan pijat payudara Mama untuk menstimulasi penyaluran ASI. Penyumbatan saluran ASI tidak berbahaya untuk bayi, jadi Mama bisa terus menyusui si kecil.
4. Payudara bengkak
Pembengkakan payudara mempersulit proses menyusui karena bayi sulit menghisap payudara Mama yang terlalu kencang
Solusi: Pijat payudara Mama dengan tangan sebelum menyusui agar ASI keluar dengan lancar dan payudara jadi tidak terlalu kencang, sehingga si kecil lebih mudah menyusui. Semakin sering Mama menyusui si kecil justru memperkecil resiko payudara Mama membengkak.
5. Mastitis
Mastitis adalah infeksi bakteri di payudara Mama yang ditandai oleh gejala mirip gejala flu, seperti demam, dan payudara yang sakit. Hal ini biasa terjadi di minggu awal setelah kelahiran, dan bisa juga terjadi saat proses penyapihan. Hal ini biasanya disebabkan oleh puting yang kering, penyumbatan saluran ASI, atau payudara yang bengkak.
Solusi: cara yang paling tepat untuk melawan infeksi ini adalah dengan antibiotik, kompres panas, dan rutin ‘mengosongkan’ payudara Mama. Pompa payudara Mama sampai daerah yang kemerahan menjadi tidak terlalu kencang. Mama masih bisa terus menyusui si kecil walaupun Mama terkena mastitis.
6. Thrush/sariawan
Thrush adalah infeksi di mulut bayi yang bisa menular ke payudara Mama. Infeksi ini menyebabkan gatal-gatal, sakit, dan bahkan ruam.
Solusi: Dokter Mama akan memberikan obat anti jamur untuk dioleskan di puting Mama dan di mulut si kecil. Baik Mama dan bayi harus mendapat pengobatan pada saat yang sama untuk mempercepat penyembuhan.
7. Produksi ASI sedikit
Bila dokter anak si kecil khawatir dengan penambahan berat badan si kecil yang dinilai kurang, produksi ASI Mama yang kurang banyak bisa menjadi penyebabnya.
Solusi: Penyusuan dan pemompaan payudara secara rutin bisa membantu meningkatkan produksi ASI. Proses menyusui adalah proses supply and demand, jadi semakin banyak Mama menyusui si kecil, akan semakin banyak pula produksi ASI Mama.
8. Bayi tertidur saat menyusui
Selama bulan-bulan awal setelah kelahiran, bayi biasanya selalu mengantuk. Jadi tertidur saat menyusui adalah hal yang normal.
Solusi: Bila si kecil tertidur saat menyusui, stimulasi dia dengan menggelitik kakinya atau menggosok punggungnya. Masalah ini biasanya akan menghilang seiring si kecil semakin besar.
9. Puting rata.
Coba tarik puting Mama dengan jempol dan telunjuk Mama. Bila puting Mama justru tertarik ke dalam dan tidak menonjol ke luar, berarti Mama memiliki puting rata. Walaupun hal ini bukan masalah besar dalam menyusui asal Mama tahu trik menyiasatinya.
Solusi: Ada beberapa metode pemijatan yang bisa Mama cari di dunia maya unuk membantu Mama ‘mengeluarkan’ puting Mama. Selain itu, Mama bisa mencoba memompa payudara untuk mengalirkan ASI sebelum meletakkan si kecil di posisi menyusui.
10. Pengeluaran ASI terasa menyakitkan
Kadang bila payudara Mama mengeluarkan ASI dengan terlalu deras, payudara Mama akan terasa sakit. Beberapa Mama akan merasa seperti kesemutan dan Mama lainnya hanya merasa sedikit ngilu saja.
Solusi: Bila rasa kesemutan ini berubah menjadi rasa seperti tertusuk, Mama perlu mengecek apakah Mama terkena infeksi payudara. Bila Mama terkena infeksi (disertai gejala demam dan meriang), Mama perlu meminum antibiotik. Konsultasikan pada dokter untuk antibiotik yang aman untuk Mama menyusui, sehingga nutrisi si kecil tidak terganggu.

Sumber:
http://www.lactamilmama.com/