Tampilkan postingan dengan label tips menyusui. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips menyusui. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Desember 2013

Aku Siap Menyusui!

Payudara harus dirawat agar sehat dan siap menyusui kelak. Hai, ibu yang sedang hamil, mulailah merawatnya dengan cermat sejak hamil!

Perubahan payudara. Sejak hamil, sel-sel di payudara sudah bersiap memproduksi ASI, sehingga tampak lebih berisi. Tak hanya itu, puting juga semakin lembut dan sensitif, sementara areola juga semakin berwarna gelap, bahkan kadang-kadang disertai dengan sedikit nyeri. Seiring dengan semua perubahan itu, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda lakukan agar payudara Anda tetap sehat dan prima menjalankan fungsinya kelak.
Trik memilih BH. Sejak hamil, Anda perlu membeli bra khusus ibuhamil dengan ciri sebagai berikut :
  • Bahan nyaman yang dapat menyerap keringat.
  • Menyangga dengan baik. Pilih yang bertali lebar, seperti sport bra. BH dengan kaitan di belakang biasanya lebih kuat menahan payudara selagi hamil.
  • Bijak gunakan BH berkawat. BH seperti ini tetap dapat dipakai ibu hamil, namun sebaiknya hati-hati, jangan yang kekecilan karena dikhawatirkan akan menekan dan mengganggu saluran ASI, sehingga menghambat produksi ASI kelak. Juga, sebaiknya jangan terlalu lama mengenakannya. Kalau untuk ke pesta selama 2-3 jam masih okelah.
  • Pilih ukuran yang pas. Jika membeli BH dengan nomor yang lebih besar, jangan segan untuk mencobanya. Pilihlah yang pas dan nyaman dikenakan, misalnya tidak naik turun ketika dipakai (karena longgar), juga tidak membuat Anda sesak napas (akibat terlalu sesak).
  • Sekaligus untuk menyusui. Jika Anda membeli BH pada kehamilan trimester ke-3, Anda dapat sekaligus memilih BH dengan model “berjendela” untuk memudahkan Anda menyusui kelak.
Rawatlah puting! Perawatan puting bertujuan untuk menjaga agar bagian ini tetap bersih dan menonjol, sehingga memudahkan proses menyusui. Namun, mengingat perawatan ini bisa memicu produksi hormon oksitosin, yang dapat menyebabkan timbulnya kontraksi rahim, maka perawatan puting payudara biasanya dianjurkan ketika kehamilan sudah menginjak usia 37 minggu ke atas. Jadi, jika sampai terjadi sesuatu, maka bayi sudah dapat hidup di luar inkubator.

Bersihkan Puting. Rajinlah membersihkan puting dengan air hangat setelah mandi saat hamil. Hindari dengan sabun karena akan menyebabkannya kering dan pecah-pecah, sehingga terasa perih. Selain itu, untuk menjaga agar puting tetap menonjol serta sel-sel kulit mati terlepas dari puting, Anda dapat melakukan hal-hal berikut.
  • Oleskan baby oil, minyak zaitun atau minyak kelapa ke ujung telunjuk dan ibu jari kanan.
  • Jepitlah puting dengan telunjuk dan ibu jari yang sudah diolesi dengan minyak tadi.
  • Lakukan gerakan memutar secara bolak-balik dengan arah berlawanan.
  • Lakukan hal seperti itu pada puting payudara yang lain.
  • Jika puting melesak ke dalam, Anda dapat membeli alat khusus yang ditempelkan di seputar puting.
Mungkin Anda perlu melakukannya selama berminggu-minggu saat hamil, atau sesuai petunjuk dokter, agar puting dapat terbentuk menonjol. Dengan begitu, diharapkan bagian yang menonjol ini kelak dapat berfungsi dengan baik ketika menyusui bayi Anda.

Selasa, 24 September 2013

Sukses Menyusui Walau Sedang Sakit

Tak usah takut menyusu bila Anda sedang sakit. ASI ibu yang sedang sakit tidak akan berkurang produksi maupun kualitasnya. Anda tetap bisa sukses menyusui, kok.

Meskipun ibu sakit, bukan halangan untuk menyusui. Kualitas maupun produksi ASI ibu yang sedang sakit tidak akan berkurang. Malah, antibodi ASI yang dibentuk ibu yang sedang sakit akan  terdapat dalam ASI dan memberikan zat kekebalan tubuh yang akan menghindarkannya dari penyakit ibu.

Ibu flu/demam. Ibu yang sedang flu tetap dapat menyusui bayinya asalkan memakai masker (menutup hidung) selama proses menyusui dan saat dekat dengan bayi. Karena, virus ini mudah menular melalui bersin atau batuk. Tak perlu ragu mengonsumsi obat-obatan penghilang gejala flu dari dokter, karena untuk sampai ke bayi terlalu jauh prosesnya.

Ibu diare. Diare adalah suatu penyakit yang menyebabkan penderita buang air besar (BAB) dalam konsistensi cair dan frekuensinya sering (bisa lebih dari 6 kali sehari). Karena diare dapat menyebabkan dehidrasi, Ibu yang sedang menyusui harap segera makan dan minum (yang tidak merangsang lambung) untuk mengganti cairan yang keluar. Bila ingin menyusui, ibu sebaiknya cuci tangan terlebih dahulu karena biasanya kuman yang menyebabkan diare ditularkan melalui tangan.

Ibu sakit Hepatitis A. Hepatitis A merupakan jenis hepatitis yang paling ringan di antara semua jenis hepatitis. Menurut American Academy of Pediatrics belum ditemukan bukti adanya penularan penyakit hepatitis A melalui ASI. Namun, untuk mencegah anak tertular, ibu harus rajin mencuci tangan sebelum menyusui bayinya. Selain itu obat-obatan untuk Hepatitis A tidak mempengaruhi ASI.

Ibu sakit diabetes. Diabetes memang bukan penyakit menular, tapi penyakit ini perlu mendapat perhatian karena menyusui malah akan “menguntungkan” si ibu dengan diabetes karena :  
  • Ibu menyusui yang sebelumnya mengalami DM gestasional (diabetes yang muncul saat hamil)  berkurang risikonya menderita diabetes di masa yang akan datang.
  • Perubahan hormon dalam tubuh dapat membantu mencegah meningkatnya kadar gula darah dan membuat ibu merasa lebih baik. Misalnya, hormon oksitosin dapat membantu menghilangkan stres yang biasa dialami ibu setelah melahirkan. Stres dapat memicu peningkatan kadar gula darah.

Rabu, 11 September 2013

Persiapan Agar Sukses Menyusui

Memberi ASI, perlu persiapan fisik dan mental serta dukungan dari keluarga dan teman-teman agar  sukses menyusui. Lakukan persiapan menyusui sejak masa hamil, Bunda bersama Ayah.

Selama hamil:
  • Ikuti kelas menyusui. Beberapa rumah sakit menyediakan klinik laktasi. Anda dapat berkonsultasi dan belajar tentang ASI di klinik laktasi. Selain itu  Anda juga dapat belajar dari bidan atau tenaga kesehatan.
  • Baca buku menyusui. Anda yang lebih mudah belajar lewat bacaan, beli dan mulailah membaca buku tentang tata cara menyusui, manfaat, pentingnya menyusui dan manajemen ASI ibu bekerja. Dapatkan juga informasi dari internet untuk memperluas wawasan Anda tentang ASI.
  • Galang dukungan. Dukungan untuk menyusui sangat penting dalam proses menyusui nanti. Orang tua, mertua dan suami, adalah orang paling penting untuk suksesnya menyusui. Informasikan kepada mereka bahwa Anda berniat menyusui ASI secara eksklusif  dan jelaskan artinya.
  • Beritahu atasan. Informasikan kepada atasan Anda tentang rencana menyusui.   Hal ini terkait dengan kebijakan jam bekerja sehingga Anda tetap bisa memerah atau mungkin menyusui saat jam kerja.
Melahirkan:
  • Inisiasi menyusui dini. Begitu bayi lahir, mintalah pada dokter yang menolong persalinan untuk melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan skin-to-skin contact dengan bayi Anda. Jika diperlukan pemisahan antara bayi dengan ibunya, maka skin-to-skin contact bisa dilakukan dengan ayahnya.
  • Rooming in. Bayi ‘menginap’ di ruang perawatan bersama Anda, akan membantu produksi ASI. Tanyakan pada perawat atau bidan, kapan bayi Anda diperbolehkan menghisap puting payudara Anda untuk merangsang keluarnya kolostrum dan ASI.
  • Berikan kolostrum. Sebelum mulai produksi air susu, payudara akan mengeluarkan kolostrum terlebih dahulu. Berikan kolostrum pada bayi karena memberikan zat-zat gizi konsentrasi tinggi dan zat-zat pertahanan tubuh. Air susu ibu biasanya diproduksi 3-5 hari setelah melahirkan.
6 bulan pertama:
  • Dua minggu pertama di rumah dengan bayi baru bisa membuat Anda sangat sibuk. Jangan sungkan minta bantuan, sehingga Anda dapat beristirahat dan memberi ASI dengan tenang.
  • 12 kali selama 24 jam.  Bayi baru lahir menyusu sampai 12 kali  dalam 24 jam. Memang melelahkan, Anda harus sabar. Anda sedang belajar menyusui   dengan benar. Butuh waktu  6 -8 minggu setelah bayi lahir untuk dapat menyusui dengan benar.
  • Bergabunglah dengan grup ibu-ibu baru yang sedang menyusui. Hal ini dapat memberi Anda dukungan dan saran-saran yang berharga.
  • 3 bulan menyusui,  Anda akan merasakan berkurangnya rasa penuh pada payudara. Sekitar bulan ini, ASI Anda akan menyesuaikan dengan kebutuhan bayi.
  • Sebelum kembali bekerja.  Cari tempat penitipan anak  yang mendukung pemberian ASI. Jika Anda menggunakan jasa pengasuh bayi, informasikan dan berikan pelatihan padanya cara memberi ASI perah (ASIP) yang benar.
Sumber : ayahbunda.co.id

Senin, 22 Juli 2013

Ibu Menyusui Bisa Puasa


Ibu menyusui bisa saja ikut berpuasa. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar kebutuhan bayi tetap tercukupi dan ibu pun tetap nyaman berpuasa.
  • Puasa sebaiknya dilakukan ketika bayi sudah berumur 6 bulan. Dimana bayi sudah tidak lagi mendapat ASI eksklusif.
  • Konsultasikan pada dokter, bila Anda ingin berpuasa sementara bayi masih berusia di bawah 6 bulan. Selama bayi nyaman, kebutuhan makanannya tercukupi dan berat badannya berkembang sesuai dengan usianya, puasa sebenarnya boleh saja.
  • Pada dasarnya, kapan saja bayi bisa menyusu meskipun Anda berpuasa. Namun ketika berpuasa produksi ASI berkurang, sementara ASI berlimpah setelah Anda berbuka. Hal ini disebabkan oleh hormon oksitosin. Karenanya, usahakan bayi lebih banyak menyusu saat malam setelah berbuka hingga waktu sahur.
  • Pastikan ibu makan tiga kali sehari, yaitu saat sahur, ketika berbuka puasa dan menjelang tidur sesudah shalat tarawih. Ibu menyusui perlu mengonsumsi 50% karbohidrat, 30% protein, 20% lemak tiap kali makan, untuk hasilkan ASI berkualitas.
  • Ibu berpuasa akan lemas setelah menyusui. Istirahat sejenak akan mengembalikan energi. Selain itu istirahat juga akan mengembalikan kondisi psikologis ibu sehingga produksi ASI tetap lancar.
  • Saat berpuasa, cairan tubuh berkurang 2-3%. Banyak minum air putih saat berbuka dan sahur.
  • Jika alarm tubuh  mengisyaratkan harus berhenti puasa, tidak usah terlalu memaksakan diri.
Sumber : www.ayahbunda.co.id

Kamis, 30 Mei 2013

Mogok Menyusu

Mungkin beberapa dari kita sudah biasa mendengar kata nursing strike atau breast refusal. Mungkin ada baiknya kita buat istilah dalam Bahasa Indonesia juga ya, kan ceritanya cinta bahasa sendiri nih :D Kita sebut saja situasi mogok menyusu. Situasi ini biasanya terjadi pada anak yang kita susui dengan usia beragam dengan beragam juga alasannya.
Situasi mogok menyusu ini teramat sangat membuat seorang ibu menyusui merasa cemas, khawatir ditambah perasaan kecewa dan merasa bersalah karena secara tidak langsung telah berbuat sesuatu yang ia sadari atau tidak telah membuat bayi mogok menyusu. Situasi ini akan diperparah dengan ibu akan merasa frustrasi dan sedih yang tentunya secara tidak langsung bisa mempengaruhi relasi antara ibu dan bayi.
Bagi seorang ibu tidak ada yang lebih mengecewakan bagi mereka melihat bayinya menangis keras dan menjerit-jerit ketika didekatkan ke payudaranya. Apalagi jika selama ini ibu tersebut sudah menyusuinya sepenuh hati dan cinta. Perasaan kecewa ini bisa berujung pada sikap tidak berdaya dan kebingungan efek langsung dari penolakan bayinya. Duh.. rasanya memang sedih dan perih sekali ya..
Berita baiknya, situasi mogok menyusu ini bisa dan ada jalan keluarnya loh! Untuk itu mari kita kupas sedikit apa saja penyebab dari mogok menyusu ini. Ada beberapa faktor yang terkait dalam kondisi mogok menyusu ini, tentunya ini melibatkan kondisi anak dan ibu terkadang juga lingkungan terdekat dan situasi dalam lingkungan dimana pasangan ibu dan anak berada.
Dari sisi bayi, kejadian mogok menyusu ini bisa diakibatkan:
  • Sakit: bayi yang sakit sama seperti kita orang dewasa, kadang ada perasaan tidak nafsu untuk makan atau minum atau melakukan apa-apa. Fase ini biasanya akan berlalu ketika bayi sudah pulih.
  • Sedang tumbuh gigi: ketika bayi sedang tumbuh gigi gusinya terasa gatal dan kadang diikuti sensasi nyeri. Kita para orang tua biasanya tidak mengetahui ini sampai si ibu tiba-tiba tergigit ketika sedang menyusui. Bayi menggigit karena berusaha mencari sesuatu untuk meredakan rasa gatal dan nyeri tersebut. Nah kadang kita para ibu bisa langsung berteriak karena kaget tergigit dan kesakitan. Teriakan tersebut buat sebagian bayi bisa membuat dia juga tidak kalah kaget dan sedih. Kejadian ini pada beberapa bayi bisa membuatnya mogok menyusu.
  • Bingung puting: ini salah satu yang paling lazim ditemui pada bayi-bayi yang mogok menyusu. Ketika ibu kembali beraktivitas di luar rumah, kadang pengasuh memberikan ASI Perah (ASIP) dengan botol karena dianggap cara ini lebih ‘mudah’ dan ‘lazim’ bagi bayi. Padahal yang kita ketahui bersama, mekanisme kerja botol yang dihisap berbeda dengan kerja mulut, rahang, lidah dan bibir bayi ketika menyusu di payudara. Botol saja ketika kita balik sudah meneteskan isinya keluar sehingga bayi cukup monyong sedikit atau mencucu sudah bisa mendapatkan isinya, sedangkan pada payudara dibutuhkan mulut bayi yang terbuka lebar untuk mengeluarkan isinya. Nah tanpa kita sadari perlahan tapi pasti produksi ASI di payudara ibu mulai perlahan berkurang karena tidak bisa mengikuti permintaan bayi yang cenderung lebih banyak jika minum melalui botol atau dot. Situasi ini akan diperparah jika bayi langsung menolak ketika akan disusui langsung karena bayi mulai terbiasa dengan aliran yang deras dari botol, karena aliran di payudara ibu mulai turun. SituASI ini lah yang disebut bingung puting yang pada kasus-kasus tertentu bisa berujung pada mogok menyusu.
  • Bayi capek atau lelah atau tidak enak badan: pada bayi yang letih karena stimulasi yang berlebih bisa juga membuat dia mogok menyusu dan lebih menangis terus. Biasanya ini tidak akan berefek jangka panjang dan ketika dia sudah merasa nyaman, dia akan kembali menyusu. Namun jika pada situasi ini ibu terus memaksa si bayi untuk menyusu bisa jadi mereka akan merasa trauma dan akhirnya akan terus menolak menyusu kepada ibu.
  • Perubahan situasi atau kebiasaan yang mendadak: misal ibu tiba-tiba mulai beraktivitas namun sebelumnya bayi dan ibu selalu bersama-sama 24 jam sehari. Perubahan ini sangat mengagetkan dan bisa membuat bayi sedih dan juga trauma. Atau keluarga si bayi pindah rumah dan perubahan lingkungan dan situASI di sekitarnya membuat bayi belum bisa nyaman karena perlu beradaptASI.
Kejadian anak mogok menyusu ini bisa terjadi pada beberapa kali sesi menyusu atau bisa saja dihampir semua sesi atau bahkan tiba-tiba bayi langsung berhenti menyusu. Bisa juga mogok menyusu hanya pada satu payudara. Jadi bayi hanya memilih payudara tertentu ketika menyusu. Biasanya ini terjadi karena beberapa faktor yang kaitannya dengan faktor ibu, diantaranya:
  • Ibu letih atau capek: pada ibu yang letih terkadang ini membuat menurunnya produksi ASI sehingga bayi menjadi rewel ketika hendak menyusu. Coba susui bayi dengan posisi tiduran, ini amat sangat membantu kedua belah pihak. Sehingga ibu bisa terus istirahat dan bayi bisa menyusu sepuasnya.
  • Ibu stres: dalam kondisi ini, bisa menekan kerja hormon-hormon oksitosin atau hormon cinta ibu sehingga proses jalannya ASI di payudara bisa turut terhambat. Lagi-lagi kondisi ini membuat aliran ASI melambat dan bayi bisa tidak menyukai situASI ini.
  • Kehamilan: pada beberapa bayi mereka sangat sensitif dengan ibunya yang hamil karena ini mempengaruhi juga produksi ASI karena kerja hormon-hormon menyusui kadang berbeda dengan kerja hormon-hormon kehamilan. Tidak semua bayi langsung akan berhenti menyusu ketika ibunya hamil lagi, namun ada bayi-bayi yang rupanya sensitif dengan situASI ini dan menjadi mogok menyusu.
  • Penggunaan alat kontrasepsi hormonal: alat kontrasepsi hormonal mempengaruhi produksi ASI dan ini yang sering tidak disadari banyak pihak. Karena biasanya produksi ASI menjadi berkurang dan ini membuat bayi kesal dan marah ketika menyusu dan tidak mendapatkan aliran yang deras seperti biasa. SituASI ini bisa berulang dan berujung pada bayi yang mogok menyusu.
  • Menstruasi atau ada perubahan hormon: pada sebagian ibu, menstruasi bisa membuat produksi ASI menurun. Seperti penjelasan diatas, produksi menurun bisa jadi pemicu bayi mogok menyusu.
  • Ibu sakit: ibu sakit terkadang bisa membuat bayi mogok menyusu karena seringkali pemahaman masyarakat ketika seorang busui sakit, maka ia perlu dipisah dengan si ibu. Pemisahan secara mendadak ini bisa membuat si kecil kecewa dan sedih bukan kepalang yang akhirnya membuat ia marah dan frustrasi dan menjadi mogok menyusu. Hubungi tenaga kesehatan yang memahami tentang manajemen laktasi jika ibu sakit, karena sebenarnya hanya sedikit sekali penyakit ibu yang membuat ibu tidak bisa menyusui buah hatinya.
  • Ibu mengubah kebiasan seperti mengganti wewangian atau deodoran yang dipakai. Pada bayi-bayi yang sangat sensitif, perubahan yang kita rasa kecil ini pun bisa menjadi besar maknanya bagi seorang bayi yang baru terlahir di muka bumi ini. Beberapa pakar laktasi bahkan tidak menyarankan busui untuk mandi pasca 24 jam persalinan, agak si kecil nyaman dengan aroma ibu yang pertama dia temui.
Dibutuhkan kesabaran dan ketenangan dalam menghadapi situASI mogok menyusu ini. Memang tidak mudah karena justru kondisi ini membuat ibu panik dan sedih bukan kepalang. Untuk itu penting untuk ibu tetap mendapatkan dukungan dan penyemangat dari suami dan orang-orang terdekat dalam hidupnya. Ada beberapa cara yang bisa membantu situASI mogok menyusu diantaranya:
  • Coba susui bayi dgn posisi yg berbeda dr yg biasanya ibu&bayi lakukan. &coba berbagai posisi. Ini kadang bantu karena bayi akan mencoba posisi baru yang mungkin bisa membantu ia mendapatkan aliran ASI yang lebih deras atau posisi duduk dan dekapan yang lebih nyaman.
  • Coba susui bayi ketika mereka dalam keadaan tenang atau coba susui mereka ketika sudah setengah mengantuk. Terkadang trik ini membantu mereka untuk langsung mengambil payudara ke dalam mulut mereka.
  • Redupkan kamar atau ruangan saat menyusui. Pasang musik dengan ritme pelan dan tidak ramai untuk menambah tenang suasana. Ini bagus untuk mempertahankan mood ibu dan juga bayi.
  • Sebelum menyusu, coba pijat bayi secara perlahan. Usahakan pijat si kecil ketika dia dalam keadaan tenang dan tidak sedang rewel atau menangis. Pastikan menggunakan minyak pijat yang aman seperti minyak zaitun atau minyak kelapa karena ini akan terasa lebih nyaman di kulit bayi dan terserap lebih baik dibanding baby-oil.
  • Banyak lakukan kontak kulit dengan bayi. Jika memungkinkan, mandi bersama dengan bayi akan membantu dia ‘PDKT’ lagi dengan payudara ibu, karena ini situASI yang intim antara ibu dan bayi. Lakukan skin-to-skin sesering mungkin selama di rumah sehingga bayi merasa nyaman dan kembali ingat dengan proses menyusu.
  • Minta bantuan pasangan atau orang rumah dalam membantu bayi ketika rewel. Para ayah juga bisa lakukan skin-to-skin jika diperlukan. Dekap bayi dengan posisi badannya berdiri dan pastikan kepalanya berada di pundak atau dada ayah. Lalu coba bersenandung pelan. Ini akan membuat bayi terlena dalam suara yang dalam dan terdengar seperti lullaby.
  • Jika memiliki kursi goyang di rumah, bisa dicoba menyusi sambil duduk disitu. Bayi sangat menyukai goyangan buaian pelan yang menenangkan dan ibu pun bisa ikut rileks.
  • Ketika bayi berusaha menyusu, coba perah atau tekan payudara untuk membantu memperderas aliran ASI ke dalam mulut bayi ketika menyusu.
  • Penggunaan alat bantu laktasi kadang bisa membantu pada situASI mogok menyusu tertentu terutama jika pada bayi-bayi yang bingung puting. Minta bantuan tenaga Konselor Menyusui atau International Board Certified Lactation Counselor (IBCLC) untuk membantu menggunakan alat ini.
Dibutuhkan kerjasama semua pihak dalam mendukung bayi yang sedang mogok menyusu. Karena situASI ini sangat sulit bagi seorang ibu dan bahkan keluarga. Tenang dan sabar dengan terus berusaha tentunya adalah kunci keberhasilan mengatasi mogok menyusu. Pastikan segera mencari bantuan ke Konselor Menyusui atau IBCLC jika diperlukan untuk bisa berdiskusi langsung untuk siasati situASI ini. Satu hal lagi yang penting adalah, ketika kita tahu apa saja pemicu dari kondisi mogok menyusu ini, maka ada baiknya selalu menghindar dari penyebabnya. Jika proses ini bisa dilalui maka fase ini bisa menjadi satu masa yang suatu saat kita bisa kenang bersama si kecil dan keluarga. Bagaimana kita menghadapi suatu tantangan bersama dan berhasil menghadapinya dengan kebersamaan, kesabaran, keihklasan dan cinta kasih.

Sumber : http://aimi-asi.org/

Senin, 18 Maret 2013

BUNDA SADAR MENYUSUI

Selama menyusui, bukan tubuh Anda yang berperan memberikan ASI, tetapi sikap, hati dan pikiran Anda untuk bayi.

Pemberian ASI bukan sekedar “saat minum susu” untuk bayi. Proses menyusui adalah seni yang membutuhkan konsentrasi dan ketulusan hati. Maka menyusui adalah salah satu pwores bonding yang paling berarti antara ibu dan anak.
  • Berikan ASI secara langsung tanpa paksakan. Bayi dapat merasakan emosi ibunya. Jika Anda merasa terpaksa memberikan ASI, maka rasa itu bisa ditangkap bayi, sehingga dia pun menjadi rewel, bahkan mungkin akhirnya malas menyusu. Emosi negates yang Anda rasakan juga bisa mempengaruhi produksi ASI. Hormone oksitosin, yang berpengaruh besar terhadap produksi ASI, akan muncul dengan sendirinya saat Anda merasa bahagia, tenang, realks, dan tidak stres. Hormon ini juga muncul saat terjadi hubungan intim.
  • Berikan ASI saat bayi memintanya. Begitu Anda sudah tenang dan relaks, bayi juga harus tenang, karena proses menyusui merupakan proses timbale balik antara ibu dan bayi. Maka, jangan memaksanya menyusu saat dia tak ingin menyusu.
  • Rileks saja! Untuk mencapai proses menyusui yang sempurna, sebaiknya Anda juga rileks dan tenang saat menyusui.
  • Kenakan baju yang bersih dan nyaman. Kenakan baju bersih dan nyaman untuk menyusui, misalnya, baju dengan kancing depan. Lalu siapkan syal, handuk, baju atau nursing apron untuk menutupi sebagian payudara jika harus menyusui di tempat umum. Ketika mengenakan baju dan aprom menyusui, pastikan bayi tetap bisa bernapas.
  • Pastikan posisi sudah benar dan nyaman. Anda harus yakin bahwa posisi proses laktasi sudah nyaman dan benar. Perut bayi berada dalam dekapan Anda, dada Anda bertemu dengan dada bayi, hidung bayi pada posisi puting, dagu bayi pada posisi bagian bawah payudara. Cara mudah menghapalnya dengan kata-kata, “tummy to tummy, chest to chest, nose to nipple, chin to breast.”
  • Kontak mata. Kontak mata dengan bayi perlu diperhatikan, karena di sinilah proses bonding yang erat bisa terjalin. Jangan hanya sekedar memeluk dan memberikan ASI padanya, tetapi berbicaralaj lewat mata, berikan pandangan yang lembut dan penuh kasih saying. Walau masih bayi, dia bis amenangkap bahasa cinta yang terpancar melalui tatapan Anda.
  • Puting dan payudara bersih terawat. Selain untuk kepentingan bayi, jika payudara bersih dan terawat, Anda pun akan terhindar dari berbagai gangguan payuadra, seperti puting lecet. Setelahmandi, bersihkan putting dan areola dengan kapas yang telah dicelupkan air hangat. Jika akan menyusui, perah sedikit ASI lalu oleskan pada puting dan areola.
  • Jaga asupan gizi. Apa yang Anda makan dan minum akan dicicipi melalui ASI. Makanan Anda yang bergizi tinggi akan juga dirasakan manfaatnya oleh bayi. Penuhi kebutuhan Anda akan cairan dengan baik, jika perlu, baw acamilan yang sehat kemanapun Anda pergi, sebagai tambahan asupan gizi Anda.
sumber : ayahbunda.co.id